Pepaya (carica papaya L.) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika tropis. Pusat penyebaran diduga berada di daerah sekitar Meksiko bagian selatan dan Nikaragua. Di Indonesia, tanaman pepaya umumnya tumbuh menyebar dari dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu sampai 1.000 m di atas permukaan laut. Secara umum tanaman pepaya dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Namun demikian, tanah yang kaya bahan bahan organik, drainase dan aerasinya baik, serta pH 6,5-7 merupakan tanah yang ideal untuk penanaman pepaya. Di Indonesia terdapat banyak macam pepaya varietas lokal yang berkembang di daerah masing-masing juga varietas unggul hasil introduksi seperti pepaya Eksotika, Sunrise Solo, Bangkok dan California sudah banyak diusahakan. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika telah melepas 4 varietas pepaya yaitu Sari Rona, sari gading, Carindo dan varietas Merah Delima. Pepaya Merah Delima sudah dilepas dengan SK Menteri Pertanian No. 2275/Kpts/SR.120/5/2011. Pepaya ini sudah menyebar luas dan berkembang di petani tetapi di pasar tradisonal dan pasar modern, nama pepaya Merah Delima banyak dikenal masyarakat. Untuk meningkatkan daya saing dan pemasyarakatan pepaya Merah Delima perlu dilakukan pendampingan teknologi dan pelabelan buah di level petani produsen.Diskripsi Pepaya Merah DelimaPepaya merah delima telah melalui tahapan evaluasi selama kurang lebih 8 tahun untuk mengetahui kestabilan sifat morfolgidan kualitas maupun kuantitas buahnya. Keunggulan papaya Merah Delima yaitu daging buah lebih tebal, rasanya lebih manis dengan kadar gula (TSS) rata-rata 14 Brix, jumlah buah per pohon/4 bulan dapat mencapai 80 buah, produktivitas tanaman mencapai 90 ton/ha/4 bulan, dengan jumlah populasi 1.200 tanaman/ha. Diskripsi pepaya merah delima ini adalah (1) panjang buah 21-30 cm, lingkar buah 30-40 cm, (2) bobot buah 0,8-1,9 kg, (3) kekerasan daging 0,35-0,80 kg/cm2, (4) kekerasan kulit 0,68-0,88 kg/cm2, (5) bentuk buah silindris, (6) warna daging buah orange kemerahan, (7) 11-14,5 Brix, (8) persentase yang dapat dimakan 70-86 %, (9) tebal daging 2,5-4,5 cm, (10) bentuk rongga buah bintang bersudut lima, (11) tekstur dagung buah kenyal, (12) vitamin C 43,40-98,25 mg/100 g, (13) umur berbuah 2-3 bulan setelah tanam, (14) umur panen buah pertama 7-8 bulan setelah tanam, (15) tinggi buah pertama 45-60 cm, (16) produksi 70-90 ton/ha/4 bulan), (17) jarak tanam 2,5 x 2,5 m, (18) jumlah populasi/ha 1.200 tanaman, (19) agak tahan terhadap hama Trips dan Apid.Prospek Pengembangan Pepaya Merah Delima Jika memperhatikan pemasaran buah pepaya di pasar swalayan, hipermart, pasar tradisional, pinggir jalan, emperan toko dan lain-lain banyak kita temui pepaya yang bentuk dan ukurannya sedang tidak seperti pepaya Bangkok. Masyarakat mengenal pepaya California, namun jika diamati pepaya tersebut terdapat juga pepaya varietas Merah Delima. Hal ini karena adanya kemiripan dengan pepaya California. Pepaya Merah Delima sudah banyak menyebar luas dan berkembang di petani tetapi di pasar tradisional dan pasar modern belum banyak dikenal masyarakat. Pepaya ini sudah menyebar ke seluruh Indonesia melalui petani. Selain itu melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KPRL) Badan Litbang Pertanian bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di seluruh Indonesia. PTPN XII di Jawa Timur telah mulai menanam pepaya Merah Delima pada tahun 2010 dan PTPN VIII menanam dalam skala besar pada tahun 2013. Di beberapa kebunnya di Jalupang, Subang dan Cikumpay Purwakarta pepaya Merah Delima sudah mulai berbuah. Menurut Pramayufdy, Kepala Puat Penelitian Hortikultura (Tabloid SINTA,edisi 29 Januari-4 Februari 2014 N0. 3542Tahun XLIV) bahwa pengembangan buah pepaya Merah Delima secara komersial sangat baik. Keuntungan usaha pepaya sangat tinggi dilihat dari parameter kelayakan usaha di tahun pertama dengan nilai B/C ratio relatif tinggi yaitu sebesar 1,88. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini relatif efisien dan dapat memberikan keuntungan. Peluang pasar di dalam negeri dan luar negeri sangat luas sehingga agribisnis pepaya akan meningkatkan pendapatan petani dan devisa Negara. Pemasaran dalam negeri tinggi sejalan dengan konsumsi buah pepaya meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya buah untuk kesehatan. Harga pepaya Merah Delima mampu bersaing dengan jenis pepaya lain yang sudah beredar di masyarakat di pasar swalayan Padang dengan harga yang cukup menarik. Di pasar swalayan Rp. 10.000/kg, pasar tradisional Rp. 6.000-7.000/kg, sedangkan harga pada penjual/petani ke pedagang Rp. 3.500-4.000/kg. Pepaya varietas lain harganya Rp. 1.500-2.000/kg dan tidak dijual di swalayan. Peluang pasar ekspor cukup besar karena pepaya Merah Delima mempunyai ukuran yang tidak terlalu besar 1-1,2 kg, rasanya manis 13 Brix, kulitnya cukup tebal dan mempunyai daya simpan yang cukup panjang lebih dari 6 hari setelah petik, cukup menjanjikan peluang ekspor. Pola Pengembangan Pepaya Merah Delima Menurut Pramayufdy, pepaya ini dapat dikembangkan dengan pola pengembangan secara besar-besaran dengan sistem, yaitu (1) skala perkebunan monokultur dengan luas minimal 5 ha dengan sistem budidaya sesuai dengan SOP, (2) skala perkebunan nasional yang terintegrasi dari Sabang Merauke dengan luas 20-40 ha dengan sistem budidaya sesuai dengan SOP, (3) tumpangsari dengan tanaman perkebunan yang belum menghasilkan. Misalnya sistem tumpangsari dengan tanaman karet seperti yang dilakukan di PTPN VIII atau dengan tanaman nenas, (4) untuk skala kecil kurang dari 1 ha, pengelolaan dengan kerjasama dengan Gapoktan. Dalam budidaya harus ramah lingkungan, dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan tumbuh dengan menjaga kesuburan tanah yang berkelanjutan. Oleh : Lasarus, Pusat Penyuluhan PertanianSumber : Tabloid Sinar Tani, edisi 29 Januari - 4 Februari 2014 No. 3542 Tahun XLIV