Loading...

Penyediaan Benih Tanaman Jeruk

Penyediaan Benih Tanaman Jeruk
Penyediaan benih jeruk bebas penyakit dilaksanakan dengan mengembangkan Blok Fondasi (BF) dan Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT). Blok Fondasi (BF)Blok Fondasi (BF) sebagai sumber pohon induk bebas penyakit varietas unggul yang dipilih. BF telah dibangun di 13 provinsi (Jatim, Riau, Kalbar, Sulsel, Bali, Jateng, NTB, Jabar, Kalsel, NTT, Sultera, Sumut, dan DI. Aceh). Pada BF ini, pohon induk jeruk diperiksa setiap tahun, apakah masih bersih dari tularan penyakit CVPD dengan teknik indeksing. Selain itu, BF juga menghasilkan mata tempel/bebas penyakit yang akan dikembangkan di BPMT. Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT)Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) telah dibangun di berbagai wilayah sentra jeruk. Pembuatan benih jeruk harus menggunakan mata tempel (entris) yang berasal dari BPMT yang bebas penyakit untuk para penangkar bibit. Lokasi BPMT berada di 18 provinsi (Jatim, Jambi, Kaltim, Kalbar, Sulsel, Bali, Jateng, NTT, Jateng, Kalsel, NTT, Sultera, Sumut, Bengkulu, Sumbar, Jambi, Lampung, dan Sulut). Penyediaan Bibit di Daerah Pasang SurutUntuk penyediaanan bibit jeruk di lahan pasang surut, perlu teknologi yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Penyediaanan bibit jeruk untuk lahan pasang surut ini dikenal dengan cara okulasi cangkok/okucang. Bibit yang berasal dari okulasi memiliki kelemahan, antara lain pembentukan akar tunggang jika telah menembus air tanah (yang umumnya relatif dangkal untuk pertumbuhan tanaman) akan mengalami kemunduran dan bahkan kematian. Oleh karena itu di lahan pasang surut, bibit yang lebih disukai petani adalah bibit cangkokan. Bibit cangkokan memiliki sistem perakaran yang menyebar di permukaan tanah sehingga sangat cocok ditanam di lahan berair, tanah dangkal seperti lahan pasang surut. Akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan bibit yang cukup banyak, cara cangkokan menjadi tidak efisien karena boros dalam menggunakan materi perbanyakan. Oleh karena itu untuk memperoleh bibit cangkokan yang memiliki perakaran yang menyebar, dengan menghemat kebutuhan materi perbanyakan dalam waktu relatif cepat, dikenal teknologi memperoleh bibit dengan cara okulasi cangkok/okucang.Bibit okucang dapat diperoleh dengan cara:• Menyemai batang bawah setelah mencapai ketinggian 40-50 cm siap untuk diokulasi dengan mata tempel dari sumber mata tempel;• Batang bawah ini diokulasi jika okulasi sudah berhasil (kira-kira 3 minggu) maka bibit siap untuk dicangkok;• Jika tinggi cangkokan kira-kira 5 cm di atas pangkal batang dan tinggi bibit mata tempel yang diokulasi sudah diokulasi kira-kira 25 cm, dengan demikian tinggi bibit okucang sudah 20 cm merupakan ketinggian ideal untuk diokulasi.Syarat-syarat BibitSelain penggunaan yang telah melalui alur yang ditetapkan, pemilihan bibit merupakan kunci sukses pembangunan kebun jeruk. Oleh karena itu, dalam memilih bibit harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:• Memilih kultivar yang sesuai dengan agroklimat;• Bibit yang klonal diketahui asal-asal usulnya dari pohon induk yang baik;• Bibit yang seragam dalam hal ukuran, vigor, kesehatan, dan genetisnya;• Bibit yang bebas dari tujuh penyakit sistemik, yaitu CVPD, Tristeza, Psorosis, Exocortis, Vein Enation, Tatter Leaf ,dan Xyloporosis;• Bibit yang tingginya sudah mencapai 80-100 cm dengan sistem perakaran yang menyebar, sehat pertumbuhannya, vigor, batangnya kokoh dengan permukaan kulit yang halus mulus, berwarna kecoklatan, dan tidak bertotol-totol keputihan atau keabu-abuan;• Bibit yang berlabel/bersertifikat dari BPSB untuk menjamin kebenaran kualitas;• Batang bawah yang dianjurkan yaitu YC dan RL atau bisa digunakan Troyer, Carrizo, Volkameriana dan Citru melo yang tahan terhadap penyakit triteza (CTV). Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian