Loading...

Perkembangan Usaha Budidaya Jamur Tiram

Perkembangan Usaha Budidaya Jamur Tiram
PENGEMBANGAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA JAMBELAER KECAMATAN DAWUAN Desa jambelaer terletak di wilayah kecamatan dawuan kabupaten subang Provinsi Jawa Barat, dengan luas wilayah 2500,366 ha dengan jumlah penduduk 5.670 Jiwa. Rata-rata penduduk desa jambelaer bermata pencahariaan sebagai petani. Ketinggian tempat desa jambelaer sekitar 800 mdpl dengan jenis tanah laktosol. Petani desa jambelaer kebanyakan bertani padi sawah, palawija dan peternakan, tapi sekarang ini untuk menunjang tambahan penghasilan petani mulai mengembangkan usaha kecil mandiri yaitu budidaya jamur tiram, latar belakang dari budidaya jamur tiram ini petani ingin berusaha secara berkelompok untuk perkembangan usaha dan bermitra dengan beberapa kelompok tani. Adapun kebutuhan jamur tiram khususnya wilayah dawuan untuk saat ini masih kurang ditambah permintaan dari luar yang begitu banyak, sehingga mendorong para petani untuk bisa mengembangan lebih luas lagi dalam usaha budidaya jamur tiram ini. Jamur kaya akan kandungan gizi dan vitamin yang baik bagi tubuh. Diantaranya protein, vitamin, asam amino, antibiotik, dan masih banyak lagi. Jamur juga baik untuk pengidap kolesterol karena jamur tidak mengandung lemak tak jenuh. Jamur tiram memerlukan perawatan khusus, jika kondisi pengembangan kurang lembab jamur tidak mau tumbuh besar Kendala yang dihadapi oleh petani jambelaer untuk perkembangan usaha budidaya jamur tiram ini, adalah perluasan untuk pembuatan kumbung jamur yang dirasa sangat mahal untuk modal awalnya. Beberapa petani jamur biasanya menggunakan dapur atau bagian rumah yang kosong sebagai kumbung, ini dilakukan untuk menekan modal. adapun sebagian Petani hanya mampu membuat kumbung jamur dari bahan bambu dan pemanfaatan bangunan kosong milik desa yang sudah tidak terpakai Faktor penting yang harus dijaga di dalam kumbung yakni kelembapan dan suhunya. Kesesuaian kelembapan dan suhu sangat mempengaruhi pertumbuhan jamur. Rak di dalam kumbung dibangun bertingkat seperti rak buku. Rangka rak dapat dibuat dari kayu dan bambu. Antara rak yang satu dengan rak lainnya diletakan berjajar. Berikan jarak beberapa meter untuk jalan atau lorong agar mudah dalam pemeliharaan. Tinggi rak kurang lebih 40 cm, tapi usahakan jangan kurang dari 40 cm. Tingkatan rak dibangun sesuai kebutuhan, misalnya 3-4 tingkat. Rak memiliki lebar 40 cm. Jarak antar tingkatan rak adalah satu meter. Setiap tingkatan rak tersebut dapat menampung kurang lebih 80 baglog jamur. Jamur tiram dapat dipanen sekitar dua minggu setelah peletakan baglog di rak jamur Petani desa jambelaer yang sudah menjalankan usaha ini sejumlah 20 orang dengan jumlah baglog yang diusahakan sejumlah 2000 baglog perpetani, modal perbaglog sekitar Rp. 2.500,- dengan rata2 penghasilan perbaglog 0,5 kg. Keuntungan yang diperoleh petani sampai saat ini baru sekitar Rp. 10.000.0000,-. Per periode 3 bulan sekali