Penyuluh Pertanian Swadaya Komandan Penyuluhan di tingkat Desa
Jumlah Penyuluh Pertanian (PPL) yang semakin sedikit menimbulkan permasalahan baru dalam pembangunan pertanian di Kab. Wonogiri. Timpangnya jumlah ini dikarenakan tidak imbangnya rasio antara jumlah PPL baru dengan PPL yang pensiun. Untuk itu peningkatan kapasitas Penyuluh Pertanian Swadaya akan terus dilakukan. Dihadapan 20 orang pengurus Gapoktan dan Penyuluh Swadaya, Ir Djoko Satoto, Penyuluh Pertanian Kab. Wonogiri, menegaskan kembali peran PPS dan Gapoktan dalam mencapai swasembada pangan. Penyuluh Swadaya akan menjadi teladan dan ujung tombak penyuluhan. "Penyuluh swadaya (PPS) kedepan akan punya peran yang sangat besar. PPS akan menjadi komandan penyuluhan di tingkat pos penyuluhan desa." Ungkap Djoko. Hal ini disampaikan dalam acara Bimbingan Teknis di Balai Penyuluhan Kecamatan Jatiroto (9/11). Lebih lanjut, Djoko menjelaskan bahwa PPS memiliki kelebihan karena bergerak dari petani dan mendampingi petani. Menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat petani. Selain mendapatkan pengarahan dari Penyuluh Pertanian tingkat Kabupaten, pengurus Gapoktan dan PPS yang hadir juga mendapatkan peningkatan kapasitas mengenai hama penyakit tanaman yang disampaikan oleh Marsono, Pengamat Organisme Tanaman Kec. Jatiroto, serta Teknik Budidaya Semangka oleh Mulyadi, Penyuluh Pertanian Kec. Jatiroto.