Untuk mengawinkan kelinci yang pertama kali, baik jantan maupun betina tergantung jenis/bangsa kelinci dan pertumbuhan masing-masing. Bangsa kelinci kecil, pertumbuhannnyalebih cepat dan kemasakan sexuil pun juga lebih cepat dibanding jenis sedang dan besar. Betina mulai boleh dikawinkan apabila mereka sudah mencapai kedewasaan (kemasakan). Setiap jenis kelinci secara individuil ada yang mengalami pertumbuhan lebih cepat daripada lainnya. Kelinci betina biasanya tumbuh lebih cepat atau lebih awal daripada kelinci jantan. Setiap 1 – 2 ekor jantan bisa melayani 10 -20 ekor betina. Rata-rata mereka dapat dikawinkan bila umur bibit betina dan jantan sudah mencapai 4-5 bulan (untuk jenis kelinci kecil, pada jenis sedang 5 – 6 bulan, dan jenis besar 8 – 10 bulan)Selain itu betina dalam keadaan birahi ditandai dengan vulva yang berwarna merah dan bengkak, dan dapat dirangsang dengan sentuhan jari pada genital betina. Guna mendapatkan produksi yang lebih banyak, maka perlu ada pengaturan perkawinan sehingga keturunan ataupun pihak induk sendir tetap berkembang baik. Seekor kelinci betina mengalami masa kebuntungan 30 – 32 hari. Sedangkan anak di dalam asuhan induk 8 minggu. Sehingga setiap kali beranak sampai dengan menyapih memerlukan waktu kurang lebih 90 hari. Dengan demikian dapatlah diperhitungkan, bahwa seekor kelinci akan bida beranak 4 kali dalam waktu 1 tahun bila tanpa suatu kegagalan. Terdapat pula jenis kelinci produktif yang pengaturan perkawinannya dilakukan 6 minggu sesudah beranak sehingga bisa beranak 5 kali setahun. Mengatur perkawinan dengan jarak dekat belum pasti membawa keuntungan yang besar. Kemampuan reproduksi kelinci harus dilihat dari faktor genetis dan lingkungan. Perkawinan yang terlalu cepat dapat meningkatkan risiko tubuh induk kurang sehat bahkan dapat menyebabkan kematian. Sistim perkawinan dapat dilakukan dengan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin alam. Kawin alam dilakukan dengan membawa kelinci betina ke kandang kelinci pejantan dengan perbandingan jantan dan betina 1 : 5. Jikadilakukan secara alami mengingat sifat teritorial pejantan menuntut perkawinan dilakukan di kandang pejantan dan jika dilakukan sebaliknya pejantan tidak mau berkopulasi. Induk yang dikawinkan sebaiknya yang sedang estrus dengan tanda vagina yang membengkak kemerahan, karena induk yang estrus akan mudahkan pejantan berkopulasi. Bila kopulasi terjadi ditandai denganjatuhnya pejantan kesamping den berlangsung sangat cepat. Adanya cairan dalam vagina belum menjamin terjadinya perkawinan yang fertil, kadang-kadang saat ejakulasi hanya berisi plasma semen tanpa sperma. Untuk itu perkawinan perlu diulang agar fertilitas terjadi. Jika pejantan kesulitan untuk berkopulasi, make dapat dibantu sehingga kopulasi terjadi. Dalam mengatur perkawinan perlu memperhatikan temperatur setempat. Sebab temperatur yang terlampau panas akan berakibat kurang menguntungkan. Panas merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpenganuh pada kelinci di negara tropis, suhu lingkungan diatas 30° C dapat menghambat fertilitas pada pejantan sedangkan pada betina bunting dapat mengakibatkan kematian embrio. Untuk itu waktu memperkawinkan kelinci sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari pada saat suhu lingkungan tidak terlalu panas. Pada proses perkawinan, ada kalanya/terdapatbetina yang menolak kawin. Hal ini dapat dikarenakan betina dalam kondisi hamil. Dalam kondisi hamil pun kelinci bisa kawin dan hamil lagi. Sehingga sebaiknya jangan sampai terjadi perkawinan dalam masa hamil atau menyusui. Penolakan betina kepada jantan juga bisa disebabkan beberapa hal, antara lain, 1) betina tidak suka dengan pejantan itu. Solusi, ganti pejantan lain.2) betina merasa tidak nyaman dalam kandang. Solusi, kawin di luar.3) betina sedang dalam kondisi stress, solusi tidak bisa dikawinkan. Rawat terlebih dahulu dan diulang beberapa hari kemudian.Kebuntingan Kelinci. Kebuntingan dimulai dengan pertemuan sel telur dan sperma. Lama kebuntingan adalah waktu dari mulai perkawinan sampai beranak Lamanya dipengaruhi oleh bangsa kelinci, umur induk, besar dan jumlah anak dan lingkungan. Lama kebuntingan yang panjang terlihat bilajumlah anak yang dilahirkan sedikit clan mempunyai berat lebih dan 100 gram, sebalikknya jumlah anak yang banyak menjadikan lama kebuntingan lebih pendek. Lama kebuntingan umumnya rata-rata 31-32 hari tetapi ada yang 29 hari dan paling lama 35 hari. