Loading...

PENYULUH KONAWE SELATAN BERLATIH MENULIS

PENYULUH KONAWE SELATAN BERLATIH MENULIS
Kemampuan verbal seorang penyuluh dalam berinteraksi dengan masyarakat tani tidak diragukan lagi. Tapi tidak dengan menulis. Penyuluh pertanian yang saban hari bergelut dengan berbagai persoalan petani, cukup kesulitan jika harus menulis sesuatu yang ilmiah. Apalagi dikemas dalam bentuk tulisan ilmiah populer. Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melihat kelemahan itu dan berinisiatif melatih para penyuluhnya agar bisa menulis, setidaknya artikel-artikel ringan tentang kegiatan penyuluhan yang dilakoni sehari-hari. Apalagi sekarang telah ada media online wadah tulisan bagi para penyuluh yaitu cyber extention. Pelatihan kepenulisan ini menjadi agenda utama dalam kegiatan bertajuk "Pelatihan Teknis Dasar Pertanian" yang diselenggarakan di Aula Pertemuan BP4K Konsel di Andoolo, Kamis, 26 Mei 2016. Pesertanya terdiri dari seluruh penyuluh PNS yang bertugas di Konsel ditambah dengan para penyuluh THL-TBPP(Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BP4K Konsel, Ir. H. Agusalim, MSi. Dalam sambutannya dia menyampaikan empat hal pokok yang diemban penyuluh di daerah ini, yakni swasembada dan swasembada berkelanjutan, mendorong diversifikasi pangan, meningkatkan nilai tambah, dan peningkatan kesejahteraan petani. Kegiatan ini juga diisi dengan materi yang disampaikan oleh Sekretaris BP4K, Herman Lakke, SP. Substansi materinya menyangkut hal-hal kesekretariatan yang harus dipenuhi penyuluh dalam meningkatkan profesionalitas kerjanya. Materi penulisan untuk media cyber extention dibawakan oleh Andi Syahrir, STP., MSi., penyuluh pertanian dari Sekretariat Bakorluh P2K Sultra. Dikemukakannya bahwa menulis tidak bisa dilakukan dengan hanya membaca, mendengarkan maupun mengikuti perkuliahan. "Menulis seperti orang berenang. Sesering bagaimanapun seseorang membaca buku tentang teknik berenang, tidak akan pernah bisa merasakan bagaimana rasanya berenang jika tidak pernah nyebur ke air," kata Andi Syahrir. Demikian halnya dengan menulis. Sebanyak apapun teori dan teknik menulis yang dibaca, jika tak pernah dipraktekkan, maka seseorang tidak akan pernah bisa menulis. Kepada peserta pelatihan, dia berpesan, agar sering-seringlah berlatih menulis. Kemampuan ini sangat bermanfaat dalam mendukung profesionalitas seorang penyuluh. Jika tidak mampu menulis, maka media cyber extension yang disiapkan oleh pemerintah akan menjadi mubazir karena tidak pernah diisi oleh tulisan-tulisan dari penyuluh. Di akhir kegiatan, peserta diminta untuk menuliskan kegiatan ini berdasarkan sudut pandang masing-masing. Hasilnya lumayan menggembirakan. Beberapa penyuluh tampak cukup berbakat menuangkan gagasannya melalui tulisan. Meskipun demikian, masih sebagian besar peserta yang harus lebih banyak belajar dan berlatih. (Penulis : Andi Syahrir, STP., MSi - Penyuluh Pertanian Muda Sekretariat Bakorluh)