PERANGKAP LIKAT KUNING (YELLOW STICKY TRAP)TEKNOLOGI PENGENDALI OPT CABAI RAMAH LINGKUNGAN Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Gangguan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) merupakan salah satu kendala yang dihadapi petani dalam usahatani cabai. Untuk menyelamatkan tanamanya tidak jarang petani menerapkan berbagai teknologi budidaya yang sebetulnya tidak sesuai dengan ketentuan yang telah dianjurkan, misalnya dalam pengunaan pupuk, pestisida dan bahan kimia lainnya. Sebagai upaya dalam mengatasi masalah OPT tanaman cabai, umumnya petani menekankan pada pengendalian secara kimiawi. Penggunaan pestisida yang tidak sesuai dengan ketentuan yang dianjurkan, selain dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, penggunaan pestisida secara intensif juga menyebabkan biaya produksi tinggi. Dalam pengembangan agribisnis sayuran, penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) masih relatif terbatas pada sebagian kecil komoditas sayuran prioritas. Dalam penerapannya, pendekatan ekologi lebih mendominasi dalam menentukan alternatif pengendalian OPT. Pemantauan hama di pertanaman penting dilakukan untuk menentukan upaya preventif pengendalian hama, antara lain dengan menggunakan perangkap likat kuning (yellow sticky trap). Serangga umumnya tertarik dengan cahaya, warna, aroma makanan atau bau tertentu, dimana warna yang disukai serangga biasanya warna-warna kontras seperti warna kuning cerah. POPT Kecamatan Bumi Nabung melakukan percontohan kepada para petani dalam mengendalikan OPT cabai menggunakan perangkap likat kuning. Adapun cara membuat perangkap likat kuning (yellow sticky trap) sederhana dan murah adalah sebagai berikut : Alat dan Bahan- Botol kemasan air mineral- Cat kayu/besi warna kuning- Tiner/pengencer cat- Plastik bening ukuran 1 s.d 5 Kg tergantung ukuran botol kemasan air meneral- Oli bekas atau lem tikus- Tali raffia- Ajir Cara membuat :Botol air mineral kita bersihkan jangan sampai ada bekas air atau minyak didalam botol kemudian cat kuning kita encerkan menggunakan tiner kemudian dimasukkan kedalam botol air mineral. Setelah itu botol ditutup dan diputar sehingga cat yang ada didalam botol bias mewarnai seluruh permukaan dalam botol, setelah warna rata sisa cat yang ada dalam botol di tuangkan kedalam botol air mineral yang lain yang masih bersih demikian selanjutnya. Setelah proses pengecatan selesai diamkan botol yang sudah dicat selama sehari semalam supaya kering. Kenapa yang dicat bagian dalam ? itu dikarenakan untuk mempermudah pengecatan selain itu cat yang didalam botol cenderung lebih tahan lama menempel dibandingkan dengan cat yang dioleskan di bagian luar karena akan cepat terkelupas. Setelah cat di dalam botol kering, botol siap digunakan. Oleskan lem tikus yang sudah diencerkan dengan tiner sebagai perekat. Pada saat ini di pasaran banyak pelekat yang khusus disediakan untuk memerangkap serangga hama tetapi media botol kuning ini adalah yang paling mudah dan praktis penggunaannya, akan lebih baik lagi bila dikombinasikan antara lem perekat di pasaran dengan media botol kuning ini. Bila perekat sudah dioleskan merata pada plastik bening perangkap likat kuning siap diaplikasikan dilapang/areal pertanaman cabai. Metode pemasangan perangkap likat kuning diletakan pada ajir dengan ketinggian satu jengkal diatas tajuk tanaman, seiring tinggi tanaman perangkap likat kuning dinaikkan mengikuti tinggi tajuk tanaman supaya hasil bisa optimal, hal ini bertujuan supaya serangga hama langsung bisa melihat perangkap likat kuning diatas tajuk tanaman. Untuk areal tanaman cabai seluas 1000 m2 minimal di pasang perangkap likat kuning dengan botol ukuran 1,5 liter sebanyak 10 buah dengan metode pemasangan zig-zag atau gigi gergaji. Ketika hama terperangkap telah memenuhi sebagian besar permukaan perangkap, maka perlu dilakukan pemungutan hama yang sudah terperangkap agar perangkap tidak berbau busuk. Setelah 5-7 hari setelah pemasangan, lakukan kembali pengolesan lem perekat begitu selanjutnya sampai dengan tanaman habis masa panennya. Perangkap likat kuning mampu mengendalikan beberapa hama yang sering muncul di pertanaman, seperti lalat buah, wereng, aphids, thrips, kutu, ngengat, dan kepik. Perangkap likat kuning ini dapat dijadikan solusi untuk petani dalam pengendalian hama di lapangan. (Penulis : M. Ibnu Rizali, S.P.)