Budidaya kelinci saat ini sudah menjadi sangat populer di masyarakat, Gencarnya pemberitaan mengenai budidaya kelinci belakangan ini menjadikan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk menggeluti usaha beternak kelinci. Agar berhasil dalam berhasil dalam menjalankan usaha budidaya kelinci, maka beberapa pengetahuan dasar tentang beternak kelinci berikut ini wajib untuk diketahui. Untuk berhasilnya budidaya, kita harus mernaharni hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan, salah satu yang paling utama adalah perkandangan.Lokasi perkandangan budidaya kelinci sebaiknya tidak mengganggu ketertiban dan kepentingan umum setempat yang dibuktikan dengan izin tempat usaha. Letak dan ketinggian lokasi terhadap wilayah sekitarnya harus memperhatikan lingkungan dan topografi, sehingga kotoran dan limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan. Selain itu lokasi budidaya harus bebas dari jasad renik yang membahayakan ternak dan manusia. Sumber daya seperti air harus tersedia cukup dan memenuhi baku mutu air sesuai dengan peruntukannya dan juga tersedia sumber energi yang cukup untuk penerangan dan operasional pembibitan.Untuk bangunan kandang, agar kelinci dapat berkembang dengan baik maka harus ditempatkan dan didesain senyaman mungkin. Lokasi kandang juga perlu memperhatikan kecukupan mendapatkan sinar matahari pagi. Sinar matahari pagi antara jam 6-8 sangat penting bagi kesehatan kelinci. Lingkungan kandang juga bersuhu sejuk (18 – 22oC derajat dan kelembaban 60 - 90 %), tempat harus kering serta lingkungan yang tenang.Sirkulasi udara harus baik karena membantu menghilangkan bau tidak sedap dari kandang kelinci. Selain itu sirkulasi yg baik juga membantu kelinci untuk tetap aktif dan sehat. Selain itu hindari pembuatan kandang yang terlalu terbuka serta hindari penempatan kandang dilokasi yang menghadang arah tiupan angin.Kelinci merupakan hewan yang mudah takut dan stress karena keberadaan binatang predator, seperti kucing, anjing, tikus, ular dan lainnya. Untuk itu kandang dibuat serapat mungkin serta penempatan kadang yang jauh / aman dari binatang predator. Kandang celah lebar hanya diperbolehkan manakala kita yakin tidak ada ancaman predator. Ukuran kandang kelinci minimal adalah tiga kali dari ukuran kelinci paling tidak kandang dibuat agar kelinci dapat selonjoran karena kelinci paling suka selonjoran. Ukuran kandang yang dibuat menyesuaikan ukuran tubuh kelinci.Ukuran ruang kandanguntuk kelinci mini (Netherland Dwarf & Hotot) sekitar 50x60x40 cm (panjang x lebar kebelakang x tinggi).Untuk kelinci medium (seperti Rex, Holland Lop, Dutch) sekitar 60x70x50 cm.Untuk kelinci besar / pedaging seperti kelinci Flemish Giant & New zealand sekitar 70x80x60 cm.Kandang dapat terbuat dari kayu atau bambu dan atapnya bisa dari seng, genting, fiber glass atau asbes.Selain menggunakan bambu alas kelinci juga dapat menggunakan kawat ram atau kawat strimin.Usahakan untuk menggunakan bahan yang tidak menutupi/menghalangi interaksi kelinci dengan lingkungannya. Perbanyaklah menggunakan kawat ram sehingga kelinci tidak merasa dikucilkan/kesepian.Tetapi sebaiknya jika menggunakan kawat perlu diberi alas berupa kardus atau koran agar kelinci merasa nyaman karena kaki kelinci mengalami kesulitan dalam mencengkeram kawat.Kebersihan kandang dalam beternak kelinci adalah hal yang paling utama dalam ternak kelinci. Jika kandang kotor maka kelinci akan mudah sekali terserang penyakit baik penyakit kulit atau mencret yang disebabkan oleh bakteri. Oleh karena itu sebaiknya alas kandang terbuat dari bambu yang dijajar sehingga kotoran kelinci dapat langsung jatuh ke bawah.Jarak tinggi antara alas kandang dengan tanah usahakan minimal 40 cm. Dengan begitu kelinci jauh dari kotoran. Selain itu hindaripenumpukan kotoran. Bila kotoran menempel pada alas kandang, sebaiknya cepat dibersihkan. Jika kotoran menumpuk lewat sehari saja, bakteri akan hidup berkembang di situ. Jika kuku kelinci terkena itu biasanya nanti penyakit kudis, bahkan jika tertelan akan mengakibatkan penyakit pencernaan yang gawat. Anak-anak kelinci sering menjadi korban dalam hal ini. Dalam menata bambu tidak boleh terlalu lebar karena kaki kelinci dapat terperosot dan terjepit sehingga kelinci mengalami cacat bahkan kematian.Kandang kelinci juga harus dijauhkan dari tempat yang kotor dan bau.Kandang dibuat beberapa tingkat yang bertujuan untuk menghemat lahan yang akan ditempati. Namun karena kelinci takut ketinggian, oleh karenanya kandang dibuat tidak terlalu tinggi (maksimal 3 tingkat) serta dihindari penempatan kandang dilokasi area tinggi.Kandang juga dibuat beberapa kolong atau sekat untuk memisahkan antara kelinci yang berbeda jenis.Berdasarkan kegunaan, kandang kelinci dibagi menjadi dua yaitu kandang induk, dan kandang jantan. Kandang induk untuk kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya. Sedangkan khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar ditempatkan pada kandang jantan. Pisahkan juga antara jantan dan betina untuk menghindari perkawinan awal kelompok.Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi (a) kandang sistem postal: tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda; (b) kandang sistem ranch: dilengkapi dengan halaman pengumbaran; (c) Kandang battery: mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).Untuk tempat pakan dan minum, ukuran wadah sekurang-kurangnya sedalam 7,5 - 10 cm dan diameter 15-20 cm. Syarat tempat pakan dan minum adalah mudah dipasang dan diambil dari kandang , bobot cukup berat sehingga tidak mudah digulingkan oleh kelinci.(Ir. Amirudin Aidin Beng, MM. Sumber :Yunus, Ahmad. Sukses Beternak Kelinci Potong.Yogyakarta: Pustaka Baru Press; Direktorat Pembibitan Ternak. 2011. Pedoman Pembibitan Kelinci Yang Baik (Good Breeding Practice)Ditjennak; Hajri, Hardani. Berbagai Jenis Kandang Untuk Kelinci (http://seribukelinci.blogspot.com, diakses 4 Agustus 2014); Griya Satwa Asri. Tips Membuat Kandang Kelinci (http://griyasatwaasri.com/?p=46, diakses 4 Agustus 2014)