Loading...

PERAN ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) PADA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

PERAN ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) PADA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
Oleh : Tri Hastuti, S. TPTHL TBPPNegara Indonesia adalah negara agraris dan maritim yang sebagian besarmata pencaharian penduduknya adalah bercocok tanam dan nelayan. Kebijakan yangditempuh pemerintah untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional diantaranyaadalah dengan peningkatan kehidupan ekonomi yang dilakukan melaluipembangunan pertanian. Pembangunan pertanian Indonesia telah dilaksanakansecara bertahap dan berkelanjutan dengan harapan dapat meningkatkan produksipertanian semaksimal mungkin sehingga dapat meningkatkan pendapatan petanidalam mencapai kesejahteraan, peningkatan produksi pangan, peningkatanpendapatan dan kesejahteraan petani merupakan arah dan tujuan akhir pembangunanpertanian.Pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapatmenunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraanpetani dan kontribusinya pada pendapatan nasional. Pembangunan pertanian diIndonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional karenamempunyai banyak peranan antara lain: Potensi sumber daya alam yangbesar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar,besarnya penduduk indonesia yang menggantungkan hidupnya padasektor ini. Potensi pertanian indonesia yang besar nyatanya sampai saat ini petanikita termasuk golongan miskin (http://www.paskomnas.com/id/berita/Kondis i-Pertanian-Indonesia-saat-ini-Berdasarkan- Pandangan-Mahasiswa-Pertanian-Indonesia.php).Pembangunan pertanian Indonesia mengalami berbagai macampermasalahan. Pertama, petani tidak memiliki daya tawar sedikitpun terhadap hasilpertaniannya. Setiap kali ada hasil panen, petani mengalami kerugian karena hargalangsung anjlok. Seakan-akan mekanisme pasar betul-betul menghukum para petani.Kedua, petani tidak memiliki akses terhadap sumber-sumber produksi dan pasarsecara bebas dan berkeadilan. Demikian halnya dengan pupuk, selain mahal jugasulit didapati. Banyak pupuk diproduksi tetapi tidak sampai ke tangan petani yangmembutuhkannya. Justru pupuk subsidi masuk ke perusahaan pertanian raksasayang juga telah meluluhlantakkan petani kecil. Ketiga, sektor pasar, bahwakonsumen Indonesia lebih menghargai hasil produk luar dibanding panen petanikita sendiri. Keempat, sarana dan prasarana yang cukup sulit terutama didesa-desayang kurang terjangkau oleh masyarakat. Kelima, modal yang terbatas.Keenam, sangat dipengaruhi oleh musim(http://sarah08.student.ipb.ac.id/2010/06/20/ peranan-petani-di-palamperekonomian-indonesia/)Penanganan permasalahan pertanian di Indonesia perlu adanya dukungandari berbagai pihak seperti pemerintah sebagai pendana bagi kegiatan pertanian,masyarakat sebagai penyampai informasi yang tepat dalam pengelolaan lahan, sertapartisipasi para petani dalam penerimaan dan penerapan informasi serta ilmu-ilmupertanian yang telah didapat dalam kegiatan pertanian. Salah satu programpemerintah untuk kesejahteraan para petani adalah dengan program KelompokWanita Tani (KWT). Adapun tujuan dibentuknya KWT adalah untuk lebihmeningkatkan dan mengembangkan kemampuan petani dan keluarganya sebagaisubjek pembangunan pertanian melalui pendekatan kelompok agar lebih berperandalam pembangunan. Kelompok tani merupakan suatu bentuk perkumpulan petaniyang berfungsi sebagai media penyuluhan yang diharapkan lebih terarah dalamperubahan aktivitas usahatani yang lebih baik lagi. Aktivitas usahatani yang lebihbaik dapat dilihat dari adanya peningkatan-peningkatan dalam produktivitasusahatani yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan petani sehinggaakan mendukung terciptanya kesejahteraan yang lebih baik bagi petani dankeluarganya (BPLPP,1990: 23).Soetrisno (1997: 68) berpendapat bahwa dengan diciptakan wadah atauorganisasi bagi perempuan Indonesia dan telah digariskan bentuk-bentukperan perempuan dalam pembangunan, maka pemerintah dengan demikianmengharapkan peran perempuan Indonesia dalam pembangunan dapat meningkat.Wanita bukan hanya berperan sebagai ibu rumah tangga pada dunia pertanian, tetapibanyak wanita yang ikut berperan atau memberi kontribusi nyata pada usahayang diusahakan oleh keluarga mereka. Kenyataanya sekitar 50 persen