Loading...

Penyakit Utama Tanaman Padi Sawah

Penyakit Utama Tanaman Padi Sawah
PENYAKIT UTAMA TANAMAN PADI SAWAH A.PENDAHULUAN Padi merupakan hasil pertanian yang utama karena merupakan bahan pokok makanan masyarakat indonesia bahkan dunia.Akan tetapi,tidak setiap musim panen padi sesuai dengan harapan para petani.Hal ini disebabkan banyak faktor.Salah satu nya yaitu Peyakit utama pada padi sawah. Waktu serangan penyakit pengganggu tanaman antara lain: 1.Bercak coklat,Penyakit ini menyerang tanaman pada umur mulai di pembibitan sampai umur 52 HST 2.Tugro,Biasanya tanaman diserang pada umur 0 – 52 HST 3.Kresek,Blas,hawar pelepah,Busuk batang,penyakit ini biasa meyerang pada umur 10 – 66 HST 4.Kerdil hampa,Kerdil rumput,Bercak cercospora,Penyakit ini meyerang tanaman pada umur 10 – 66 HST 5.Busuk pelepah,Penyakit ini menyerang taanaman pada umur 52 – 90 HST B.PENYAKIT UTAMA TANAMAN PADI Hawar Daun Bakteri (Kresek) Penyebab hawar daun bakteri : Xanthomnas Oryzae pv.oryzae Penyebab penyakit ini dapat mengifeksi tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman,dari mulai persemaian sampai menjelang panen.Patongen menginfeksi tanaman padi pada bagian daun atau lubang alami berupa stomata dan merusak klorofil daun yang meyebabkan menurunnya kemampuan fotosintesis,jika terjadi pada tanaman muda mengakibatkan mati dan pada tanaman fase generatif mengakibatkan pengisian gabah menjadi kurang sempurna. Gejala serangan hawar daun bakteri: Pada awal pertumbuhan tanaman yang terserang menjadi layu dan mati,gejala ini disebut kresek.Gejala kresek sangat mirip dengan sundep. Penyebab Serangan Hawar daun bakteri: 1.Kelembaban tinggi terutama pada musim hujan disertai angin kencang. 2.Pemupukan Nitrogen dosis tinggi tanpa diimbangi pupuk kalium 3.Lahan tergenang terus menerus 4.Adanya inang alternative seperti gulma,tunggul jerami yang terinfeksi. Pengendaliaan Hawar Daun Bakteri 1.Gunakan benih dari tanaman yang tidak tertular penyakit Hawar Daun Bakteri 2.Sistem tanam legowo dan pengairan berselang (intermitten) 3.Dosis pemupukan menggunakan rekomendasi PUTS dan BWD untuk menekan perkembangan penyakit tersebut Ndan K digunakan secara berimbang. 4.Sanitasi Lingkungan sawah dari gulma dan sisa tanaman yang terinfeksi. 5.Menanam Varitas padi yang tahan hawar daun bakteri. 6.Penggunaan bakterisida dengan bahaan aktif prokloraz klorida kompleks (contoh:Oktave 50 WP) dengan dosis 500 gr/ha.Waktu aplikasi dilakukan saat umur padi 30 HST dan 45 HST. Bakteri Daun bergaris(Bakterial leaf streak) Penyebab bakteri daun bergaris : Xanthomonas oryzae pv Oryzicola Gejala bakteri daun bergaris: Berwarna hijau tua dan seperti rembesan air,biasanya dari fase anakan sampai stadia bunting. Jika terinfeksi parah,luka membesar dan bersatu kemudian berubah warna menjadi coklat sampai putih keabu-abuan dan mengering. Pengendalian hawar daun bergaris : Dilakukan seperti pengendalian terhadap Hawar Daun Bakteri (Kresek) Hawar Daun Jingga(red stripe) Penyebab Hawar Daun Jingga:Pseudomonas sp,yang berwarna putih,dan Bakteri Bacillus sp,yang berwarna kuning. Gejala Hawar Daun Jingga: a.Diawali dengan titik kecil berwarna jingga (oranye) di helaian daun. b.Dari titik