Kelompok tani adalah kumpulan petani yang terikat secara non formal dan dibentuk atas dasar kesamaan, kepentinganm, kesamaan kondisi dan lingkungan(soaial, ekonomi,sumberdaya), keakraban, dan keserasian, serta mempunyai pimpinan untuk mencapai tujuan bersama. Kelompok tani juga dibentuk atas untuk memcahkan permasalahan yang dihadapi petani yang tidak bisa diatasi secara individu, kelompok tani juga dapat dibentuk secara swadaya maupun atas dasar kepentingan kebijakan dari pemerintah melalui dinas pertanian. Sementara Kelompok wanita tani (KWT) merupakan salah satu bentuk kelembagaan petani yang mana anggotanya terdiri dari wanita-wanita yang berkecimpung dalam kegiatan pertanian, berbeda dengan kelompok tani yang lainnya, kelompok wanirta tani dalam pembinaanya diarahkan unutk mempunyai suatu usaha produktif dalam skala rumah tangga yang memanfaatkan atau mengolah hasil-hasil pertanian maupun perikanan, sehingga dapat menambah penghasilan keluarga. Di Desa cigadog kecamatan cisalak kabupaten subang terdapat lima kelompok tani dewasa, dan empat kelompok wanita tani (KWT), salah satunya adalah Kelompok Wanita tani Primadona yang berada di kp.sangkali wetan RT 03 RW 02 Desa cigadog. Dengan di pimpin oleh ketua N.Baedah Sekertaris etin Bendahara Yuyun. Adapun kegiatan usaha KWT Primadona ini adalah dengan membuat aneka olahan pangan aneka cemilan tradisional yang kini perajinnya sudah semkain jarang ditemukan, para pengusaha atau UKM lebih memilih membuat aneka macam keripik dibandingkan dengan membuat penganan tradisional seperti Opak ketan bakar, ranginang, rangining, kolontong dan satu lagi penganan yang cantik dan rasanya gurih yaitu dapros, kue dapros ini sekarang banyak diproduksi di KWT primadona menerima pesanan, baik partai besar atau kecil. Dengan varian rasa yang bermacam-macam, mulai dari rasa terasi, kencur, original, dan ebi. Namun ada yang lain di KWT primadona ini, ketua kelompoknya bernama N.baedah memilih berusaha produksi telur asin, menggunakan telur asin bebek yang masih segar yang ia dapatkan dari peternak dengan jumlah produksi 400 butir per minggu, pemasarannya dilakuan dengan berbagai cara ada yang dijual langsung ke konsumen dengan harga eceran Rp.3.000,- disimpan di warung-warung dengan system konsinyasi, dan ada yang dijual kemasan dengan harga Rp.10.000,- per pack isi tiga butir. Pada tanggal 15 januari PPL desa cigadog berkoordinasi dengan UPTD Peternakan wilayah selatan kabupaten subang, pada koordinasi itu disepakati bahwa akan dilaksankan pembinaan KWT secara bersama-sama terutama untuk anggota yang memproduksi olahan dari hasil ternak. Akhirnya pada tanggal 17 januari 2019 dilaksankan kunjungan dan pembinaan KWT dari Dinas Peternakan bidang Pengolahan , adapun yang turut serta hadir pada acara tersebut adalah Hj.Nani Sumyati,SP. Rosmiati Kasi Pengolahan, imas JPPU, H.solihin kabid PU, Hj,neneng kasi distribusi, sahudin kasi investasi, drh.wina kasi keswan, soha staf PU, Dalam kesempatan itu juga hadir sekitar 25 orang anggota KWT, dan acara pertemuan dipandu langsung oleh Penyuluh Pertanian Desa Cigadog Kurniatin Nia,SP. Acaranya dimulai dari pembinaan kelembagaan KWT, pengembangan produk olahan telur, varian rasa telur asin, dan praktek langsung dalam pembuatan telur asin yang dilaksanakan oleh Anggota Kelompok, selanjutnya ada pengarahan oleh Pa Solihin Kabid PU, wawancara kapasitas usaha dan season Tanya jawab.. Kegiatan tersebut sangat antusias diikuti oleh para anggota KWT, terbukti semua peserta tetap ada dirumah ibu N,baedah unutk mengikuti acara sampai selesai. Kemudian dilakukan sesi foto bersama. Ungkap N.baedah selaku ketua KWT Primadona “Saya sangat senang dengan dilakukannya acara semacam ini, karena saya mersa diperhatikan oleh pemerintah sehingga saya semakin semangat untuk terus mengembangkan kapasitas usaha serta terus mengajak para anggota agar produktif, jangan menggantungkan kebutuhan hidup pada suami.” Katanya. Dia pun mengungkapkan bahwa “saya sudah mengikuti kegiatan pelatihan, pameran dan selalu didampingi oleh ibu PPL yang senantiasa memberikan informasi dan pembinaan kepada saya dan anggota, namun sekarang jadi lebih termotofasi lagi karena saya kedatangan tamu dari dinas peternakan itu membuka peluang yang lebih besar lagi” Pungkasnya. Kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara berkesimbungan terus bekerjasama dengan berbagai dinas intasni yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan petani seperti dinas peternakan, perikanan, koperasi, social dan yang lainnnya agar dapat terus bersinergi untuk mewujudkan cita-cita para petani dan kelompok tani agar dapat memenuhi kebutuhan sendiri, mengatasi permaslahan hidupnya dengan mandiri serta hidup sejahtera cukup sandang pangan, tidak bergantung pada bantuan pemerintah dan tidak pantang menyerah. (Kurniatin Nia.SP)