Loading...

Perawatan Sawi Hidromonik ( BPP.Kebomas )

Perawatan Sawi Hidromonik ( BPP.Kebomas )
Sawi merupakan jenis tanaman yang tidak bisa dibudidayakan secara langsung melalui sistem hidroponik. Jadi pembibitannya tetap menggunakan cara konvensional. Petama, buat bedeng dengan ukuran panjang sekitar 1 hingga 2 meter dan 1 meter untuk lebarnya. Sedangkan jarak yang paling ideal adalah 15 sampai 20 centimeter. Agar tanahnya menjadi gembur, bedeng harus dibajak atau dicangkul sampai rata. Setelah itu diberi kompos atau pupuk kandang dan didiamkan selama beberapa hari. Dari sini kemudian dibuatkan lubang sedalam 2 hingga 3 sentimeter dan bibit dimasukan dalam lubang tersebut. Penyiraman harus rutin dilakukan sampai bibit mengeluarkan akar kecil atau sudah berubah bentuk jadi kecambah. Menyiapkan media tanam hidroponik Sebelum bibit tanaman sawi dipindahkan, siapkan net pot atau botol bekas minuman, pisau, sumbu dari kain, spon atau abu sekam, nutrisi tanaman dan pipa paralon. Setelah itu jika menggunakan botol diberikan lubang pada bagian bawahnya dengan ukuran yang kecil saja, kemudian sekam dimasukkanPipa paralon juga diberi lubang menggunakan jarak antara 3 hingga 5 sentimeter yang ukuran diameternya disamakan dengan ukuran botol plastik. Berikutnya botol plastik beserta paralon diisi air nutrisi dan air sampai penuh dan didiamkan selama 1 sampai 2 hari. Penanaman bibit Langkah atau cara tanam sawi berikutnya yaitu penanaman benih. Tekniknya, bibit sawi yang telah disemaikan dan mempunyai kecambah atau akar dimasukan dalam botol plastik secara perlahan-lahan agar tidak ada kerusakan, baik pada akar, batang dan daunnya. Tanaman sawi memiliki karakter yang sangat lunak, sehingga lebih rentan terhadap benda lain di sekitarnya. Botol atau net pot kemudian diletakkan dalam pipa paralon juga sudah diberi larutan nutrisi tanaman. Dari sini tinggal melanjutkan proses perawatan dan pemeliharaannya saja. Perawatan dan pemeliharaan tanaman sawi hidroponik Tugas merawat dan memelihara tanaman sawi dengan sistem hidroponik adalah sebuah tugas yang sangat mudah dijalankan. Hal utama yang harus selalu rajin dilakukan yaitu melakukan penyiangan serta membersihkan media tanam dari serangan gulma, lumut maupun tanaman pengganggu lainnya. Namun selain itu, jika menemukan tanaman sawi yang rusak atau tidak dapat tumbuh dengan sempurna harus segera diganti dengan tanaman baru. Sistem sanitasinya juga harus mendapat perhatian agar tidak ada sumbatan yang membuat nutrisi tidak bisa diserap dengan baik oleh tanaman sawi hidroponik tersebut. Demikian pula jika ada hama lain yang menyerang, harus secepatnya ditanggulangi. Bahkan jika perlu tanaman sawi yang sudah terlanjur kena serangan hama disingkirkan sehingga tidak menular pada bibit sawi lain yang tumbuh di sekitarnya. ZEETY AYUSITA, SP. PENYULUH PERTANIAN BPP. KEBOMAS