Persyaratan TumbuhBudidaya stroberi pada mulanya didominasi daerah atau negara beriklim subtropis, akan tetapi seiring perkembangan ilmu dan teknologi pertanian, pengembangan stroberi mendapat perhatian di daerah beriklim tropis. Di Indonesia tanaman stroberi ditanam oleh petani dalam skala kecil terutama pada daerah-daerah tinggi seperti Cipanas, Lembang, Bali, dan Berastagi. Namun demikian, produksi yang dihasilkan masih rendah, sehingga diperlukan pembudidayaan yang lebih intensif dalam pengembangan tanaman stroberi. Stroberi yang ada di Indonesia berasal dari Belanda dan Jepang. Berbagai varietas unggul stroberi berasal dari introduksi yang sudah beradaptasi di Indonesia, antara lain Ostara, Tanira, Rabunda, Bogota, Elvira, Grella dan Red Gantlet. Para petani di Lembang menanam stroberi varietas Benggala dan Nenas. Kedua varietas ini dianggap sebagai kultivar lokal, yang cocok digunakan sebagai buah olahan karena rasanya yang agak asam dan beraroma harum.Untuk pertumbuhan dan perkembangan, tanaman stroberi menghendaki beberapa persyaratan tumbuh, yaitu iklim, ketinggian tempat, dan kesuburan tanah. Kondisi IklimTanaman stroberi membutuhkan lingkungan tumbuh yang bersuhu dingin dan lembab. Meskipun demikian tanaman stroberi mempunyai kemampuan beradaptasi yang cukup luas pada suhu optimal antara 17-20 0 C dan suhu udara minimum antara 4-5 0 C dengan kelembaban udara 80-90 %, penyinaran matahari 8-10 jam per hari dan curah hujan berkisar antara 600-700 mm per tahun. Kriteria iklim berdasarkan tipe curah hujan dapat dikelompokkan sebagai berikut:• Iklim sangat basah, yakni daerah-daerah yang bercurah hujan berkisar antara 2.000 – 2.500 mm per tahun;• Iklim kering, yakni daerah-daerah yang bercurah hujan kurang dari 2.000 mm per tahun.Tanaman stroberi cocok ditanam di daerah dataran tinggi bersuhu rendah, berhari pendek atau berhari netral, dan beriklim basah sampai kering. Ketinggian TempatKetinggian tempat yang paling cocok untuk tanaman stroberi antara 1.000 – 1.500 meter di atas permukaan laut (dpl). Kesuburan TanahStroberi tumbuh baik pada jenis tanah liat berpasir. Di daerah dataran tinggi, biasanya tumbuh pada jenis tanah andosol dan latosol, keadaan tanahnya subur dan gembur serta banyak mengandung bahan organik, beraerasi, dan berdrainase dengan baik. Kemasaman tanah antara 5,4 – 7,0 dan tidak mengandung wadah penyakit tular tanah. Air tanahnya dangkal antara 50-100 cm dari permukaan tanah. Tanah atau medium tanam yang memiliki pH masam (pH 7,0) akan berpengaruh kurang baik terhadap pertumbuhan tanaman stroberi. Penyiapan lahanLahan kebun tanaman stroberi disiapkan biasanya dalam bentuk bedengan-bedengan atau guludan tanpa mulsa plastik atau dengan bermulsa plastik. Lahan kebun tanaman stroberi diolah secara sempurna dengan cara dicangkul atau dibajak sedalam 30-40 cm hingga tanah menjadi gembur. Kemudian tanah dikeringkan selama 15-30 hari, dibuat bedengan-bedengan berukuran lebar (80-100 cm), tinggi (30-40 cm), jarak antar bedengan (40-60 cm), serta panjang disesuaikan dengan keadaan lahan. Jika dibuat guludan-guludan ukurannya, lebar bawah (30-40 cm), lebar atas (40 cm), tinggi (30-40 cm), dan jarak antar guludan (40-60 cm). Cara PenanamanWaktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan dengan mengeluarkan bibit tanaman dari polybag dengan cara menyobek sehingga bibit secara utuh bersama dengan akar dan medium tanahnya. Lubang tanaman dibuat di permukaan bedengan dengan tugal dengan jarak tanam 40 x 30 cm atau 40 x 50 cm. Tanamkan bibit tersebut satu persatu pada lubang tanam yang telah tersedia sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal batang.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian