Loading...

PERTAMINA R.U. VI BALONGAN LATIH PENYULUH, PETANI DAN SEBARKAN PUPUK HAYATI

PERTAMINA R.U.  VI BALONGAN LATIH PENYULUH, PETANI DAN SEBARKAN PUPUK HAYATI
Bertempat di Balai Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Pertamina RU VI Balongan, melalui program CSR, melaksanakan pelatihan dan penyebaran pupuk hayati bagi penyuluh pertanian dan petani se Kabupaten Indramayu pada tanggal 4 Desember 2014. Pelatihan diikuti oleh petani/kontaktani/wanita tani masing-masing 2 orang tiap kecamatan sebanyak 62 orang dan seorang penyuluh tiap kecamatan sebanyak 31 orang dan 6 orang dari kelompok jabatan fungsional penyuluh pertanian kabupaten.Dalam sambutannya, camat Balongan Drs. H. Bastoni, MSi mengatakan bahwa di Kecamatan Balongan telah lama dilakukan kerjasama dengan Pertamina RU VI Balongan dalam bidang pertanian, "Insya Allah setelah hujan datang dan air mencukupi, petani mulai mengolah tanah, dan untuk aplikasi pupuk hayati telah disiapkan 5 hektar lahan sawah yang akan dikelola oleh petani secara swadaya dan akan dibimbing serta dibina oleh aparat pertanian tingkat kecamatan". Sementara itu dari pihak Pertamina RU VI Balongan yang diwakili oleh Sdr. Cecep, siap untuk terus bekerjasama dengan petani baik di Kecamatan Balongan maupun dengan petani lain di Kabupaten Indramayu.Penyelenggaraan pelatihan dan penyebaran pupuk hayati disambut baik oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (BKPPP) Kabupaten Indramayu, hal ini dikarenakan penggunaan pupuk anorganik terus menerus akan menurunkan kesuburan tanah. "Penggunaan pupuk anorganik tanpa diimbangi pupuk organik menyebabkan tanah semakin lama semakin tidak produktif, hasil produksi terus menurun" kilah Drs. Beny B. Kabid Metodologi yang mewakili BKPPP Indramayu.Selain materi pupuk hayati, disampaikan pula materi Pewilayahan Komoditas berdasarkan AEZ (Agro Ecology Zone) dan pemilihan varietas padi sawah yang disampaikan oleh Dr. Ir. H. Darmawan, MP. dari BPTP Jawa Barat. AEZ diharapkan dapat mempermudah penyusunan perencanaan (Programa) sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan.Pembuatan pupuk hayati unggulan nasional, langsung dipraktekan cara pembuatannya oleh pakar yaitu Prof. Dr. Ir. Ika Jatnika (Peneliti dan Pengajar) dari Balai Penelitian Tanaman Hias. Contoh pupuk yang sudah jadi telah diproduksi oleh KIN (Komite Innovasi Nasional) dan telah teruji oleh berbagai perguruan tinggi.Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut, "akan saya kembangkan pembuatan pupuk hayati ini baik untuk tanaman padi maupun kedelai" kilah Casma Petani asal Kecamatan Gantar yang berjarak lebih dari 70 km dari tempat pelatihan.Semoga berhasil. Penulis : Ir. Endang Kirno K. (Admin Kabupaten Indramayu) Tanggal : 5/12/2014