Loading...

Peran Penyuluh Pertanian Kota Solok di saat pendemi Covid-19 berlangsung

Peran Penyuluh Pertanian Kota Solok di saat pendemi Covid-19 berlangsung
Mewabahnya Covid-19 saat ini berdampak pada semua sektor, tak terkecuali Sektor Pertanian. Adanya musibah Covid-19 ini, aktivitas pertanian tidak boleh terganggu. Pertanian harus tetap bergerak dan maju. Begitupun dengan petani yang berada di Kota Solok. Jumlah petani Kota Solok saat ini sebanyak 1.944 jiwa (menurut data SIMLUHTAN Kota Solok) harus tetap terus beraktivitas seperti biasanya. Tentunya kegiatan pertanian ini tidak terlepas dari peran Penyuluh Pertanian (PPL). Terutama PPL Kota Solok yang saat ini berjumlah 13 orang. Di saat beberapa profesi di Kota Solok memberlakukan Work From Home (WFH) akibat dari penerapan PSBB di Sumatera Barat, PPL harus tetap mendampingi para petani agar kegiatan pertanian tidak berhenti. Para Petani harus tetap turun ke sawah, ke ladang agar ketersediaan pangan terjamin di saat pendemi Covid-19 ini berlangsung. Adanya KOSTRATANI (Komando Strategis Pembangun Pertanian) yang pusat gerakannya berada di kecamatan saat ini memiliki peran dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi Covid-19. Setiap harinya PPL di Kota Solok harus melaporkan data luasan panen dan data luasan tambah tanam demi ketersediaan Stok pangan di Kota Solok selama pendemi corona ini berlangsung. Selaian itu, PPL juga harus melaporkan pemanfaatan Alsintan atau mesin bajak yang ada di Kota Solok baik itu Traktor Roda 2 dan Roda 4, serta luasan tanam dan panen Bawang Merah dan Cabe demi mendukung UPSUS BABE yaitu upaya khusus untuk mendukung peningkatan produksi cabe dan bawang merah. Selain selalu memberikan laporan setiap harinya PPL tetap melakukan pendampingin pada petani selaku tugas pokok dari Penyuluh pertanian yaitu mengubah sikap, keterampilan dan pengetahuan petani dari tidak mau menjadi mau, dari tidak mampu menjadi mampu dan dari tidak tahu menjadi tahu melalui teknologi-teknologi yang dsampaikan oleh Penyuluh Pertanian. Produktivitas rata-rata padi sawah saat ini di Kota Solok yakni 5,7 ton/Ha. Penyuluh pertanian Kota Solok sangat memiliki peran dalam peningkatan produktivitas padi sawah ini yang merupakan komoditi andalan dari Kota Solok yang terkenal dengan slogan “Kota Beras Serambi Madinah”. Sudah banyak teknologi yang disampaikan dan diajarkan kepada petani Kota Solok guna meningkatkan produktivitas padi sawah , salah satunya yang sangat digalakan saat ini yakni dengan sistem tanam jajar legowo. Diharapkan dengan pendampingan yang telah dilaukan oleh Penyuluh Pertanian Kota Solok selama ini dapat terus membuat pertanian di Kota Solok terus Maju. Oleh sebab itu,”kalian harus tetap dirumah saja, biar Penyuluh Pertanian yang menjaga ketersedian pangan kalian”. (Lidia Yuliana, SP/ Penyuluh Pertanian Pertama)