PENYEBAB DAN CARA PENANGGULANGAN DIARE (MENCRET) PADA TERNAK RUMINANSIA Beberapa penyebab penyakit pada ternak antara lain: gangguan metabolik, bakteri/kuman, virus dan parasit. Salah satu gejala yang timbul akibat penyakit tersebut adalah diare yang berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. PENYEBAB DIARE Gangguan Metabolik Gangguan ini diakibatkan kekurangan atau ketidakmampuan penguraian proses fisik dan kimiawi dalam tubuh ternak yang disebabkan oleh ternak memakan bahan makanan yang kaya hidrat arang, makanan berkadar gula tinggi, potongan sayur mayur, padi-padian dan hasil ikutannya; kondisi tubuh ternak yang jelek dengan kualitas makanan yang kurang bermutu (banyak mengandung serat); kekurangan air minum. Gangguan ini dapat dicegah dengan menjaga kondisi ternak tetap sehat, pemberian pakan berkualitas dan seimbang serta air minum yang cukup. Pengobatan dilakukan dengan memberikan infus cairan elektrolit untuk mencegah dehidrasi serta pemberian antihistamin dan antibiotika untuk mengurangi kuman lactobacillus. Bakteri (Kuman) Kuman yang sering mengakibatkan diare antara lain: Colibacillosis Penyakit ini sering menyerang pedet berumur kurang 4 bulan yang disebabkan oleh E.coli dengan ditandai diare profus, tinja berbentuk pasta dan sangat berair berwarna putih/kuning dengan bau yang sangat menusuk. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, segera memberikan kolostrum (cairan air susu yang keluar pertama kali dari induknya) kepada ternak yang baru lahir. Pengobatan dengan memberikan antibiotik. Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare ternak diinfus dengan cairan electrolit. Salmonellosis Penyakit ini menyerang ternak semua umur, disebabkan oleh kuman Salmonella yang ditandai oleh diare bercampur darah, kotoran berbau busuk berwarna coklat kehitaman. Pencegahan dilakukan dengan memisahkan ternak yang sakit dengan yang sehat, sanitasi kandang diperbaiki, jangan membeli ternak dari tempat yang pernah terserang penyakit tersebut. Enterotoxemia Ternak yang masih muda lebih sering terserang dibanding yang lebih tua. Penyebabnya adalah kuman Clostridium prefringens type A dan C(B) dimana kuman ini menghasilkan enterotoxin yang menyebabkan diare campur darah. Pengobatan dengan antibiotika kurang berhasil kecuali tersedia antitoxin. Parasit Internal Ada beberapa parasit internal penyebab diare, antara lain: Penyakit ini menyerang ternak pada kondisi kandang yang sangat kotor dan penyakit akan lebih parah/terjadi komplikasi dengan penyakit lain apabila ternak mengalami stress. Pencegahan dilakukan dengan cara memperbaiki sanitasi lingkungan, menghidari kandang yang kotor dan becek, mengurangi kepadatan kandang, mengisolasi ternak yang sakit dan pemisahan ternak berdasar umur. Pengobatan dengan memberikan preparat sulfa/elektrolit dengan dosis sesuai berat badan atau petunjuk dokter hewan. Nematodosis Gastrointestinalis Jenis nematoda ini hidup pada alat pencernakan (lambung dan usus) ruminansia. Ada 5 jenis nematoda yang berbahaya, yaitu cacing gelang, cacing bungkul, cacing kait, cacing lambung, dan cacing rambat. Gejala yang ditimbulkan selain diare, juga ternak menjadi kurus serta anemia yang berakhir dengan kematian. Pencegahan dilakukan dengan pemberian ransum yang baik, menghindari kepadatan kandang, pemisahan ternak berdasar umur, sanitasi yang baik dan pemberian obat cacing secara teratur. Pengobatan dengan obat cacing berspektrum luas. Hal-hal yang perlu diperhatikan apabila terjadi diareL Pemberian obat-obatan tradisional Minumkan air rebusan daun jambu biki Minumkan air teh yang pekat Arang ditumbuk halus dicampur air kemudian disaring, air saringan diminumkan. Minumkan cairan garam oralit. Obat-obatan tradisional hanya sebagai pertolongan pertama agar penyakit tidak semakin parah Pengobatan terhadap penyebab diare Apabila penyebabnya cacing dapat diberikan obat cacing seperti: phenothiazine, Pyrantel, Thiabendazole, Levamisole Apabila penyebabnya kuman dapat diberikan antibiotik, antara lain: Caloramphenicol, Tetracycline, Chlortetracycline, Oxytetracycline Apabila penyebabnya coccidia dapat diberikan preparat sulfa Apabila penyebabnya virus, tidak ada obatnya. Pengobatan bersiat simtomatis (pengobatan terhadap gejala-gejala penyakit). Pemberian antibiotika ditujukan terhadap infeksi sekunder. Segera hubungi dokter hewan/poskeswan/petugas peternakan terdekat Disusun oleh : Bambang Sutriady, SPt NIP. 19630910 198303 1 006 (UPTD Pertanian Kec. Batulayar)