Salah satu upaya keberhasilan kegiatan penyuluhan pertanian adalah penyampaian informasi dan teknologi pertanian kepada petani secara efektif baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan media penyuluhan. Secara umum media penyuluhan dapat diartikan sebagai alat bantu atau bahan penyuluhan yang akan disampaikan oleh para penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha dalam berbagai bentuk yang meliputi informasi, teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi, hukum, dan kelestarian lingkungan. Berbagai media penyuluhan dapat digunakan untuk mengemas informasi dan teknologi yang akan disampaikan kepada petani sebagai pengguna teknologi, untuk itu harus disesuaikan dengan karaketristik sasaran petani, lokasi, isi materi maupun pembiayaan. Beragamnya media yang digunakan pada prinsipnya harus dapat meningkatkan efektivitas dan kelancaran proses belajar terutama dalam memperjelas materi yang dipelajari sehingga dapat mempercepat terjadinya perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan serta merangsang pikiran dan minat petani terhadap adopsi inovasi teknologi. Salah satu media yang memenuhi kriteria tersebut adalah media film karena sesuai dengan fungsi film dalam proses pembelajaran, yaitu terkait dengan tiga hal adalah untuk tujuan kognitif, tujuan psikomotorik dan tujuan afektif. Terdapat beberapa jenis film untuk konteks pembelajaran, diantaranya film dokumenter, film docudrama dan film drama atau semi drama. Film dokumenter didefinisikan oleh Heinich, dkk (1985) adalah film yang dibuat berdasarkan fakta bukan fiksi dan bukan pula memfiksikan yang fakta. Adapun definisi film docudrama adalah film dokumenter yang membutuhkan pengadegan, sedangkan film drama atau semi drama keduanya menggambarkan human relation. Pada saat ini, film sebagai media penyuluhan sudah jarang digunakan oleh para penyuluh dalam penyebaran informasi dan inovasi teknologi, hal ini karena: 1) biaya produksi dan peralatan relatif mahal; 2) pada saat film dipertunjukkan, gambar-gambar bergerak terus sehingga tidak semua audien mampu mengikuti infomasi yang ingin disampaikan melalui film tersebut; 3) film yang tersedia tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran yang diinginkan, kecuali film itu dirancang dan diproduksi secara sendiri. Namun demikian, film sebagai media penyuluhan sangat membantu dalam penyampaian tujuan-tujuan khusus yang diinginkan secara tepat dan akurat, karena mampu untuk memperkaya dan mengembangkan pengetahuan, kebudayaan serta dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu dan mempengaruhi sikap. Selain itu penggunaan film dalam pembelajaran bermanfaat untuk mengembangkan pikiran dan pendapat para petani, menambah daya ingat serta menumbuhkan minat dan motivasi petani dalam suatu penerapan inovasi teknologi pertanian. Media film memiliki keunggulan dibandingkan dengan media lainnya, yaitu: 1) sangat bagus untuk menjelaskan suatu proses; 2) dapat mengatasi keterbatasan jarak dan waktu; 3) lebih realistis, dapat diulang-ulang, dihentikan sesuai dengan kebutuhan; 4) mengatasi keterbatasan daya indera; 5) dapat merangsang atau memotivasi kegiatan audien; 6) dapat digunakan dalam kelompok besar maupun kelompok kecil; 7) dapat menyampaikan suara seorang ahli sekaligus melihat penampilannya; dan 8) sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang. Untuk itu, dalam menggunakan media film diperlukan langkah-langkah agar penggunaannya sesuai dengan pembelajaran yang hendak dicapai dan harus memperhatikan hal- hal sebagai berikut: 1) penyuluh harus menetapkan tujuan yang akan dicapai dari penggunaan film yang berhubungan dengan materi penyuluhan yang akan disampaikan kepada petani; 2) mempersiapkan kelas/ruangan/tempat pemutaran, audien dipersiapkan terlebih dahulu dan dijelaskan bagian-bagian yang harus mendapat perhatian khusus ketika menonton film; 3) langkah penyajian, dalam penyajian harus dipersiapkan perlengkapan yang diperlukan, antara lain: proyektor/LCD, layar, pengeras suara, dll; 4) aktivitas lanjutan berupa tanya jawab guna mengetahui sejauhmana pemahaman audien terhadap materi yang disajikan oleh film tersebut. Selain harus memperhatikan langkah-langkah dalam penggunaan film, penyuluh pertanian juga diharapkan dapat memperhatikan teknik pembuatan film yang salah satunya dibutuhkan sebuah pengembangan pesan. Pengembangan pesan bertujuan agar alur cerita film dapat menciptakan suasana yang menarik dan memiliki pengaruh yang positif bagi petani untuk menerima suatu inovasi teknologi. Dengan demikian film sebagai salah satu media penyuluhan diharapkan dapat mencapai tujuan materi pembelajaran yang ingin disampaikan serta membantu dalam membentuk karakteristik petani ke arah yang lebih kreatif dan inovatif. (Rina Y)