Loading...

PENYAKIT PADA KELINCI

PENYAKIT PADA KELINCI
Tidak sedikit para peternak kelinci yang mengalami kelincinya sakit, kemudian berakhir pada kematian. Untuk itu penting mewaspadai apabila kelinci tampak berperilaku tidak seperti sediakala. Berikut ini beberapa tanda apabila kelinci sedang sakit : 1). Nafsu makan menurun hingga tidak mau makan menu yang biasa diberikan. Dari segi fisik terlihat lemah dan lesu. Terkadang ia membuang (mencakar-cakar) makanannya, boleh jadi ia sedang stress mungkin tidak cocok dengan menu makanannya; 2). Daun telinga terasa dingin. Biasanya ditandai dengan perilaku kelinci yang lemas, tidak banyak beraktifitas, mata sayu; 3). Membungkuk dipojok kandang dengan kedua kaki agak maju ke depan, kelinci tampak tidak tenang, pandangan mata sayu. Ini juga merupakan indikasi bahwa kesehatan kelinci sedang buruk. Boleh jadi ia sedang menahan rasa sakit atau stress; 4). Perhatikan feses dan urine. Apabila mendapati feses lunak atau bahkan lembek dan bau pertanda ia terserang diare (mencret). Apabila feses kecil, keras, berwarna kehitaman, boleh jadi ia terserang sembelit. Apabila dubur berdarah atau berlendir boleh jadi ia terserang penyakit kokkidiosis. Jika perut terlihat menggelembung, bila diraba terasa keras, boleh jadi ia terserang kembung (bloat); 5). Terdengar bunyi menggeretak dari mulutnya (gigi berkerokot), ini pertanda ia sedang menahan rasa sakit; 6). Kulit di pangkal kuku menebal dan seperti berketombe, ini menunjukan kelinci terserang penyakit kudis (scabies). Dalam tahap selanjutnya kudis menyebar hingga di ujung telinga dan hidung.Beberapa penyakit yang dapat menyerang kelici diantaranya : a).Sembelit. Penyebabnya adalah kurang konsumsi serat dan kurang konsumsi air minum. Gejalanya nafsu makan turun, bahkan enggan menyentuh makanan sama sekali. Biasanya suka membungkuk di pojok kandang, tidak tenang (sedang menahan rasa sakit).Feses tampak lebih kecil dari biasanya, keras dan berwarna kehitaman. Periksa juga bagian duburnya. Untuk pengobatannya dengan mengganti pellet dengan hijauan (rumput daun kecil dan wortel), sediakan air minum yang bersih, berikan pencahar untuk membantu mengeluarkan feses, berikan vitamin B kompleks untuk menstimulasi gerak otot dan jika kondisinya sudah sangat lemah, berikan suplemen seperti ekstrak lengkuas, berikan minum madu atau air gula aren dengan takaran 1 ml per 2 jam; b). Kembung. Penyebabnya diantaranya peralihan musim, dimana kelinci mengalami perut kosong, pola makan tidak teratur dan kekurangan air minum, kelinci mengalami asam lambung dan gas masuk ke dalam perut dan tidak bisa dikendalikan dan stress. Penyakit ini sering menyerang anakan dibawah 2 bulan dan indukan yang hamil atau menyusui, apabila tidak ada penaganan yang cepat akan berakibat pada kematian. Gejalanya kelihatan malas makan dan cuek dengan lingkungan sekitar, tatapan mata kosong kedepan ,kaki depan menjulur kedepan , badan membungkuk dan perut membesar dengan kepala-kepala bergerak-gerak menahan sakit, terkandang ditandai berak/mencret cair bewarna biru kehijauan dan bau, terkadang tanpa ditandai berak/mencret bahkan seharian kelinci tidak keluar kotoran dan tiba-tiba perut menggelembung/membesar. Pengobatannya untuk tindakan darurat sebaiknya memberikan pupus jambu, pupus pisang disertai garam secukupnya. Dapat juga menggunakan arang batok kelapa maupun antibiotik anti stess dengan merk Introvit, Enrofloxacin ( contoh norit ) pemakian secara oral; c). Diare. Penyebabnya kelinci stress, terlalu banyak asupan makanan yang mengandung getah (seperti kangkung), perubahan ransum pakan yang mendadak (kandungan serat tidak seimbang), keracunan makanan (misalnya makanan telah berjamur atau kadaluarsa), terserang parasit eimera , parasit yang muncul dikarenakan tempat yang sesak, kotor dan lembab. Gejalanya kelinci lemas, tidak banyak beraktifitas dan feses lembek