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan dalam bunting atau rendahnya kehamilan. Hal ini yang sering membuat kita kecewa dan tidak bersemangat dalam hal beternak kelinci. Ini tidak terjadi apabila kita mengetahui masalah-ma alah yang terjadi dalam proses kawin atau dalam proses setelah kawin. Beberapa faktor tersebut antara lain : a). Kebuntingan Palsu. Problem ini kemungkinan besar pernah dialami oleh sebagian peternak kelinci, dimana kelinci sudah menunjukkan kondisi hamil / kebuntingan tetapi kelinci tidak melahirkan anak. Ini disebabkan karena pada saat kawin tak ada kesuburan atau adanya kegusaran seksual pada saat induk betina yang dikawini oleh pejantan asing, dimana induk betina belum kenal atau berdekatan dengan pejantan yang mengawini. Induk yang mengalami bunting palsu ,tidak bisa bunting selama kebuntingan palsunya berakhir. Bunting palsu berakhir biasanya selama 17 hari. Benar-benar mengakhiri bunting palsu sesudah 18 atau 22 hari, yang disertai dengan mencabuti bulunya untuk membuat sarang. Setelah berakhir bunting palsu baru dapat dikawinkan kembali.; b).Temperatur. Temperatur yang terlampau tinggi , terutama perubahan udara yang sangat mendadak dapat mengakibatkan kelinci tidak subur/ mandul. Dimana produksi sel telur induk betina tidak normal pada masa tidak subur dan dapat mengakibat kan kelinci menjadi keriput dan nafsu makan turun. Demikian juga pejantan , produksi sel jantannya juga tidak normal. Hal ini dapat disiasati bagi peternak yang daerah suhunya di atas 25oC dapat membuatt kandang untuk peternakan dibawah pohon yang rindang, sehingga suhu sekitar kandang akan turun dan kelinci menjadi nyaman. Bagi penghobi yang jumlah kelincinya sedikit dapat juga pada saat cuaca panas kelinci ditempatka diruang ber AC sehingga produksi sel nya bagus dan normal; c). Umur. Kegagalan bunting dapat disebabkan karena kelinci dikawinkan pada usia muda. Umumnya kelinci kecil/ sedang pada usia 5-6 bulan sudah bisa hamil. Untuk kelinci besar seperti flam, new zealand umumnya pada usia 7-8 bulan. Induk kelinci dapat memproduksi bagus sampai dengan umur 3 tahun, ada juga samapi 4-6 tahun dengan pemelihara an yang bagus masih dapat berproduksi; d). Kondisi Penyakit. Mengawinkan kelinci dalam kondisi sakit, akan mengakibatkan kegagalan bunting. Karena kelinci yang sakit, nafsu makan turun dan pertumbuhan biologisnya tidak normal dan kelinci menjadi kurus. Hal ini mengakibat kan alat reproduksi tidak maksimal dan saat kawin akan menimbulka n kegagalan bunting. Masa Menyusui. Kelinci memiliki 4 pasang kelenjar mamae, yang tumbuh dan berkembang secara cepat pada minggu terakhir masa kebuntingan Jumlah produksi susu rata-rata 150-200 mg/hari pada anak varietas pertama dan meningkat pada varietas berikutrnya. Pada kelinci besar jumlahnya akan lebih banyak dan maksimum pengeluaran air susu terjadi pada minggu kedua dan ketiga masa laktasi . Untuk mendapatkan air susu yang optimal, sebaiknya pengasuhan anak dibatasi 7 - 8 ekor. Jika jumlah anak yang dilahirkan perkelahiran (litter size) melebihi 8 ekor, maka kelebihan anak dapat dilakukan tmdakan dengan menitipkan anak ke induk lain yang jumlah anaknya lebih sedikit. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM. Sumber : Yunus, Ahmad. Sukses Beternak Kelinci Potong.Yogyakarta: Pustaka Baru Press; Purnama, R.Denny. 2000. Pola Reproduksi Pada Ternak Kelinci. Temu Teknis Fungsional Non Peneliti 2000).