Pengolahan tanah merupakan usaha manipulasi tanah dengan menggunakan tenaga mekanis untuk menciptakan kondisi tanah yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman. Salah satu usaha dalam pengolahan tanah tersebut adalah pembajakan tanah. Setiap daerah mempunyai ciri-ciri dan bentuk bajak yang berbeda beda. Bajak singkal sebagai salah satu alat pengolahan tanah dipandang sebagai peralatan mekanis yang dirancang terutama untuk menciptakan sistem mekanisasi yang dapat mengontrol pemakaian gaya sehingga menyebabkan terjadinya perubahan dalam tanah seperti penggemburan, pembalikan dan pemotongan serta pergerakan tanah . Kemajuan teknologi dan perkembangan industri membuat kemudahan dalam pengolahan tanah. Jarang ditemui lagi penggunaan alat pertanian tradisaional seperti penggunaan tenaga hewan. Penggunaan hewan (sapi atau kerbau) untuk kegiatan penggolahan tanah sebagai alternatif juga dihadapkan pada kendala semakin berkurangnya ladang penggembalaan dan meningkatnya permintaan hewan potong sehingga populasi semakin berkurang. Sejalan dengan permasalahan di atas, maka perlu diketahui kebutuhan trakstor tangan untuk pengolahan tanah untuk tanaman kedelai dengan menggunakan model simulasi sehingga dapat diketahui langkah strategis dalam upaya mencapai tujuan dasar mekanisasi pertanian secara selektif. Perhitungan peralatan yang diperlukan dengan jumlah dan jenis yang tepat dalam suatu mesin tertentu merupakan suatu rangkaian yang tidak terpisahkan dari setiap sektor kegiatan. Dasar perhitungan untuk keperluan mesin dapat didasarkan pada:1. Jumlah areal (ha) yang akan ditanam dalam satu tahun.2. Frekuensi penanaman dalam setahun.3. Lama tanam dan panen setiap musim.4. Jumlah operasi pada tiap musim tanam dan panen (sehubungan dengan keadaan cuaca, hari libur dan sebagainya) pada tiap kegiatan pengolahan lahan, tanam, pemeliharaan, panen, serta pengolahan hasil.5. Kapasitas tiap peralatan, agar dapat ditentukan jumlah keperluan mesin serta peralatan untuk tiap kegiatan, dari mulai mesin pengolahan tanah, tanam, pemeliharaan, panen , sampai mesin pengolahan hasil.Guna menentukan luas lahan optimal untuk mekanisasi, diperlukan perhitungan yang lebih mendalam, terutama ditinjau dari segi ekonomis dengan dasar perhitungan di atas (untuk keperluan mesin), biaya pemeliharaan mesin, gaji pegawai, serta harga komoditi yang akan dihasilkan. sementara itu terdapat hubungan yang erat antara operasi mesin dengan keadaan tanah, terutama kelembabannya serta jenis dan kelengketan tanah.Untuk daerah tropik seperti di Indonesia, penanaman kedelai di lahan kering dilakukan pada musim hujan. Jenis tanah yang lebih dikehendaki pada umumnya adalah tanah berpasir-debu, lebih baik daripada tanah yang banyak mengandung liat, atau tanah-tanah yang cepat kering setelah hujan (tidak terlalu kuat mengikat air). Dalam keadaan ini, mesin dapat bekerja efisien dan efektif, terutama jika menggunakan mesin-mesin yang memakai roda.Bentuk lahan yang ideal tentunya adalah yang berbentuk empat persegi panjang, sebab dalam bentuk ini waktu untuk berputar dari mesin lebih sedikit.Akan tetapi bentuk lahan demikian sulit dibuat karena dalam suatu hamparan tertentu perlu diperhatikan pengawetan serta keadaan kemiringan tanah, sehingga petakan tanah dan barisan tanam ditentukan oleh kontur yang bentuknya didasarkan atas