wanita tanidi samping bekerja di rumah sebagai ibu rumah tangga, mereka juga bekerja diladang atau di sawah bahkan mereka membuka lapangan pekerjaan sendiri denganmengikuti KWT. Hal ini dilakukan karena mereka berharap dengan adanya peranatau keterlibatan wanita tani, jumlah produktivitas usaha akan meningkat.Usaha pemerintah untuk meningkatkan peran perempuan Indonesia dalampembangunan tidak hanya berhenti dalam pengelompokan perempuan Indonesiadalam organisasi perempuan yang telah ditentukan oleh pemerintah, namunpemerintah juga telah menentukan pula peran yang seharusnya dilakukan olehperempuan dalam pembangunan melalui apa yang kita kenal dengan Panca TugasPerempuan, yaitu (1) sebagai istri supaya dapat mendampingi suami, sebagaikekasih dan sahabat bersama-sama membina keluarga yang bahagia; (2) sebagai ibupendidik dan pembina generasi mudasupaya anak-anak dibekali kekuatan rohani danjasmani dalam menghadapi segala tantangan zaman dan menjadi manusia yangberguna bagi nusa dan bangsa; (3) sebagai ibu pengatur rumah tangga supayarumah tangga merupakan tempat aman dan teratur bagi seluruh anggota keluarga;(4) sebagai tenaga kerja dan dalam profesi, bekerja di pemerintahan, perusahaanswasta, dunia politik, berwiraswasta dan sebagainya untuk menambah penghasilankeluarga; dan (5) sebagai anggota organisasi masyarakat terutama organisasiperempuan, badan-badan sosial dan sebagainya untuk menyumbangkan tenagakepada masyarakat, (Nani Suwondo, 1984, dikutip oleh NursyahbaniKatjasungkana, 1989: 45).Peran wanita dalam pertanian termasuk dalam ketahanan pangan dan gizikeluarga. Ketahanan pangan dapat mengembangkan kelembagaan dan pengelolaanusaha pangan bagi wanita tani, sehingga wanita harus pandai mengatur, mengelolapenghasilan yang relatif rendah agar mencukupi kebutuhan keluarga terutamasandang pangan agar mampu memenuhikebutuhanhidup spirituil dan materiil yanglayak, bertaqwa kepada Tuhan YangMaha Esa, memilikihubungan yang serasi,selaras dan seimbang antar anggota dan antara keluarga denganmasyarakat danlingkungan. Secara operasional keluarga sejahtera adalah keluarga yang dapatmelaksanakan fungsi-fungsi keluarga, sehingga dalam rangka mewujudkankeluargasejahtera perlu upaya untuk menghidupkan dan menumbuhkembangkanfungsi-fungsikeluargatersebut. Keluarga Sejahtera yaitu keluarga yang dibentukberdasarkan perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual,dan materi yang layak, betaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubunganyang selaras, serasi, dan seimbang antar anggota dan antar keluarga denganmasyarakat dan lingkungan (BKKBN, 1995:2).Peran ganda wanita dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) adalah sebagaiibu dan sebagai anggota kelompok tani. Wanita lebih banyak menghabiskanwaktunya untuk urusan rumah tangga dan mengurus hasil panen di rumah. Adanyaperubahan jaman, para wanita dapat melakukan kegiatan selain mengurus rumahtangga dan hasil panen. Anggota KWT selain aktif dalam kegiatan KWT, namuntidak meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga untuk mengelolarumah tangga dan mengasuh anak. Anggota KWT dapat menyeimbangkan antaratugasnya di KWT dan di rumah tangga. Pembagian waktu yang tepat adalah kunciutama keseimbangan tersebut. Para anggota KWT akan menyelesaikan pekerjaanrumah terlebih dahulu, setelah semuanya selesai para anggota KWT akanmengerjakan tugasnya di KWT.Para anggota KWT memiliki peran yang cukup besar di dalam kegiatan KWTLaras Asri. Tidak hanya sekedar menjadi anggota, melainkan juga sebagaifasilitator yang ikut menyumbangkan inovasi untuk kegiatan KWT. Kegiatan KWTpara anggota juga didorong agar aktif menyampaikan pendapat dan berbagi ilmuyang berorientasi pada kegiatan KWT. Anggota KWT juga menjalin hubungankerjasama yang erat dengan anggota lainnya dalam kegiatan KWT. