Loading...

PERLINDUNGAN TANAMAN MELATI

PERLINDUNGAN TANAMAN MELATI
Perlindungan tanaman bertujuan untuk melindungi tanaman dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan ( OPT) dan meningkatkan kualitas serta kuantitas tanaman. Pengetahuan mengenai pencegahan jenis hama, penyakit yang sering menyerang tanaman melati merupakan strategi untuk mengoptimalkan produksi bunga melati dalam mutu yang diharapkan.Pengendalian hama dan penyakit tanaman melati sangatlah prioritas, ini disebabkan karena harapan tanaman tumbuh prima sehingga diharapan produk dapat maksimal. Mengantisipasi hal tersebut maka upaya perlindungan tanaman dilakukan berdasarkan prinsip Pengendalian Hama terpadu (PHT). Tidakan pengendalian preventif yang dikembangkan sebagai upaya menghindari terjadinya serangan OPT dengan cara budidaya tanaman sehat dan mengoptimalkan peran pengendalian secara alami. Tindakan responsif yang merupakan tindakan pengendalian jika populasi OPT berada pada tingkat diatas ambang ekonomi. Tindakan respontif yang diambil harus mengutamakan cara-cara yang ramah lingkungan, seperti cara mekanik, menggunkan agens hayati dan penggunaan pestisida sedapat mungkin dihindarkan. Tindakan preventif dikembangkan dan direncanakan sebelum tanam dan dalam pelaksanaannya diintegrasikan dalam sistem budidaya tanaman dan tindakan ini diambil berdasarkan pengamatan dilapang. Penting dalam PHT yaitu untuk melakukan pengendalian dan mengenal Organisme Pengganggu Tanaman yang menyerang, memahami gejala serangan OPT, memahami cara penyebaran dan faktor-faktor perkembangan orgsanisme pengganggu tanaman. Tujuan pengendalian OPT ini untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal, kepastian keberhasilan panen, mutu produk yang tinggi dan aman untuk dikomsumsi, serta diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekologis. Prinsip pokok dan prioritas teknologi pengendalian hama/penakit pada tanaman melati antara lain: 1). Pengendalian hayati dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan musuh-musuh alami hama (parasitoid, predator, patogen) dengan cara: a) memasukkan, memelihara, memeperbanyak dan melepaskan musuh alami; b) mengrangi penggunaan pestisida organik sinstetik yang berspektrum lebar/menggunakan pestisida selektif 2). Ekosistem pertanian dikelola dengan cara penggunaan bibit sehat, sanitasi kebun, pemupukan berimbang, pergiliran tanaman yang baik, dan penggunaan tanaman perangkap. 3). Pestisida digunakan secara selektif berdasarkan hasil pemantauan dan analisis ekosistem. 4) Jenis hama yang menyerang pada tanaman melati antara lain · Ulat palpita (palpita unionalis Hub), gejala serangan : larva merusak tanaman melati dengan cara memakan daun muda dan pucuk tanaman. daun-daun melati yang tersisa satu sama lain akan direkat larva seiring dengan bertambahnya umur, yang digunakan untuk membentuk kepompong. Akibat serangan tersebut, melati gagal membentuk bunga, selain itu tampilan tanaman menjadi tidak menarik, sehingga tidak dapat dijual sebagai tanaman pot. Pengendalian disemprot dengan insektisida secara benar. · Penggerek bunga (Hendecasis duplifascialis Hmps), Gejala serangan : larva menyerang tanaman melati dengan cara menggerek kuncup bunga sehingga gagal mekar. Kuntum bunga yang terserang menjadi rusak dan kadang-kadang terjadi infeksi sekunder oleh cendawan hingga menyebabkan bunga rusak. Pengendalian : disemprot dengan insektisida yang benar. · Thrips (Chaetanaphothrips (Scritothrips) signipennis), Gejala serangan : Thrips merusaka tanaman melati dengan cara memarut dan menghisap cair tanaman, terutama pucuk, daun muda dan bunga. Serangan berat dapat menyebabkan daun muda/pucuk berkerut/keriting dan pada bungan menjadi gugur, hama ini bersembnyi pada helkaian bunga melati. Populasi meningkat pada musim kemarau dan menurun pada musim hujan. Pengendalian; dilakukan dengan cara mengurangi ragam jenis tanaman inang di sekitar kebun dan menyemprot insektisida dengan benar. · Kutu putih/sisik peudococcus (pseudococcus longispinus Targioni – Tozzett), Gejala serangan : kutu putih menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. Biasanya dijumpai pada permukaan bawah daun dan pada sudut tangkai daun. Bila populasi bayak hama ini hidup bergerombol seperti gumpalan kapas selain itu kutu putih mengeluarkan cairan seperti madu yang disenangi oleh semut dan juga menyebabkan tumbuhnya cendawan jelaga hitam disenangi oleh semut dan juga dapat merusak penampilan tanaman dan menghambat proses fotosintesis. Pengendalian : dilakukan penyemprot insektisida dengan benar. 5. Jenis penyakit · Bercak Kuning (Xanthomonas compestis pv. Jasmini), Gejala serangan : munculnya bintik-bintik hijau pada permukaan daun yang semakin lama makin banyak dan sebaran merata pada seluruh permukaan bawah daun. Bintik hijau selanjutnya membesar dan berubah menjadi kekuning-kuningan dan bila serangan berat menyebabkan 80 % permukaan atas daun mengalami nekrosis dan daun mudah rontok. Penyakit berkembang hebang pada musim hujan. · Hawar daun (Rhizoctonia solani Kuhn), Gejala serangan : embun jelaga tumbuh diatas permukaan daun melati dan berwarna hitam. Serangan cendawan ini akan menghambat fotosintesis tanaman. · Antrak nosa (Colleotrichum gloeosporioides), Gejala serangan : munculnya bercak coklat pada permukaan atas daun. Bercak berkembang dengan bintik-bintik sirkuler, berwarna hitam yang merupakan badan buah yang berupa aservulus. Pada serangan berat, daun melati menjadi kering. 6. Pengendalian OPT secara Biologi ini dilakukan dengan musuh alami. Bneberapa musuh alami yang dapat digunakan adalah parasitoid telur (tricgogramma sp), Larva (Apantales sp), Pupa (Brachineria sp), patogen serangga (Beauveria bassiana, Metarrhium sp . dan Bacillus thurigiensis). Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti ; SOP Pengendalian Hama dan Penyakit Melati.