tersebut terbentuk garis lurus (stripe) berwarna jingga berkembang ke arah ujung daun. c.Gejala ini menjadi hawar, mirip dengan gejala yang disebabkan oleh hawar daun. Pengendalian hawar daun jingga : Dilakukan seperti pengendalian terhadap Hawar Daun Bakteri (Kresek). Blas(blast) Penyebab blas: Pyricullaria grisea Penyebab penyakit ini dapat menginfeksi pada fase pertumbuhan tanaman dari mulai persemaian sampai menjelang panen. Gejala Blas: Bagian daun terinfeksi hingga muncul gejala penyakit yaitu bercak coklat berbentuk belah ketupat,serangan terjadi pada fase bibit dan vegetatif Luka pada tulang daun berwarna coklat yang merusak seluruh daun yang berdekatan.Gejala penyakit berkembang pada tangkai atau leher malai seperti sabuk coklatyang menyebabkan malai terluka,serangan terjadi pada fase generatif. Cara Pegendalian Blas: Gunakan benih dari tanaman yang tidak tertular penyakit blas Dianjurkan melakukan seleksi dan perlakuan benih. Sistem tanam legowo dan pengairan berselang (intermitten)sangat dianjurkan. Dosis pemupukan menggunakan PUTS dan BWD.untuk menekan pertumbuhan penyakit tersebut pupuk N dan K digunakan secara berimbang. Hindarkan tanam varietas yang sama terus-menerus sepanjang tahun. Penggunaan fungisida yang berbahan aktif (Tricyclazole 75%. Hawar Pelepah (Sheat blight) Penyebab Hawar Pelepah: Rhizoctonia solani. Gejala Hawar Pelepah: Gejala awal berbentuk oval,hijau keabu-abuan selebar 1 cm tampak dipelepah daun. Luka membesar 2-3 cm dan lebar 1 cm bagian tengah menjadi hijau pucat atau putih dikelilingi pinggiran ungu coklat yang tidak teratur. Luka dibagian atas tanaman dapat merusak pelepah dan batang. Tanaman terinfeksi parah tidak dapat mengisi bulir dengan sempurna terutama dimalai bagian bawah. Meningkatnya kerebahan atau berkurangnya anakan akibat matinya anakan. Cara Pengendalian hawar Pelepah: Olah tanah secara sempurna dan mengubur sisa-sisa tanaman yang terinfeksi. Pemberian pupuk N (Urea) berdasarkan rekomendasi PUTS dan BWD. Menggunakan varietas dengan morfologi tegak. Keringkan sawah beberapa hari pada saat anakan maksimun. Jarak tanam yang tidak terlalu rapat, dianjurkan sistem tanam jajar legowo. Rotasi tanaman dengan kacang kacangan untuk menurunkan serangan penyakit. Aplikasi Fungisida yang berbahan aktif Heksakonazol yang dapat diaplikasikan pada saat anakan maksimal/bunting (44-55 HST) dan menjelang pembungaan (60-65 HST) dengan dosis 1 Liter/Ha. Bercak Coklat (brown spot) Penyebab bercak coklat:Helminthosporium oryzae Gejala bercak Coklat: Tanaman terserang sejak pembibitan sampai masak susu Benih yang terinfeksi terdapat luka kuning coklat bulat atau coklat Daun yang terinfeksi,jamur membentuk oval atau bulat berwarna coklat muda hingga abu-abu ditengah,dikelilingi bercak coklat kemerahan.sering kali bercak dikelilingi lingkaran kekuningan Malai terinfeksi terdapat bercak coklat atau hitam oval diseluruh permukaan Bunga yang terinfeksi dapat menyebabkan pengisian bulir tidak sempurna. Cara Pengendalian Bercak coklat: Menggunakan benih bersertifikat,dianjurkan seleksi benih dan perlakuan benih Pemupukan Berimbang,Monitoring nutrisi tanah,tanah silikon rendah maka aplikasi kalsium silikat sebelum