Loading...

PERSENTASE KEHILANGAN HASIL PANEN PADI SAWAH

PERSENTASE KEHILANGAN HASIL PANEN PADI SAWAH
Oleh : Supriyadi Faktor-faktor penyebab kehilangan hasil panen a. Selama waktu panen, susut dapat terjadi karena ada gabah yang rontok di lahan akibat cara panen yang tidak benar atau akibat penundaan waktu panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan gabah pada saat pemanenan berkisar antara 2,15 – 3,07%. Kehilangan hasil pada saat panen dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya umur panen, kadar air panen, alat dan cara panen, seta perilaku tenaga pemanen tersebut. b. selama perontokan, susut dapat terjadi karena adanya gabah yang tertinggal pada malai, juga kerusakan mekanis yang disebabkan oleh peralatan atau mesin yang digunakan c. Proses pengeringan yang tidak sempurna juga dapat menimbulkan susut selama proses perontokan atau penggilingan. d. Perontokan yang dilakukan segera setelah pengeringan juga beresiko memperbesar persentase kerusakan mekanis. e. Selama dalam pengangkutan atau penyimpanan, susut dapat terjadi akibat gabah tercecer bila tidak dikemas dengan cara yang benar. Mengapa penanganan pascapanen di tingkat petani masih belum optimal : a. Kebutuhan hidup yang mendesak b. Teknik & pengetahuan tradisional yang belum dikembangkan dipakai terus c. Kurang pengetahuan tentang penanganan pascapanen yang benar d. Kesulitan biaya & tenaga tambahan Secara umum, kehilangan hasil panen padi dipengaruhi oleh : varietas tanaman, kadar air gabah saat panen, alat panen, cara panen, cara/alat perontokan, dan sistem pemanenan padi. Tingkat Kehilangan Hasil Kehilangan panen ini mestinya masih dapat ditekan. Salah satu penentu utama kehilangan panen ialah sistem panen. Penelitian menunjukkan bahwa kehilangan akan sangat tinggi jika panen dilakukan sistem keroyokan (sistem bawon) yang masih diterapkan. Pergeseran dari sitem panen keroyokan yang bersifat terbuka ke sistem ceblokan yang bersifat tertutup dapat menekan kehilangan panen sekitar 4,6 % dari 18,9% pada sistem keroyokan menjadi 14,3 % pada sistem ceblokan. Sudah barang tentu kehilangan panen mestinya dapat ditekan lebih besar lagi jika pemanenan dilakukan dengan sistem kelompok yang sudah mulai berkembang. Dimana potensi kehilangan hasil dapat ditekan? 1. Kehilangan pada pemanenan