Penganekaragaman konsumsi pangan khususnya konsumsi karbohidrat harus didukung oleh penyediaan sumber pangan. Di Desa Gemarang ataupun kecamatan gemarang, merupakan daerah potensial penghasil ketela. Minat masyarakat untuk mengkonsumsi sumber karbohidrat non beras cukup tinggi, namun masyarakat Kecamatan Gemarang belum memproduksi sendiri produk olahan pangan ini. Sebagian masyarakat lebih senang menjual bahan baku mentah dibandingkan melakukan pengolahan sendiri yang mungkin memiliki resiko. Selain itu generasi muda di kawasan Gemarang banyak pula yang merantau ke luar pulau ataupun ke luar negeri. Melihat fenomena ini, menumbuhkan kembali minat – minat masyarakat untuk tergerak melakukan suatu kegiatan yang positif sekaligus berdaya saing sangat perlu digalakkan. Gerakan – gerakan pemberdayaan semacam ini harus di dukung berbagai pihak, tidak hanya kesolitan masyarakat, namun juga perlu dukungan pemerintah. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Gemarang pada Rabu, 14 Nopember 2018 di Balai Desa Gemarang pada pukul 09.00 – 12.00 WIB. Acara ini melibatkan berbagai pihak, sebagai pemrasaran materi yaitu PPL Desa Gemarang Sdri Dhevi Aprilia Marsha, SP. Sekaligus juga dihadiri Bapak Agus Jawari, S.Sos sekcam Kecamatan Gemarang. Sasaran penyuluhan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Gemarang dan PKK Desa Gemarang.Proses pembuatan Tiwul instan dimulai dari pembuatan tepung gaplek terlebih dahulu. Ketela dikupas, dibersihkan, lalu dipotong. Kemudian di haluskan dengan mesin selep. Setelah itu tepung ketela diperas dan dijemur sampai kering. Proses selanjutnya adalah menambahkan bahan lain sebagai inovas rasa pada tiwul, yaitu adonan pandan, coklat, ketela ungu, ataupun labu. Penambahan adonan lain ini selain menambah rasa juga pemberian warna alami. Proses penambahan rasa dilakukan saat tepung gaplek di kukus. Setelah di kukus, adonan didiamkan selama semalam. Kemudian di jemur kembali sampai kering. Penjemuran dapat dilakukan dengan penjemuran langsung di bawah terik matahari, atau menggunakan bangunan berlapis kaca. Tiwul sudah bisa digunakan. Simpanlah di tempat yang tertutup atau kering agar tepung tersebut awet jika ingin digunakan tidak sekali pakai. Untuk memasak tiwul kering, cukup dengan dikukus kembali. Output dari penyuluhan ini, diharapkan masyarakat baik individu maupun berkelompok dapat membuat dan menghasilkan 1 produk olahan, karena produk yang dihasilkan dapat diperkirakan menambah penghasilan petani, dan menjadi icon produk unggulan Desa Gemarang.(by Dhevi Aprilia Marsha, SP)