tanam Penggunaan varietas tahan Aplikasi Fungisida pada fase anakan maksimum dan awal pembungaan,menggunakan fungisida berbahan aktif Heksekonazol 50 gr/Liter. Busuk batang. Penyebab busuk batang : Helminthosporium sigmoideum Gejala Serangan: Bercak berwarna hitam dengan bentuk tidak teratur pada sisi luar pangkal batang dan bertahap membesar Dapat menembus batang padi yang menyebabkan anakan mati dan tanaman rendah Serangan terjadi pada fase anakan sampai matang susu Tanaman mudah rebah saat masa mulai pengisian Dapat menyebabkan biji gabah hampa dan beras mengapur. Cara pengendalian busuk batang: Penggunaan pupuk N (Urea) sesuai dengan rekomendasi PUTS dan BWD Tunggul-tunggul padi sesudah panen di dekomposisi Keringkan Tanah sampai tanah reak sebelum diairi lagi Gunakan Fungisida yang berbahan aktif Heksekonazol 50 gr/ltr Tugro (Virus Tungro) Tungro merupakan salah satu penyakit penting pada padi,sangat merusak dan tersebar luas.Wereng hijau sebagai pembawa vektor dan menyukai tanaman muda. Gejala Tugro: Perubahan warna daun menjadi kuning atau kuning oranye dan tanaman tumbuh kerdil. Tanaman terinfeksi akan berkurang jumlah anakan dan spot-spot berwarna karat pada daun Malai terlambat tumbuh atau tidak lengkap,pendek dan bulir akan hampa atau banyak setegah terisi Dapat terjadi disemua stadia pertumbuhan tanaman,paling banyak pada fase vegetatif.sumber virus tungro bersumber dari : Tunggul tanaman sebelumnya dan tanaman terserang disekitar lahan Virus tungro disebarkan oleh wereng hijau (vektor) dengan cara menghisap tanaman. Cara Penggendalian Tungro: Tanaman yang terinfeksi tungro sukar untuk diselamatkan Tindakan pencegahan yang lebih efektif dilakukan dengan cara: Waktu tanam yang tepat dan serentak,dianjurkan sistem tanam jajar legowo,sanitasi lingkungan,sanitasi tanaman terinfeksi Varietas tahan wereng hijau dan tahan virus Sawah jangan dikeringkan,agar wereng hijau tidak aktif berpencar Wereng hijau sebagai vektor harus dikendalikan dengan insektisida. Kerdil Rumput (grassy stunt) Secara umum kerdil rumput padi tidak terlalu luas sebarannya.penyakit ini menjadi masalah serius dibeberapa area tertentu saat terdapat ledakan wereng coklat (vektor). Gejala serangan kerdil rumput: Tanaman terinfeksi berat akan menjadi kerdil dengan anakan berlebihan sehingga tampak seperti rumput Pertumbuhan tanaman sangat tegak Daun kaku berwarna hijau pucat sampai hijau kekuningan,lebih pendek dan lebih sempit dari daun normal Daun tetap berwarna kuning walaupun diberikan tambahan pupuk nitrogen Daun baru akan tampak bercak-bercak atau garis-garis Gejala berkembang 10 – 20 hari setelah infeksi Pengendalian kerdil rumput: Wereng coklat sebagai vektor harus dikendalikan dengan insektisida Tunggul terinfeksi harus di bajak dan ditenggelamkan pada saat olah tanah untuk mengurangi sumber Virus. C.PENUTUP Penyakit padi dapat menyebabkan kegagalan panen.sehingga perlu dilakukan pengendalian secara dini.dan melaksanakan pengamatan di lahan pertanaman secara rutin.Penyakit dapat dikendalikan dengan cara P2T3 harus serentak.dan olah tanah haru sempurna. Disusun oleh: PPL Desa Panambean Marjanji Dan Bayu Bagasan (BESNAT M NAINGGOLAN) NIP: 198209292017061001