Loading...

PERTEMUAN KELOMPOK KTNA SE KECAMATAN BANGODUA KABUPATEN INDRAMAYU

PERTEMUAN KELOMPOK KTNA SE KECAMATAN BANGODUA  KABUPATEN INDRAMAYU
Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan yang kuat, Kementerian Pertanian menetapkan sebelas arah kebijakan pembangunan pertanian selama kurun waktu 2015 sampi dengan 2019. Salah satunya adalah peningkatan ketahanan pangan melalui tujuh komoditas strategis yaitu padi, jagung, kedele, tebu, cabe dan bawang merah.Untuk menunjang keberhasilan program tersebut diperlukan sumberdaya yang handal dan Profesional dalam membangun pertanian. Kelompoktani sebagai pelaku utama sangat memegang peranan penting dalam suksesnya pembangunan pertanian tersebut.Kabupaten Indramayu sampai tahun 2015 tercatat sebanyak sebanyak 1.324 kelompoktani, 43 kelompoktani diantaranya terdapat di Wilayah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bangodua. Pengurus Kelompoktani ini khususnya ketua kelompok yang ada di wilayah Kecamatan Bangodua telah bersepakat untuk selalu berkomunikasi mengadakan pertema bulanan dalam rangka penyampaian informasi dan mencari solusi bila mana ditemukan permasalahan yang terjadi di lapangan. Sebagai ikatan pertemuan tersebut adalah arisan sebesar Rp. 50.000,- per bulan. Pertemuan sperti ini sudah berjalan selama sebelas bulan. Pada pertemuan Bulan Juli tepatnya tanggal 30 Juli 2015 ini dilaksanakan di Rumah Ketuan Kelompok Sari I Desa Wana Sari yaitu Bapak Kusen.Dalam pertemuan tersebut dihadiri baik Penyuluh Pertanian se BPP Kecamatan Bangodua, Kepala UPTD Pertanian dan Peternakan, POPT, Sekretaris Kecamatan Bangodua. Sedangkan dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu yaitu Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagakerjaan, Bapak Ir. Nandang Hidayat, Penyuluh Pertanian Kabupaten Ir. Endang Kirno dan Edi Harnadi.Menurut Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bangodua pertemuan KTNA ini biasanya selalu dihadiri oleh Bapak Camat langsung karena interesnya terhadap pembangunan pertanian. Namun karena ada kegiatan di tingkat kabupaten maka diawakili oleh Sekretaris Kecamatan, seperti disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan.Dalam sambutannya Sekretaris Kecamatan Bangodua menyatakan bahwa Kecamatan masih lebih baik dari pada kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Indramayu. Beberapa kecamatan di Indramayu mengalami kekeringan bahkan se kabupaten kurang lebih 20.000 ha yang terancam kekeringan. Oleh karena itu kita patut bersyukur karena tidak seperti petani di wilayah lain. Untuk itu parapetani harus tetap semangat untuk membangun pertanian, karena masyarakat Bangodua pendapatan hidupnya mengandalkan pertanian. Bila pertanian ini gagal, maka berapa milyar rupiah kerugian dari masyarakat Bangodua ini.Untuk itu pembangunan pertanian harus didukung oleh semua pihak tidak dapat mengandalkan petani saja, atau para penyuluh saja tapi kita sema harus saling mendukung. Selain itu kita berharap kalau informasi yang disampaikan waduk Jati Gede yang diharapkan per 1 Agustus nanti mulai diairi dapat terlaksana, sehingga mempunyai dampak yang besar terhadap pertanian di Kabupaten Indramayu khususnya Keamatan Bangodua. Karena air irigasi akan mudah dikendalikan.Dalam rangka tertib pergiliran air, maka Babinsa Kecamatan Bangodua menghimbau para KTNA untuk tertib giliran air. Kita kasihan terhadap para petani yang ada di hilir. Jadi kalau air itu giliran wilayah kecamatan lain, jangan ada petani yang memompa. Jangan sampai Raksa Bumi saling bertengkar, jangan sampai Kuwu saling bertengkar demikian juga jangan sampai Babinsa saling bertengkar gara-gara berebut air untuk membela petani di masing-masing wilayahnya. Sementara itu Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagakerjaan dalam sambutannya kekompakan, koordinasi antara petugas pertanian, KTNA yang sudah bagus ini tetap terjalin. Karena dengan kekompakan dan koordinasi maka segala permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. Program-program yang ditawarkan pemerintah kepada kelompok sangat banyak untuk itu para penyuluh agar selalu mengawal program tersebut. Penyuluh harus melihat dan memahami tugas dan fungsi pokokna agar dalam membina kelompoktani tidak salah arah. Dalam membina pengurus kelompoktani diarahkan agar tercipta sumberdaya manusia yang handal dan profesional, pengurus kelompoktani jangan hanya meminta bantuan dari pemerintah tapi membangun dari diri sendiri. Jangan membentuk kelompok kalau embentukan kelompok tersebut ada maksud untuk meminta bantuan dari pemerintah, karena kelompok seperti ini dikhawatirkan kelompok abal-abal yang begitu bantuan datang, bantuan tersebut tidak berkembang. Kita berharap bantuan yang berasal dari pemerintah tersebut bersifat stimulan untuk pemberdayaan kelompoktani di masa yang akan datang. Oleh karena itu para penyuluh di lapangan harus terus menerus mendampingi dan mengawal pengurus kelompoktani agar usahataninya berkembang dan keluarganya sejahtera. (Edi Harnadi)