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain: simpan pinjam dan arisan, beternak kambing danayam, budidaya lele, pemanfaatan pekarangan, pengolahan hasil pertanian danpeternakan. Hasil dari kegiatan-kegiatan tersebut dapat membantu ekonomikeluarga para anggota KWT.Faktor yang menghambat kesejahteraan keluarga adalah faktor ekonomidan waktu. Terutama penghasilan keluarga mereka yang mempengaruhi tingkatkesejahteraan kaluarga mereka. Mereka juga harus bisa membagi waktu perannyadalam keluarga dan sebagai anggota KWT yang dituntut untuk aktif dalamkegiatan di kelompok tersebut. Faktor pendukung dalam kegiatan-kegiatan diKelompok Wanita Tani (KWT) adalah adanya kerjasama yang baik denganlingkungan sekitar, baik dari anggota KWT, dari dinas terkait dan dari semua pihakyang mendukung kegiatan-kegiatan di KWT.Pujosuwarno (1994:11) mengemukakan, keluarga adalah suatu ikatanpersekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainanjenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudahsendirian dengan atau tanpa anak-anak, baik anaknya sendiri atau adopsi, dantinggal dalam sebuah rumah tangga. Sebagai pengurus rumah tangga yangbertanggung jawab, wanita mengatur segala sesuatu didalam rumah tangga danmemperhatikan kesehatan rumah untuk meningkatkan mutu hidup. Sehinggatercipta suasana tenang, tentram, dan damai bagi seluruh anggota keluarga.Pendapatan keluarga tidak hanya berasal dari suami tetapi juga istri dapatmemberi tambahan pendapatan untuk keluarga, sehingga pemasukan keluargadapat bertambah. Selain itu, hasil dari kegiatan KWT dapat menekan pengeluaran.Hasil kegiatan yang dilakukan, para anggota tidak perlu lagi membelikebutuhan sehari-hari karena telah tercukupi dengan hasil kegiatan tersebut. Karenakebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi dari hasil Kelompok Wanita Tani (KWT),sehingga pendapatan suami dapat disisihkan untuk menabung yang digunakan untukpemenuhan kebutuhan masa depan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sajogyo(1992: 79), partisipasi wanita dalam proses produksi (ekonomi) yang telah mampumeningkatkan kesejahteraan keluargabagi wanita dan rumah tangga yang belummampu, partisipasinya secara nyata memberikan sumbangan untuk kelangsunganrumah tangganya.Peran adalah segala sesuatu oleh seseorang atau kelompok orang dalammelakukan sesuatu kegiatan karena kedudukan yang dimilikinya (Soekanto,1992:102). Pelaksanaan kegiatan usaha tani, peran setiap anggota kelompok sangatberpengaruh terhadap keberhasilan usaha tani. Oleh karena itu, anggotakelompok tani harus menjalankan peranan mereka sebaik mungkin, pada setiapkegiatan seperti peran anggota kelompok tani dalam mencari danpenyebarluasan informasi, perencanaan kegiatan kelompok, melakukan koordinasidengan pihak pemerintah, penerapan teknologi dan penyediaan fasilitas dan saranaproduksi.Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) menjalankan perannya sebagaiibu rumah tangga dengan baik. Walaupun mereka harus aktif berperan sebagaianggota KWT, tetapi mereka tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tanggadengan baik. Mulai dari mengurus suami, mengurus anak, mengurus rumah, dansebagai anggota KWT. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sayogyo (1994: 59),wanita yang bekerja di luar sektor domestik dapat menambah pendapatankeluarga dan peran ganda tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber untukmeningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya. Menurut Mongid (1995:10),kesejahteraan keluarga adalah kondisi dinamis keluarga dimana terpenuhinya semuakebutuhan fisik materiil, mental spiritual, dan sosial yang memungkinkan keluargadapt hidup wajar sesuai dengan lingkungan serta memungkinkan anak-anaktumbuhkembang dan memperoleh perlindungan yang diperlukan untuk membentuksikap mental dan kepribadian yang matang sebagai sumber daya manusia yangberkualitas.Berdasarkan hasil penelitian, dengan mengikuti kegiatan-kegiatan di KWT,pendapatan keluarga tidak hanya berasal dari suami tetapi juga istri dapatmemberi tambahan pendapatan untuk keluarga, sehingga pemasukan keluargadapat bertambah. Selain itu, hasil dari kegiatan KWT dapat menekan pengeluaran.Hasil kegiatan yang dilakukan para anggota, para anggota tidak perlu lagi membelikebutuhan sehari-hari karena telah tercukupi dengan hasil kegiatan tersebut.Karena kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi dari hasil Kelompok Wanita Tani(KWT), sehingga pendapatan suami dapat disisihkan untuk menabung yangdigunakan untuk pemenuhan kebutuhan masa depan. Hal tersebut sesuai denganpendapat Sajogyo (1992: 79), partisipasi wanita dalam proses produksi (ekonomi)yang telah mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, lebih-lebih bagi keluargayang mampu, sedangkan bagi wanita dan rumah tangga yang belum mampu,partisipasinya secara nyata memberikan sumbangan untuk kelangsungan rumahtangganya