Penyimpanan Telur Telur Konsumsi Telur yang akan disimpan sebaiknya dipilih yang bersih secara alam, tetapi dapat juga dibersihkan secara kering. Pencucian secara basah pada penyimpanan selanjutnya dapat menyebabkan banyak terjadi pembusukkan. Apabila sangat kotor sebaiknya jangan disimpan Walaupun telah dibersihkan. Telur yang akan disimpan untuk jangka waktu yang lama tidak boleh mengandung bintik-bintik darah. Telur konsumsi harus secara teratur setiap hari dan dibawa dari kandang ke ruang penyimpanan yang baik. Telur dikumpulkan dengan keranjang kawat agar proses pendinginan berlangsung dengan cepat. Pendinginan akan lebih cepat dingin lagi bila telur segera dipindahkan ke baki yang beralas kawat, kemudian kipas listrik untuk pertukaran udara yang berada dalam ruang penyimpanan tersebut. Ruangan dengan pertukaran udara (ventilasi) yang baik sangat cocok untuk menyimpan telur. Bila ruangan kering dapat dibantu dengan memercikkan air di lantai atau goni basah/lembab yang digantungkan dalam ruangan. Karton, kotak, peti dan alat-alat wadah lainnya yang akan dipergunakan untuk pengepakan harus didinginkan seluruhnya lebih dahulu sebelum dipergunakan untuk pengepakan telur. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan telur antara lain :1. Letakkan bagian yang lancip di bawah dan bagian yang tumpul di atas. Ini dimaksudkan agar kantong udara yang berada di bagian yang tumpul tetap berada di sebelah atas, dengan demikian isi telur tidak mendesak kantong udara yang dapat merusak mutu telur.2. Telur jangan disimpan berdekatan dengan bahan makanan atau bahan yang berbau keras seperti bawang, terasi, ikan asin, minyak tanah dan lain-lain, karena kulit telur banyak mempunyai pori-pori, sehingga bau yang tidak enak mudah diserap.3. Menyimpan telur sebaiknya dengan menggunakan alat pendingin, karena suhu udara yang tinggi dengan kelembaban rendah akan menurunkan mutu telur. Telur sebelum dipak, disimpan terlebih dahulu di tempat yang dingin dengan patokan suhu kurang dari 10 0 c dengan kelembaban udara 60 %, suhu 10 – 15,5 0 c dengan kelembaban 70 %, suhu 15,5 – 21,1 0 c dengan kelembaban 80 %, Suhu penyimpanan telur sebaiknya antara 1,5 sampai dengan 0 0 c dengan kelembaban udara 85 -90%. Dengan cara ini telur dapat disimpan selama 6 bulan. Agar lebih tahan lagi dapat disimpan selama 6 bulan. Agar lebih tahan lagi dapat disimpan pada gudang pendingin (cold storage) dengan suhu - 1,7 0 c sampai dengan - 1,1 0 c. Menyimpan telur dalam Rumah Tanggaa. Penyimpanan dalam suhu kamar dapat juga dilakukan tetapi telur hanya dapat bertahan dalam waktu yang singkat, Penyimpanan dalam suhu kamar sebaiknya jangan lebih dari 3 hari sejak telur tersebut dikeluarkan oleh induknya.b. Penyimpanan telur dapat dilakukan dalam lemari es sehingga dapat bertahan sampai 7 minggu.c. Bila tidak mempunyai lemari es, telur dapat disimpan dalam periuk tanah yang dikubur dalam tanah sampai ke leher periuk. Pada bagian dalam periuk tersebut dialasi dengan jerami atau daun pisang kering. Tanah disekitar periuk selalu disiram dengan air agar tetap basah. Dalam hal ini suhu dalam periuk akan lebih rendah dari pada suhu kamar.d. Meminyaki telur, kwalitas telur dapat menurun karena adanya penguapan air melalui kulit, menyebabkan ruang udara makin membesar dan berat telur semakin berkurang. Kerugian ini dapat dikurangi dengan cara menutup pori-pori dengan minyak yang tidak mempunyai rasa , tidak berbau dan tidak tengik. Meminyaki telur ini tidak boleh lebih dari 24 jam setelah ditelurkan. Caranya denganpenyemprotan atau dicelupkan. Dengan jalan mencelupkan akan lebih awet daripada bila disemprotkan. Digunakan 3,8 liter minyak untuk 600 butir telur. Keuntungan peminyakan ini juga untuk mengurangi penyerapan bau, mencegah pertumbuhan jamur dan mencegah perembesan bakteri kedalam telur.e.Merendamkan pada larutan kapur sirih dan garam, dengan cara buatlah larutan kapur sirih dan garam secukupnya. Rendam telur-telur dalam larutan tersebut selama 2 hari, 2 malam, sebelum disimpan bilas dulu dengan air bersih. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber bacaan : Direktorat Jenderal Peternakan. Jakarta.