Pada Hari Selasa, 13 Desember 2016 dilaksanakan Pertemuan Forum Perbenihan tingkat Kabupaten Sijunjung bertempat di Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan yang dibuka oleh Kepala Dinas Ir. Nizam Ul Muluk, M.Si. Utusan dari Kecamatan Lubuk Tarok yaitu Keltan Tabek Siguntur didampingi oleh PPL Adpi Gunawan, SST dan Keltan Tiwal Sipundung didampingi PPL Liza Prayeti, SP. Pertemuan ini diikuti oleh seluruh penangkar pelaksana SDMB se Kabupaten Sijunjung sebanyak 10, Kepala Cabang PT. Pertani Sumbar, Kepala Cabang PT. Sang Hyang Sri (SHS) Solok, Koordinator Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Sumbar. Dalam arahannya Kadistanbun menyatakan bahwa forum perbenihan adalah sesuatu yang jarang dilakukan namun hal ini tidak berlaku bagi Kabupaten Sijunjung. Pertemuan ini sangat berguna bagi pihak terkait dalam rangka perwujudan tujuan pembangunan nasional khususnya swasembada beras. 10.629 ha lahan sawah di Kabupaten Sijunjung telah banyak yang mengalami degradasi bahkan 1.600 ha telah dikikis habis oleh penambang emas secara illegal. Dari luas sawas tersebut spotnya hanya 3-10 ha. Saat ini kita di kabupaten telah mencapai swasembada beras dan benih. Pengembangan saat ini adalah untuk mendukung program nasional serta meneruskan kemandirian benih. Sementara dalam eksposnya Koordinator BPSB Ir. Arsal menyampaikan tentang 6 tepat dalam perbenihan meliputi: tepat tempat, tepat waktu, tepat mutu, tepat varietas, tepat harga dan tepat jumlah. Saat ini terdapat 32 jenis varietas yang dikembangkan dan diminati di Sumbar. Selanjutnya beliau juga menyampaikan tentang peranan dan tugas kabupaten/kota, tugas BBI, klasifikasi benih, serta prosedur penangkar benih dan pemeriksaan benih. Selanjutnya ekspos yang disampaikan oleh Kacab. PT. Pertani Ir. Muliarman menyampaikan perihal tanggungjawab perusahaanya terhadap produksi dan distribusi kepada petani. Beliau juga memperkenalkan Unit Produksi Benih Solok dan Lubuk Alung serta Unit Pemasaran Solok, Bukittinggi dan Kerinci. Materi oleh Kacab. PT. SHS Solok Ir. Kasino menyatakan target 9 kabupaten/kota dibawah naungannya ditargetkan sebanyak 350ton. Kemudian beliau juga menyampaikan tentang strategi pemasaran benih termasuk kemasan yang digandrungi konsumen adalah kemasan 5 kg. Selanjutnya acara ditutup dengan tanya jawab yang cukup alot perihal modal usaha penangkar benih. (oleh: Adpi Gunawan, SST)