A. Pendahuluan Dalam pengembangan pisang selama ini ada kendala dalam ketersediaan bibit, khususnya bibit pisang yang sehat. Pada umumnya petani memperoleh bibit pisang dari anakan yang dipisahkan dari rumpun induknya, sehingga agak sulit untuk mendapatkan bibit pisang dalam jumlah banyak dengan cepat, selain itu juga cara ini dapat merusak tanaman induknya dan mempermudah timbulnya serangan hama dan penyakit.Cara perbanyakan bibit pisang yang menghasilkan bibit sehat dalam jumlah banyak dan cepat dengan kualitas yang baik yaitu dengan perbanyakan bibit menggunakan BIT (bonggol pisang). Pisang ambon kuning bisa diperbanyak secara vegetatif yaitu mengambil bagian tertentu dari induknya dalam hal ini tunas-tunas anakan. B. Persyaratan Pembibitan - Calon anakan diambil dari induk yang berbuah baik dan sehat;- Tinggi calon anakan bibit 1 m-1,5 m dengan lebar 15 cm-20 cm;- Berikan perlakukan berupa sanitasi bibit sebelum tanam dengan memberikan insektisida dengan dosis 0,5-1 %,selama 10-15 menit, kemudian kering anginkan selama 1-2 jam agar luka pada calon bibit hasil pemotongan mengering. Hal ini berfungsi untuk menghindari penyebaran hama dan penyakit pada calon bibit pisang;- Bibit dari anakan sudah bisa ditanam di lokasi yang sudah disiapkan.Dengan diatas sulit untuk memperoleh bibit dalam jumlah banyak dalam waktu singkat, sehingga dilakukan cara untuk memperoleh bibit unggul yang berkualitas dalam jumlah banyak dan waktu relatif singkat yaitu dengan cara yang di kenal BIT (Bonggol Pisang). C. Cara memperbanyak bibit pisang dengan bonggol- Pohon pisang yang sudah di panen lakukan pembongkaran kemudian bersihkan bonggol dari tanah dan akarnya;- Anda harus memperhatikan mata tunas di bonggol pohon pisang tersebut pilihlah mata tunas yang sudah muncul dengan ketinggian antara 2-2.5 cm;- Potong mata tunas ini menyertai bonggol pohon pisang sehingga berbentuk kubus berukuran antara 10 x 10 x 10 cm;- Untuk mengendalian hama yang akan menyerang pada bonggol, lakukan perendaman dalam air hangat 500 cc atau di rendam mengunakan campuran 2 gram benlate (fungsisida) + 1 cc insektisida selama 15 menit;- Setelah itu diangkat dan di dinginkan sampai kering dan tidak ada air lagi;- Kemudian siap kan polibag berukuran antara 25 x 30 cm sesuai denga ukuran bonggol yang anda buat tadi . Kemudian tambahkan tanah dan juga pupuk kandang yang sudah dijadikan kompos;- Tanamkan potongan bonggol tersebut dengan tunas menghadap keatas, kemudian timbun dengan kedalam 2-3 cm diatas permukaan tanah;- Bila tidak menggunakan polibag maka anda harus menyiapkan sebuah bedengan selebar 50-100 cm dengan jarak 15-20 cm;- Penyiram sebaiknya dilakukan 2 kali dalam sehari atau secukupnya saja, agar tidak menghambat pertumbuhan pada bibit pohon pisang ini;- Setelah dilakukan penyiraman bagian atas polibag harus ditutup dan dilipat kedalam sedangkan pada bedengan di tutup menggunakan jerami padi yang sudah kering bertujuan untuk menghindari sinar matahari secara langsung;- Setelah 3-4 bulan kemudian mata tunas mulai tumbuh menjadi 20-30 cm dan dapat di gunakan sebagai bibit .Jika sudah bisa digunakan sebagai bibit baru bisa dilakukan penanaman dan budidaya di lahan yang sudah ditentukan. Ditulis oleh : Eko Ari Cahyono, A.Md (Penyuluh Pertanian WDB Kras III)