Loading...

Penyuluh yang Profesional dan Pengembangannya

Penyuluh yang Profesional dan Pengembangannya
Keberhasilan penyuluh pertanian sebagai seorang penyuluh yang andal , dipengaruhi dari kemampuannya mengorganisasikan masyarakat khususnya pelaku utama dan pelaku usaha pembangunan pertanian dan mampu memanfaatkan semua potensi sumberdaya yang tersedia bagi keberhasilan pelaksanaan kegiatannya. Penyuluh dikatakan profesional jika memiliki pemahaman yang baik tentang beberapa hal sebagai berikut :1) Pengertian akan sifat dan peranan organisasi pelayanan penyuluhan dari tingkat pusat sampai tingkat wilayah kerjanya ; 2) Pengertian dan pengetahuan tentang teknologi yang berkaitan dengan materi yang diprogramkan; 3) Kemampuan untuk menjelaskan tujuan program sehingga program dapat diterima masyarakat sasaran; 4) kemampuan untuk mengorganisasikan masyarakat dan sumberdaya yang tersedia; 5) ketrampilan untuk melihat hubungan antara prinsip-prinsip kegiatan dan kenyataan yang dihadapi; 6) ketrampilan meneliti; 7) ketrampilan mengenai hubungan kemanusiaan. Pengertian akan sifat dan peranan kelembagaan penyuluhan meliputiCakupan, filosofi dan tujuan pembangunan masyarakat tani khususnya pelaku utama dan pelaku usaha pembangunan pertanian dengan memusatkan perhatiannya kepada tercapainya tujuan yang diinginkan. Memberi acuan tentang jenjang birokrasi yang harus dipahami untuk memperoleh informasi dan menyampaikan umpan balik dari bawah, apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dan semua potensi sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Pengetahuan tentang teknologi yang berkaitan dengan materi yang diprogramkan, Penyuluh perlu mengetahui segala sesuatu tentang teknologi yang diprogramkan, kesesuaian teknologi (teknis, ekonomi, dan sosial budaya), sumber teknologi agar memperoleh informasi lanjutan dan menyampaikan umpan balik jika ada masalah di lapangan, kaitan teknologi dengan masalah-masalah lokal dan kegiatan belajar teknologi yang diprogramkan. Kemampuan menjelaskan tujuan program, perlu dipahami betul : a) kegunaan tujuan, b) cara-cara mencapai tujuan, c) inter-relasi antar tujuan-tujuan yang ingin dicapai; d) ketrampilan dalam menyampaikan tujuan, sehingga berpengaruh terhadap efektivitas bimbingan dan pelaksanaan kegiatan Kemampuan mengorganisasikan masyarakat dan sumberdaya yang tersedia, yang berkaitan dengan : a) sifat dan fungsi organisasi; b) prinsip-prinsip organisasi; c) teknik-teknik berorganisasi; d) koordinasi dan integrasi kegiatan untuk tercapainya tujuan program. Ketrampilan untuk melihat hubungan antara prinsip-prinsip kegiatan dengan kenyataan yang dihadapi dalam praktek.Setiap penyuluh harus memahami bahwa tidak semua prinsip-prinsip yang ada dapat dengan mudah diterapkan pada kondisi masyarakat yang beragam. Oleh karena itu setiap penyuluh harus mampu memilih teknik-teknik penerapan prinsip tersebut secara tepat sasaran. Ketrampilan meniliti, yakni ketrampilan penyuluh dalam melibatkan setiap pihak yang terlibat dalam perumusan program untuk : a) mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi, b) menentukan kegiatan-kegiatan utama; c) merinci alternatif pemecahan masalah ;d) memilih alternatif pemecahan yang paling tepat dan pengambilan keputusan, e) selalu melakukan pengamatan dan evaluasi terhadap setiap kejadian yang muncul di wilayah kerjanya. Dalam perumusan program, penyuluh harus memerankan berdasarkan fakta yang terjadi. Ketrampilan dalam hubungan antar manusia, Penerima manfaat penyuluhan adalah pelaku utama dan pelaku usaha yang ingin dirubah perilakunya agar tahu, mau dan mampu menerapkan setiap inovasi yang terpilih untuk memperbaiki kehidupannya. Karena itu kegiatan penyuluh tidak terlepas dari hubungan antar manusia. Dalam prakteknya, setiap penyuluh dalam melaksanakan kegiatannya tidak selalu berhubungan secara langsung dengan setiap individu di wilayah kerjanya tapi memanfaatkan tokoh- tokoh masyarakat dan menggerakkan partisipasi masyarakat melalui kelompok-kelompoktani. Pengembangan profesionalisme penyuluhUpaya-upaya pengembangan profesionalisme penyuluh dilakukan melalui : 1) Penegasan tugas penyuluh hanya difokuskan pada kegiatan penyuluhan, tidak lagi merangkap jabatan , yang tidak terkait dengan fungsinya;2)Kunjungan kepada kelompoktani secara teratur dan berkelanjutan; 3) Supervisi yang teratur dan berkelanjutan; 4) Diklat bagi penyuluh lapangan yang teratur dan berkelanjutan 5) Peningkatan koordinasi dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian; 6) Koordinasi penyuluhan di lapangan .Dalam pengembangan profesionalisme penyuluh, ditekankan beberapa hal yaitu :: 1) merangsang penyuluh agar mau mengembangkan semangat belajar dan memilih jenis bentuk pelatihan yang dibutuhkan; 2) pendekatan penyuluhan mencakup pendekatan tradisional (menggurui), pendekatan pengalaman yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan; dan pendekatan kinerja; 3) bentuk-bentuk pelatihan preservice, inservice training dan on job training dan pelatihan pengembangan karier4) Tahapan pelatihan dan pemilihan metode pelatihan; 5) pelaksanaan kegiatan (kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, negosiasi, bekerja dalam tim, manajemen perubahan, resolusi konflik) ; 6) evaluasi kegiatan ( evaluasi perencanaan, proses, akhir dan dampak) Disunting oleh : Asia (Penyuluh BPPSDMP)Sumber Informasi : Sistem Penyuluhan Pertanian. 2009. Totok Mardikanto.