Penyambungan Lada Dengan Kayu Sesirihan Untuk Mengantisipasi Penyakit Busuk Pangkal Batang Lada.
PENYAMBUNGAN LADA DENGAN KAYU SESIRIHAN UNTUK MENGANTISIPASI PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG LADA.Nara Sumber/Praktisi Penyambungan Lada dengan Kayu Sesirihan: Sarkoni, A.Md.PPL WKPP TANJUNGBARU BUKITKEMUNING Lada merupakan tanaman yang menjadi ikonik daerah Lampung, termasuk juga Lampung Utara, tak terkecuali di Kec. Bukit Kemuning. Kendala utama yang sering ditemui di kebun petani adalah matinya lada yang ditandai busuknya pangkal batang lada. Jika di lahan kebun ada pohon lada yang terserang busuk pangkal batang maka akan sangat mudah menyebar ke seluruh areal kebun, sehiingga mengakibatkan kerugian bagi peteni lada. Kayu sesirihan yang banyak dan mudah dijumpai sebagai tanaman liar mempunyai sifat yang tahan terhadap kekeringan, tahan terendam mempunyai sifat yang agak mirip dengan pohon lada misalnya batangnya mempunyai ruas seperti batang lada, daunnya seperti daun lada, begitu juga buahnya membentuk tandan seperti tandan buah lada. Atas dasar itulah maka dilakukan penyambungan antara sulur panjat batang lada dengan kayu sesirihan.Untuk melakukan penyambungan diperlukan bahan dan alat sebagai berikut; Bahan: sulur panjat lada ukuran 1—2 ruas, tanaman kayu sesirihan. Alat: pisau setek yang tajam dan steril, plastik pengikat transparan, plastik penutup sambungan (sungkup) yang transparan. Caranya: kayu sesirihan dipotong, lalu dibelah seperti huruf “V” Setek lada diiris kiri kanan sisi membentuk huruf V terbalik, lalu setek lada dimasukkan ke kayu sesirihan tadi. Kemudian diikat dengan cara dililit dari bawah sambungan menuju ke arah atas sambungan dengan menggunakan plastic pengikat. Setelah itu disungkup dengan plast ik penutup sambungan. Biarkan selama kira-kira 21 hari. Baru sungkupnya dibuka, kalau sambungan berhasil/hidup ditandai dengan tumbuhnya tunas baru di setek lada. Jika tidak berhasil terlihat setek hitam dan mati. Untuk mendapatkan hasil sambungan yang baik (berhasil) sebaiknya penyambungan dilakukan pada Oktober—November atau sebelum musim hujan (Sayidil Amin, THL-TBPP BPP/UPTD Pertanian Kec. Bukitkemuning)