Loading...

PERANGKAP LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI MERAH

PERANGKAP LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI MERAH
PERANGKAP LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI MERAH(NELLY ARUAN,SP) Cabai merah (Capsicum annuum L) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh para petani karena tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dengan harga yang relatif stabil. Namun dalam perjalanannya petani juga sering mengalami kegagalan dalam membudidayakan tanaman cabai ini. Kegagalan ini disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor iklim/cuaca, adanya serangan hama/penyakit. Jika tanaman terserang hama/penyakit sudah dapat dipastikan harga yang ada akan anjlok. Adapun yang sering dikeluhkan oleh para petani cabai adalah penyakit busuk buah dan kerontokan buah, salah satunya hal ini disebabkan oleh hama lalat buah. Serangga yang satu ini sudah sangat dikenal sebagai perusak buah, dan dinamakan hama lalat buah karena bagian tanaman yang diserang oleh hama ini hanya khusus buah saja.Lalat buah (Bactrocera sp) merupakan serangga kecil yang bentuknya mirip dengan tawon. Jenis lalat buah yang menyerang bagian buah adalah lalat buah betina. Lalat buah betina ini akan menyengat buah dan meninggalkan telurnya didalam buah. Telur yang ada akan menetas menjadi larva yang akan memakan buah dari dalam sehingga buah menjadi busuk dan rontok sebelum matang. Lalat buah betina bisa menghasilkan telur antara 100 sampai 120 butir. Setelah 2-3 hari telur yang tersimpan didalam buah cabai akan menetas dan menjadi larva. Larva yang menetas akan membuat terowongan sambil memakan daging buah cabai, keadaan ini berlangsung sekitar 2 minggu. Selanjutnya larva dewasa akan jatuh ke tanah dan membuat terowongan didalam tanah sedalam 2-5 cm dalam waktu 7-8 hari akan menjadi lalat buah dewasa. Daur hidup lalat buah antara 23 sampai 34 hari. Jika dihitung dalam setahun lalat buah bisa menghasilkan 8 sampai 10 generasi. inilah yang akan membuat petani cabai menjadi rugi karena yang dijual oleh petani adalah buahnya.Adapun gejala serangan hama lalat buah pada cabai antara lain:1. Lalat buah sering terjadi pada cabai yang masih muda (warna hijau), dimana gejalanya terlihat pada tangkai buah yang ujung buah atau bagian tengah buah cabai yang muda (hijau) menjadi menguning.2. Jika serangan terjadi pada pangkal buah maka tangkai akan menguning dan buah gugur sebelum telur buah lalat menetas. Dan jika serangan pada ujung buah dan bagian tengah buah akan menyebabkanbuah menguning dan busuk serta basah. 3. Jika diperhatikan pada buah cabai yang terserang terdapat titik hitam/lubang bekas tusukan lalat buah betina dan jika dibelah akan terdapat larva lalat buah berukuran kecil seperti ulat dan berwarna putih.Untuk mengatasi serangan hama lalat buah para petani sering menggunakan pestisida dengan asumsi penyebaran serangan dapat diatasi. Namun hal ini akan menjadi masalah yang cukup serius jika dilakukan secara terus menerus, dimana hama tersebut akan menjadi resisten terhadap pestisida yang ada. Selain itu pemberian pestisida bukanlah ramah lingkungan.Salah satu cara mengatasi serangan hama lalat buah adalah dengan pembuatan perangkap lalat buah. Perangkap bisa dibuat dengan botol bekas mineral dan senyawa pengikat yaitu metil eugenol. Selain penggunaan metil eugenol, perangkap lalat buah yang sangat mudah dan murah digunakan dapat dengan menggunakan buah pisang. Adapun bahan dan alat yang dibutuhkan untuk pembuatan perangkap lalat buah adalah:1. Botol plastik bekas air mineral2. Pisang matang3. Kain kasa secukupnya4. Kawat 5. AirCara pembuatan perangkap lalat buah adalah:1. Botol plastik air mineral dilubangi dengan diameter sekitar 5 cm, dengan lubang sebanyak 3-4 lubang. Kemudian tutup botol juga dilubangi untuk tempat memasukkan kawat2. Sebelum kawat dimasukkan terlebih dahulu kawat dibengkokkan seperti pengait. Setelah kawat bengkok, kaitkan potongan buah pisang ke ujung kawat yang terlebih dahulu sudah dibungkus kain kasa. 3. Pada bagian dasar botol air mineral yang tidak berlubang masukkan air secukupnya, yang tujuan dari air itu adalah jika ada serangga yang terperangkap akan jatuh ke air sehingga tidak keluar lagi. 4. Setelah air dimasukkan ke botol lalu masukkan kawat yang sudah diberi pisang, dan diusahakan agar pisang jangan sampai menyentuh air. 5. Selanjutnya pisang harus diganti setiap 3 hari untuk menghindari buah terlalu busuk.6. Setelah perangkap lalat buah jadi tempatkan di areal pertanaman cabai dengan jarak tiap perangkap adalah 20 meter. Untuk pemasangan perangkap ada baiknya pada saat tanaman masih berbunga dan belum berbuah. Tujuannya adalah untuk menekan populasi lalat jantan sehingga nanti pada masa berbuah hanya sedikit terjadi serangan lalat buah karena tidak dikawini pejantan, dan posisi perangkap lalat buah ini dipasang dengan posisi menggantung. Buah pisang ini digunakan karena harganya yang sangat murah dan mudah didapatkan, namun jika menggunakan metil eugenol pun bisa dengan cara pembuatannya sama seperti diatas. Demikianlah pembuatan perangkap lalat buah dari pisang dengan harapan dapat mengendalikan serangan lalat buah. Dan kiranya artikel ini juga bermanfaat untuk kita semua.