[JAKARTA] Penyuluh Pertanian di era pertanian 4.0 atau era digitalisasi pertanian harus mempunyai kemampuan di bidang teknologi informasi. Penyuluh pertanian harus Penguasai IT, karena pertanian tradisional sekarang sudah beralih kepertanian modern. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, bahwa seluruh insan pertanian harus melek teknologi. Segala sektor telah menggunakan teknologi. Begitu juga dengan pertanian. Oleh karena itu, kita harus siapkan semua sumber daya manusia agar melek teknologi,” ujar Mentan. Sementara itu agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 36 bertemakan penyuluh pertanian di era 4.0 diadakan di AOR BPPSDMP, Selasa (06/09/2022). Pada arahan Ngobras, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa kita harus manfaatkan Internet of Things (IoT) dalam proses penyuluhan pertanian. Saat ini bukan saatnya lagi penyuluhan pertanian hanya dengan melakukan lakususi. Fungsi penyuluhan itu adalah mengajak dan mendampingi petani agar mau dan mampu mengaplikasikan teknologi untuk menggenjot produktifitas pangan lokal dan untuk sama-sama menghindari krisis pangan global”.jelas Dedi. Narasumber Ngobras, Dike Cidrasari yang merupakan penyuluh pertanian berprestasi kabupaten Lebak, propinsi Banten telah memanfaatkan IoT dalam melaksanakan tupoksi penyuluh pertanian. Tujuan IoT bagi penyuluh pertanian diantaranya mempermudah akses pemasaran hasil pertanian, mempermudah dan mempercepat akses informasi yang kita butuhkan, mempermudah proses komunikasi yang tidak terhalang waktu dan tempat, mempermudah dan mempercepat penyampaian atau penyebaran informasi”. jelas Dike Cidrasari. Lebih lanjut Dike Cidrasari mengatakan IoT merupakan perwujudan dari sebuah sistem yang bertujuan mempermudah pekerjaan manusia dengan mengikuti kemajuan perkembangan teknologi dunia. Manfaat TIK bagi Penyuluh Pertanian yaitu sebagai media informasi bagi para petani, meningkatkan komoditas pertanian, memudahkan untuk berkomunikasi, mempermudah dalam pemasaran hasil pertanian. Sedangkan untuk sumber-sumber materi bisa didapatkan di youtube pertanian, Instansi pemerintah, Penyuluh Pertanian, Pengalaman petani, atau Sumber lain”.pungkas Dike Cidrasari.hvy