Loading...

PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH

PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH
Oleh : Eka Lukiana, SP Dalam budidaya karet, penyakit jamur akar putih adalah penyakit yang sangat merugikan diantara penyakit-penyakit akar yang dikenal. Bahkan bagi daerah karet tertentu, penyakit ini terpenting dari penyakit-penyakit yang ada. Maka diperlukan sistem pengendalian yang tepat sasaran sehingga kehilangan hasil sadapan karet tidak merugikan petani.Penyakit ini mampu menurunkan hasil produksi per satuan luas 40 % (penurunan kerapatn tanaman) dan hampir 75 % kematian tanaman karet disebabkan oleh penyakit jamur akar putih. GEJALA :• Tanaman yang terserang pertama kali menunjukkan daun yang tampak kusam, kurang mengkilat dan melengkung ke bawah• Daun menguning dan mengering• Pohon miring dan tumbang• Bunga dan buah terbentuk tidak pada waktunya• Pada pohon dewasa gugurnya daun, yang disertai dengan matinya ranting-ranting sehingga mahkotanya jarang.• Pada akar yang terserang terdapat jamur berwarna putih menjalar di sepanjang akar• Kulit yang sakit membusuk dan berwarna cokelat• Penyakit ini disebabkan oleh Jamur Akar Putih (Rigidoporus lignosus atau Rigidoporus microsporus) PENGENDALIAN MEKANIS : 1. Membersihkan sumber infeksiPenanaman baruPada pembukaan lahan baru tanaman inang dari jamur diracun untuk mempercepat pembusukan tunggul dan akar.Peremajaan karetPembersihan pohon karet-karet tua dapat dilakukan untuk menekan jamur akar putihTanaman penutup tanahPenanaman tanaman penutup tanah berupa kacang-kacangan yang merayapPemakaian bibit yang sehatBibit yang terinfeksi dapat menjadi sumber infeksi baru bagi jamur.Sistem penanaman karetPenanaman karet pada setiap lobang tanam diberi belerang sebanyak 100 g yang dicampur dengan tanah pengisi lubang.Deteksi sumber infeksiPada lahan baru untuk mendeteksi ada tidaknya jamur ditanam tanaman indikator yang rentan terhadap jamur seperti Crotalia anagyroides Merawat tanaman muda yang terinfeksiJika tanaman masih bisa diselamatkan, akar-akar yang sakit dipotong dan bagian tanaman yang terserang dikikis. Potongan akar dan luka pada leher akar ditutup dengan ter 2. Mencegah meluasnya penyakit dalam kebunSelokan isolasiTujuannya untuk mematahkan hubungan antara jala-jala akar yang sakit dengan yang sehat dengan kedalaman kira-kira 60 cm dan lebar 30 cm Pembukaan leher akarTujuannya agar pangkal dari akar tunggang dan akar-akar samping tidak tertutup tanah dan berada dalam udara. Sehingga penyebaran dapat dicegah. PENGENDALIAN KIMIA : 1. Penebaran serbuk BelerangPada pH tinggi belerang dimasukkan pada lobang tanam sebanyak 100 g/lobang tanam yang dicampur dengan tanahn pengisi lubang. 2. Teknik PelumasanBahan :Anvil 50 SC (Fungisida Lain)EmberAir CangkulPisauCara :Gali tanah sampai pada pada pangkal akar yang melekat pada batang kemudian disiram dengan cairan Anvil 50 SC dengan dosis Tanaman umur 0-2 tahun : 2,5-5 ml Alvin/liter air/batangTanaman umur 2-5 tahun : 10-20 ml Alvin/1-2 liter air/batangTanaman umur 5 tahun : 20-30 ml Alvin/3-4 liter air/batang