Penyakit Tanaman Cabe Yang Banyak Menyerang Saat Musim Hujan
Penyakit disebabkan oleh adanya serangan jamur/bakteri/virus/nematoda yang merusak tanaman (akar, batang, daun, bunga dan buah) sehingga akibat kerusakan tersebut menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik dan hasilnya rendah. Berikut Penyakit cabe yang paling banyak timbul saat musim hujan adalah : 1. Antaknosa Gejala : Terdapat bercak coklat kehitaman pada buah yang kemudian meluas dan menjadi busuk lunak. Serangan berat menyebabkan buah mengering dan keriput seperti jerami. Pengendalian : Sebelum semai rendam benih dengan air hangat kuku yang sudah dicampur dengan fungisida bahan aktif thiram atau Streptomisin sulfat selama setengah jam. Panen semua buah yang terserang dan bakar Penggunaan pestisida berbahan aktif Tebukonazol dan Propinep atau bisa juga campuran dua bahan aktif 2. Bercak Bakteri Gejala : Ditandai dengan timbulnya bintik mendalam pada daun, buah dan batang. Apabila daun dibalik terdapat lingkaran bercak berwarna hitam didalamnya putih. Pengendalian : Sebelum semai rendam benih dengan air hangat kuku yang sudah dicampur dengan fungisida bahan aktif thiram atau Streptomisin sulfat selama setengah jam. Bersihkan semua yang terserang dan bakar Lakukan rotasi tanaman yang tidak sefamily dengan cabe Penggunaan pestisida berbahan aktif Tembaga Hidroksida, Tebukonazol dan Trifloksistrobin 3. Layu Fusarium Gejala : Tulang daun disebelah atas memucat diikuti dengan menunduknya tangkai. Apabila perbatasan akar dan batang dipotong atau dikelupas akan terlihat cincin cokelat kehitaman dengan busuk basah pada bekas pembuluh. Pengendalian : Pengapuran sebelum tanam Pembuatan saluran drainase yang baik Cabut tanaman yang terserang dan musnahkan, lubang bekas tanaman di taburi kapur secukupnya dan siram. Lakukan pergiliran tanaman yang tidak sefamili 4. Layu Bakteri Gejala : Untuk membedakan layu bakteri dan layu fusarium yaitu dengan cara memotong bagian yang terserang dengan cara melintang kemudian direndam dalam air bening. Layu bakteri ditandai dengan kaluarnya lendir berwarna putih asap. Pengendalian : Pengapuran sebelum tanam Pembuatan saluran drainase yang baik Cabut tanaman yang terserang dan musnahkan, lubang bekas tanaman di taburi kapur secukupnya dan siram. Lakukan pergiliran tanaman yang tidak sefamili 5. Busuk Phytophthora Gejala : Ditandai dengan busuk cokelat kehitaman, tanaman layu kemudian mati tanpa daun menguning terlebih dahulu. Batang yang terserang apabila tidak segara dipotong dapat cepat mati dan penyakit menular ke tanaman sekitarnya. Daun yang terserang seolah-olah tersiram air panas dan buah terlepas dari kelopaknya kemudian menjadi busuk. Pengendalian : Potong bagian yang terserang, kemudian olesi dengan fungisida berbahan aktif Propinep, Fluopikolid, dan mancozeb Lakukan sanitasi lingkungan dan buang semua bagian tanaman yang terserang 6. Rebah Batang Gejala : Bibit yang masih muda tiba-tiba rebah dan mati, pangkal batang terlihat berwarna cokelat hitam kebasah-basahan mengerut dan kemudian tanaman mati. Pengendalian : Perendaman benih dan penyemprotan fungisida bahan aktif Propamokarb Hidroklorida . 7. Bercak Daun Gejala : Daun menguning dan gugur ditandai dengan adanya gejala awal yaitu bercak berwarna pucat sampai putih, warna bagian tepi lebih tua. Pengendalian : Bersihkan semua yang terserang, dan gunakan fungisida berbahan aktif Carbendazim dan Propinep secara bergilir. Sumber materi : Prajnanta, Final. 2011. 38 Kiat Sukses Bertanam Cabai di Musim Hujan. Jakarta: Penebar Swadaya https://denmamat.wordpress.com/category/hama-dan-penyakit-tumbuhan/