Loading...

PENYAKIT FLU BURUNG (Avian Influenza)

PENYAKIT FLU BURUNG (Avian Influenza)
PENYAKIT FLU BURUNG (Avian Influenza)OLEH : KHAIRANI, PPL WKPP NAMORIH GEJALA KLINIS - Jengger, pial, kulit perut, yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan (sianosis) - Kadang-Kadang ada cairan dari mata dan hidung - Pembengkakan dl daerah bagian muka dan kepala. - Pendarahan di bawah kulit (sub kutan) - Pendarahan titik (plechie) pada daerah dada, kaki dan telapak kaki - Batuk bersin dan ngorok - Unggas mengalami diare dan kematian tinggi CARA PENULARAN - Cairan/lendir yang berasal dari lubang hidung, mulut mata (cojunctiva) dan lubang anus (tinja) dan unggas yang sakit ke Iingkungan - Kontak langsung dengan ayam sakit - Secara tidak langsung melalui pakan/alr minum pekerja kandang, kandang dan peralatan peternakan, rak telur keranjang ayam dan alat transfortasi yang tercemar virus Avian Influenza - Unggas air berperan sebagai reservoir virus AI melalui virus yang ada dalam saluran intestinal dan dilepaskan melalui kotoran LANGKAH PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN * Peningkatan Biosekuriti - Desinfeksi alat dan fasilitas peternakan - Dilarang mengeluarkan unggas saklt kotoran dan limbah peternakan - Membatasi keluar masuk orang ke dalam lokasi - Mencegah keluar masuknya tikus (rodensia) dan hewan lain ke dalam lokasi petenakan. * Dekontaminasi/desinfektan - Pakan tempat pakan/air minum, semua peralatan - Pakaian pekerja kandang, alas kaki, kendaraan dan bahan lain, yang tercecer - Bangunan kandang yang kontak dengan unggas, kandang/tempat penampungan unggas - Permukaan jalan menuju peternakan/ kandang tempat penampungan unggas * Depopulasi/ tindakan pemusnahan Selektif/ terbatas Pemusnahan selektif (depopulasi) dilakukan terhadap unggas sehat yang sekandang dengan unggas sakit di peternakan tertular - Disposal Dilakukan dengan cara pembakaran dan penguburan dengan kedalaman minimal 15 meter, terhadap : + Unggas mati (bangkai), karkas telur terinfeksi + Kotoran (feces), bulu, alas kandang (sekam) + Pupuk dan pakan ternak yang tercemar. + Bahan dan peralatan lain yang terkontaminasi yang tidak dapat dicucihamakan secara efektif - Vaksinasi Vaksinasi yang dapat dilakukan terhadap unggas yang sehat di daerah tertular sebagai berikut : + Ayam pedaging (broiler) divaksinasi urnur 4-7 hari dosis 0,2 ml pemberian di bawah kulit pada pangkal leher + Ayam petelur (layer) dan pembibitan (breeder) divaksin pada : . Umur 4 -7 hari dosis 0,2 ml pemberian di bawah kulit pada pangkal leher . Umur 4-7 Minggu, dosis 0.5 ml pemberian di bawah kulit pada pangkal leher . Umur 12 Minggu, dosis 0.5 ml pemberian di bawah kulit pada pangkal leher atau pada otot dada. + Booster, Pengulangan kembali tiap 3 - 4 bulan, dengan dosis 0 5 ml pada otot dada Sumber: http://balitnak.litbang.deptan.go.id