Loading...

PERBANYAKAN BENIH PISANG KONVENSIONAL MEMATIKAN TITIK TUMBUH DAN BELAHAN BONGGOL

PERBANYAKAN BENIH PISANG KONVENSIONAL MEMATIKAN TITIK TUMBUH DAN BELAHAN BONGGOL
OLEH : ASMI, SP Salah satu ukuran keberhasilan usaha agribisnis buah – buahan berawal dari benih yang berkualitas dari varitas unggul. Varitas unggul merupakan salah satu komponen penting untuk mendukung keberhasilan usaha tani buah. Ketersediaan varitas unggul yang sesuai dengan selera pasar menjadi syarat yang harus dipenuhi dalam era industri pertanian masa kini dan masa mendatang Pada umumnya perbanyakan tanaman pisang masih dilakaukan secara tradisional oleh masyarakat seperti menanam anakan yang sudah dewasa, atau anakan yang sudah besar pada umumnya pada sistem perbanyakan ini perkembangan anakan akan stagnasi perkembanganya bahkan pada kondisi yang tanah dan kurang air yang akan tumbuh dan berkembang biasanya tunas samping Pada budidaya tanaman pisang, benih dapat diperoleh dari perbanyakan belahan bonggol (bibit) dari tanaman yang sudah dipanen, dan dengan mematikan titik tumbuh, y,ang dihasilkan dari perbanyakan secara konvensional yang sehat, mudah dan murah. Mulai dari persiapan benih sampai tanam dilapangan diperlukan waktu 2,5 - 3,,0 bulan PEMILIHAN POHON INDUK DARI RUMPUN YANG SEHAT Tanaman yang dipilih untuk pohon induk bisa berupa rumpun dewasa yang sudah berubah dan menghasilkan anakan, dan yang paling utama tanaman harus sehat dan bebas daru Hama dan Penyakit TEKNIK PERBANYAKAN KONVENSIONAL Teknologi perbanyakan benih pisang umumnya menggunakan metode konvensional untuk menghasilkan tanaman baru, metode itu adalah belahan bonggol ( Bit ) dan mematikan titik tumbuh Metode perbanyakan dengan belahan bonggol ( Bit ) Pilih bonggol pisang yang sudah dipanen dari pohon yang sehat, kemudian dibelah akan kelihatan warnanya putih dan tidak berbau busuk, tidak ada bekas penggerek bonggol bersihkan dari kotoran dan akar yang masih menempel Bonggol dipotong menurut mata tunas dengan ukuran 12 x 12 x 10 cm, kemudian direndam dalam campuran laruratan fungisida dengan bahan aktif bonomyl dan insektisida bahan aktif monochrotophos dengan dosis 2 gr/l, da,n 2 cc/l, direndam 10 – 15 minit, benih dapat langsung disemai dipolybag uk ,35 x 45 cm atau pada seedbag uk 100 x 200 cm, dengan media campuran tanah humus dan pasir dengan perbandingan 1 : 1. Setelah bibit semai di polybag letakan pada tempat teduh / naungi setengah bayangan selama 1 bulan, dan pada bulan kedua pindahkan bibit tersebut ketempat terbuka, diperlukan perawatan seperti penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembaban tanah, dan setelah berumur 2,5 - 3 bulan benih siap ditanam kelapangan PERBANYAKAN DENGAN PEMBUANGAN TITIK TUMBUH Pilih bonggol pisang yang telah dipanen ( titik tumbuh telah habis ). Dan bonggol dari tanaman yang belum ber produksi, titik tumbuh dicongkel/di buang ( diameter bonggol minimal 15 cm ) Selanjutnya bonggol tersebut disemai pada seedbag atau media persemaian yang berisi campuran pasir dan tanah ( 2 : 1 ), penyemaian dilakukan selama 8 – 10 minggu dan benih dapat langsung dicabut untuk ditanam dilapangan. Jika ingin dipindahkan ke polybag ( uk 30 x 40 cm ) benih yang berumur 6 minggu di seedbag, setelah 4 minggu kemudian benih siap untuk ditanam dilapangan Keuntungan perbanyakan dengan mematikan titik tumbuh : Teknologi mudah dilaksanakan Murah Pemanfaatan bonggol pisang yang telah dipanen Jumlah benih cukup banyak dan relatif seragam