kemiringan tanah.Persyaratan yang tidak kalah pentingnya adalah tanaman kedelainya sendiri. Ada beberapa persyaratan sifat-sifat varietas yang harus dimiliki untuk kelancaran penanaman dan pemeliharaan secara mekanisasi antara lain:1. Tanaman tumbuh dengan tegak dan harus tahan kerebahan.2. Percabangan tidak terlalu banyak.3. Polong pertama berada minimal 7,5 cm di atas permukaan tanah.4. Polong tahan pecah, sebab pada saat panen keadaan tanaman (batang dan polong) sudah betul-betul kering dan daun sudah gugur.5. Pertumbuhan tanaman harus seragam. Penyiapan Lahan Untuk Tanam. Untuk tumbuh, biji kedelai memerlukan kelembaban yang lebih besar daripada jagung. Biji kedelai harus mengisap air 50% dari beratnya untuk berkecambah, sedangkan jagung hanya 30%. Kelembaban tanah yang ideal untuk biji supaya cepat berkecambah adalah bila biji dikelilingi oleh butiran tanah yang halus. oleh sebab itu persiapan lahan untuk tanam kedelai memerlukan butiran-butiran halus.Penyiapan lahan sampai siap tanam meliputi pekerjaan pembajakan, penggaruan, serta perataan lahan. Pekerjaan pengolahan dan penyiapan lahan pada umumnya dikerjakan dengan menggunakan peralatan khusus yang biasa dikenal dengan disc plow sebagai alat bajak dan disc harrow sebagai alat garu tanah. Kedua alat ini dipasang di belakang wheel tractor atau dozer yang khusus untuk menarik dan oleh beberapa pabrik diperkenalkan dengan berbagai model. Sebagai contoh, ROME memperkenalkan dish harrow dalam beberapa seri, antara rain TRW, TAH, TAW, dan STBH. Keempat seri tersebut disertai dengan berbagai ukuran dan jumlah piringan bajak yang sangat menentukan kapasitas operasi peralatan (jam/ha).Setiap peralatan disc harrow seri ROME terdiri dari beberapa gang dan tiap baris terdiri dari beberapa piringan. Posisi gang berbeda dalam keadaan berjalan biasa dan dalam posisi operasi.Arah piringan pada waktu berjalan searah dengan arah jalan penarik, tetapi dalam posisi operasi arah barisan piringan (gang) miring membentuk sudut. Dengan posisi ini, piringan seolah-olah menggali dan membalikkan tanah serta memotong potongan kayu/akar tanaman/gulma. Besarnya sudut atau arah gang diatur oleh tekanan hidraulik yang dikendalikan oleh operator, dan menentukan dalamnya penggaruan/pembajakan tanah. Arah dozer yang menarik peralatan ini (baik disc plow/disc harrow) sejajar dengan kontur atau tegak lurus dengan kemiringan tanah. Pengolahan terdiri dari dua kali pembajakan dan dua kali penggaruan. Arah pengolahan kedua tegak lurus dengan arah pengolahan pertama.Setelah penggaruan terakhir akan didapatkan butiran-butiran tanah yang lebih halus dan sisa-sisa tanaman sudah terbenam, tapi permukaan tanah belum rata. Untuk mendapatkan permukaan tanah yang lebih rata, maka pekerjaan terakhir dalam penyiapan lahan adalah meratakan dengan leveller yang ditarik oleh wheel tractor. Arah gerakan leveller harus searah dengan kontur atau searah dengan arah tanaman. Dengan demikian akan lebih baik hasilnya.Penyunting: Yulia Tri SEmail : yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber: 1. Prarnono Djojodarmodjo dan Sujud H. Marco dalam buku Kedelai , Badan Penelitian nan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1985. Jl Merdeka 99 Bogor2. www.academia.edu/11833241/Laporan_Praktikum_Pengolahan_Tanah3. https://id.wikipedia.org/wiki/Alat_dan_mesin_pertanian