Hidroponik ( hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless. Jenis tanaman yang dapat dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan. Sebagai contoh jenis tanaman yang mempunyai nilai jual di atas rata-rata yaitu : paprika, tomat, timun jepang, melon, terong jepang, selada, strawberry, kentang. Adapun Keunggulan Hidroponik yaitu: Tanaman mudah diperbaharui tanpa tergantung kondisi lahan dan musim, Pertumbuhan dan kualitas panen dapat diatur, Hemat tenaga kerja, Produk bersih dan lebih higienis, Hemat air dan pupuk (aman untuk kelestarian lingkungan), Masa tanam lebih singkat, Biaya operasional murah.Sedangkan Kelemahan Hidroponik yaitu : Biaya investasi awal lebih mahal, Sangat dipengaruhi oleh kualitas air, konsentrasi dan komposisi pupuk, PH, dan suhu. Metode penanaman hidroponik ada 5 macam diantaranya yaitu : Sistem Aeroponik Sistem NFT (Nutrien Film Technique) Sistem Irigasi Tetes Ebband flow Wick system PERSEMAIAN DAN PENANAMAN BENIH TANAMAN HIDROPONIK Persemaian merupakan tahap awal dari proses berkebun, menanam, bertani dan semacamnya adalah mempersiapkan bbit atau benih nggul untuk disemai. Bibit unggul apabila perlakuan dalam menyemainya kurang bagus akan mengakibatkan hasil tanaman yang kurang bagus dari segi pertumbuhan maupun hasilnya. Ada beberapa cara semai bibit atau benih tanaman menggunakan media tanam dengan sistem hidroponik Persemaian dengan menggunakan rockwool Siapkan media tanam Rockwool, potong-potong rockwool seperti tahu sumedang atau sekitar 2 x 2 x 1cm atau disesuaikan dengan kebutuhan. Kemudian basahi rockwool dengan air secukupnya, sekedar basah, jangan terlalu basah. Basahi semua rockwool yang akan digunakan sebagai media semai, media tanam tanaman dan letakkan di baki ataupun di gully semai dan susun rapi. Buatlah lubang di rockwool menggunakan tusuk gigi atau paku atau tool lain atau silahkan disesuaikan dengan kebutuhan atau besar benih tanaman. Siapkan benih yang akan ditanam secukupnya, ambil benih menggunakan tusuk gigi yang telah dibasahi atau memakai tools sesuai ketersediaan di tempat anda. Masukkan benih/bibit tanaman ke dalam lubang, usahakan benih jangan terlalu dalam masuk ke dalam media tanam, cukup di permukaan dan terkena basah untuk proses imbisisi. Usahakan penempatan benih sesuai serat rockwool, sehingga akar akan mudah mencari jalan. Simpan bibit benih tanaman yang sudah disemai di tempat yang sejuk (jauh dari sinar matahari). Sekitar 1 - 4 hari akan terlihat benih pecah/sprout/tunas (ditandai warna putih), lama sproutnyabenih tergantung jenis tanaman. Jika benih tanaman sudah sprout langsung pindah ke tempat yang mendapatkan sinar matahari minimal 6 jam sehari. Setelah benih tanaman muncul daun hijau sekitar 3 atau 4 daun, umumnya sekitar 10 – 14 hari dari semai benih tanaman bisa dipindahkan ke lahan. TAHAPAN DALAM PENYIAPAN BENIH Persiapan Tanam Sterilisasi Ruangan Bahanyang sering digunakan untuk sterilisasi seperti : Lysol, formalin dan beberapa jenis pestisida. Caranya : Formalin 5% disemprotkan ke seluruh bagian ruangan pembibitan dengan konsentrasi 5 cc/liter air Dalam waktu ± 4-5 hari setelah penyemprotan formalin disusul dengan penyemprotan pestisida. Sumber : Bidang Ketahanan Pangan Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Sibolga. Jalan Gatot Subroto Pondok Batu – Sarudik Email : sekretariatdpkpp@gmail.com Oleh : Theresia M. Simatupang, A.Md (Penyuluh BPP Dolok Masihul)