bahkan cair. Pengobatannya jika sembelit disebabkan oleh stress, lepaskan kelinci dari kandang agar dapat bergerak lebih leluasa. Berikan air garam untuk mengganti cairan tubuh.Untuk kelinci yang nafsu makannya baik, berikan obat sulpha khusus hewan dan berikan makanan yang bergizi.Apabila sembelit disebabkan oleh perubahan serat berikan obat alami seperti 3 daun pupus jambu klutuk, 2 pupus daun pepaya, pupus daun pisang secukupnya, garam sepucuk sendok teh, adu satu sendok teh. Tumbuk daun-daun tersebut dan peras , diambil airnya dicampur dengan garam dan madu dengan air hangat. Berikan secara oral ke mulut kelinci dengan suntikan ( tanpa jarum).Jika sembelit disebabkan oleh bakteri, bersihkan kandang, wadah makan & minum. Berikan berikan suplemen & obat sulfaqinoksalin.d).Tengeng (kepala kelinci miring/bengkok sebelah karena saraf).Penyebabnya karena radang telinga ditandai dengan nyeri, demam, hilangnya pedengaran, telinga mendenging dan pusing. Dapat juga disebabkan kuman yang menyerang saraf kelinci. Dua hal itu berakibat kehilangan keseimbangan kepala, goncangan kepala secara tiba-tiba dan kekurangan makan. Untuk pengobatanya diberikan antibiotik sesuai takaran.e).Luka Telapak Kaki(Sore Hocks). Penyebabnya kondisi alas kandang yang terlalu keras / tajam, seperti kawat RAM, batang besi dan jeruji sehingga terasa tidak nyaman bagi kelinci dan juga karena kelinci kelebihan berat badan. Sore hocks biasanya menyerang di kaki belakang, bulu disekitar telapak kaki rontok dan terlihat kemerahan (luka). Jika tidak diobati dapat menyebabkan peradangan dan infeksi. Untuk pengobatan bersihkan kakinya kemudian diberikan obat luka jika memungkinkan balut dengan kain selain itu jangan lupa gunakan alas kandang yang lebih nyaman.f). Radang Mata (Kornea Mata). Penyebabnya infeksi karena kornea mata terkena benda tajam ( lembaran rumput atau benda tajam yang lain) ,karena kekurangan vitmin A sehingga berakibat tekanan pada gigi yang berakibat mata berair. Pencegahannya kelinci harus berada pada kandang yang aman dan nyaman dari benda tajam, rumput yang diberikan juga harus aman untuk dikosumsi. Untuk pengobatan diberikan obat yang mengandung Cephalexin Sismetik atau Cephalonium Topical dapat juga obat salep mata topical. g).Telinga berkerak dan bau. Penyebabnya adalah kutu. Telinga muncul kerak bewarna coklat dan cairan berbau yang ditandai sebelumnya muncul bintik merah muda dan kelinci menggaruk-garuk telinga terus. Pencegahannya pastikan kandang, tempat makan dan minum bersih. Kandang juga kering, tidak becek. Bila ada kelinci yang terserang kutu, pisahkan dari kelinci yang sehat supaya tidak tertular. Pengobatannya bersihkan telinga dengan air hangat dengan kain bersih dan oleskan minyak kelapa yang asli jangan bekas , atau obat lain dapat memakai pinisilin , atau antibiotik yang model injek. h).Scabies (Gudikan/Kudis). Faktor utama adalah karena kandang jorok. Penyebabnya adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh ektoparasit Sarcoptes scabiei dan Notoedres cati. Gejalanya kelinci sering menjilati pangkal kuku kakinya. Stadium selanjutnya menyebar ke ujung telinga dan hidung, kelinci sering mengibas & menggaruk telinganya.Selain itu kelinci sering menggesek-gesekan badan ke bagian kandang yang keras. Pencegahannya setiap hari kandang wajib dibersihkan, kotoran tidak boleh menumpuk, rumput sisa harus dibuang. Semprot vaksin minimal sebulan sekali. Kelinci scabies harus dikarantina supaya tidak menular ke kelinci lain Untuk pengobatannya berikan obat wormectin secara injeksi. Kandang juga harus dibersihkan secara intensif serta mandikan kelinci dan mencukur bulu kelinci bila terlalu lebat.(Ir. Amirudin Aidin Beng, MM. Sumber :Yunus, Ahmad. Sukses Beternak Kelinci Potong.Yogyakarta: Pustaka Baru Press; Griya Satwa Asri. Tanda Kelinci Sedang Sakit(http://griyasatwaasri.com/?p=46, diakses 4 Agustus 2014)