Loading...

PERBANYAKAN VEGETATIF TANAMAN OLEH : IR. ABDUL GAFUR KHAIR PENYULUH PERTANIAN MADYA PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN LOMBOK TENGAH

PERBANYAKAN VEGETATIF TANAMAN OLEH : IR. ABDUL GAFUR KHAIR PENYULUH PERTANIAN MADYA PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Perbanyakan tanaman dengan Vegetatif merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian organ tanaman seperti batang, cabang, akar dan daun. Perbanyakan tanaman dengan stek biasanya dipakai pada tanaman ( ubi jalar, ubi kayu, tanaman hias dan bias juga pada tanaman kopi ) sedangkan perbanyakan tanaman dengan okulasi Keuntungan dari perbanyakan Vegetatif antara lain : Tanaman baru mempunyai sifat yang persis sama dengan induknya, terutama bentuk buah, ukuran, warna dan rasanya. Terutama Cangkokan Dapat ditanam pada tempat yang permukaan air tanahnya dangkal, karena tidak mempunyai akar tunggang. Lebih cepat menghasilkan buah terutama pada tanaman buah-buahan. Akan tetapi perbanyakan tanaman secara vegetativ juga memiliki beberapa kelemahan antara lain : Khususnya tanaman yang berarasal dari cangkokan terutama yang berbentuk pohon cepat tumbang karena tidak memiliki akar tunggang dan perbanyakan tanaman terbatas tidak bisan dalam jumlah masal. Beberapa cara perbanyakan vegetatif untuk tanaman yaitu penyetekan, pencangkokan, penyambungan, okulasi, dan penyusuan. Pada tiga cara yang terakhir dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. Batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. Dari hasil penggabungan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit enten, okulasi dan susuan. PERBANYAKAN TANAMAN DENGAN STEK Stek (cutting atau stuk) atau potongan adalah menumbuhkan bagian atau potongan tanaman , shg menjadi tanaman baru. keuntungan yang didapat dari tanaman yang berasal dari bibit stek, yaitu : Tanaman baru mempunyai sifat yang persis = induknya, terutama bentuk buah, ukuran, warna dan rasanya. Tanaman asal stek dapat ditanam pada tempat yang permukaan air tanahnya dangkal, karena tanaman asal stek tidak mempunyai akar tunggang. Perbanyakan tanaman buah dengan stek merupakan cara perbanyakan yang praktis dan mudah dilakukan karena : Stek dapat dikerjakan dengan cepat, murah, mudah dan tidak memerlukan teknik khusus seperti pada cara cangkok dan okulasi. Sedangkan potensi kerugian bibit dari stek adalah: Perakaran dangkal dan tidak ada akar tunggang, rawan saat terjadi angin kencang. Apabila musim kemarau panjang, tanaman menjadi tidak tahan kekeringan. Macam- macam Stek Stek Batang : Stek diambil dari batang/cabang pohon induk dgn gunting stek. Pada saat mengambil stek batang, pohon induk harus dalam keadaan sehat dan tidak sedang bertunas. Stek Akar : Pada stek batang, tunas keluar dari mata tunas. Pada stek akar tunas akan keluar dari bagian akar yang mula-mula berbentuk seperti bintil (kalus) berubah menjadi tunas atau akar. Ada beberapa jenis tanaman yang dapat diperbanyak dengan cara stek akar, antara lain jambu biji, sukun, jeruk dan kesemek. Bahan stek akar harus diambil dengan cara menggali lubang di sekeliling pokok pohon induk. Stek Daun Perbanyakan tanaman dengan stek daun terbatas hanya pada beberapa jenis tanaman khusunya pada tanaman cocor bebek. PERBANYAKAN TANAMAN DENGAN CANGKOKAN Keuntungan : Ada beberapa keuntungan dari perbanyakakan tanaman secara vegetative antara lain : Sifat2 tanaman yg tumbuh sama dengan induknya. Cepat menghasilkan buah. Kerugian : Pohon induk sering rusak karena diambil cabangnya yang baik-baik saja. Jumlah cabang yg dapat dicangkok terbatas, sehingga tdk dpt dilaksanakan secara massal. Membutuhkan ketrampilan khusus Hal-hal yang perlu diperhatikan : Waktu mencangkok à musim hujan Pemilihan batang cangkokan : umur pohon induk, sehat, unggul, telah berbuah, ukuran batang. Pengerjaannya harus teliti Pemeliharaan harus intensif. 4). Cara Mencangkok. Kulit sekeliling cabang disayat/dikupas dan dikerat, lebar antara 2 keratan bervariasi 2-10 cm. Kulit dan keratan diangkat sampai terlihat kambium, bagian kambium harus dibuang dg cara dikerik dengan pisau perlahan-lahan, jangan sampai luka kayunya, dan kemudian digosok sampai kayu kering dan terasa tidak licin Dikeringanginkan 0-10 hari Bagian yang sudah terbuka tersebut diberi media (campuran tanah + kompos) dan dibungkus dgn sabut kelapa, ijuk, dll. Penyiraman dilakukan selama tidak ada hujan Akar cangkokan mulai tumbuh 1 – 3 bulan (tergantung jenis tanaman), setelah tumbuh akarnya kemudian dipotong dan dipindahkan ke media di dalam kontainer/wadah. PERBANYAKAN TANAMAN DENGAN CARA OKULASI Perbanyakan tanaman dengan system okulasi dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas. Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. Batang atas berupa ranting atau mata tunas dari pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. Dari hasil penggabungan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit okulasi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan okulasi sebagai berikut : Penyediaan Batang bawah dapat menggunakan kantong-kantong plastik / poliback . Media dianjurkan campuran tanah, pasir dan pupuk kandang, perbandingan 1:1:1. Dianjurkan untuk mempunyai persediaan media tanam yang sudah dicampur, Setelah bibit berumur 8 - 9 bulan dapat dilaksanakan okulasi. Benih tanaman dapat ditanam langsung kelapangan (direct planting) dan ada yang harus disemaikan lebih dahulu. Persemaian (Nursery) merupakan tempat kegiatan memproses benih menjadi bibit. Lokasi cukup teduh, lembab dan dekat dgn sumber air dan dekat dgn lokasi tanam. Dalam bentuk bedengan, tanah persemaian harus cukup subur. Bedengan beratap, menghadap Utara-Selatan tentukan panjang dan lebar bedengan agar mudah pemeriksaan. Langkah Pengerjaan okulasi. Alat dan bahan Pisau, gunting, Plastik/nescofilm, batang atas/mata tunas. Penyayatan mata tunas dengan menggunakan pisau / kater yang sudah di steril Penyayatan batang bawah dalam bentuk segi empat (jendela). Penempelan mata tunas yang telah dibentuk segi empat sama dengan bentuk dan ukuran batang bawah. Mengikat mata tunas yang telah ditempel dengan menggunakan plastic atau nescofilm Tempelan setelah ± 3 minggu dapat dilihat apakah okulasi berhasil atau gagal.