Tanaman pertanian sering diganggu atau dirusak oleh organisme pengganggu yang secara ekonomis sangat merugikan petani. Organisme penggangu tanaman/tumbuhan ini dikenal sebagai hama tanaman, penyakit tanaman dan gulma, Organisme Pengganggu Tanaman sering disingkat OPT.Untuk menghindari kerugian karena OPT, tanaman perlu dilindungi dengan cara mengendalikan OPT tersebut. OPT tidak perlu diberantas habis karena memang tidak mungkin. Dengan usaha pengendalian, populasi atau tingkat kerusakan karena OPT ditekan serendah mungkin sehingga secara ekonomis tidak merugikan. Pengendalian OPT salah satunya dilakukan dengan menggunakan pestisida. Pestisida ada dua jenis yaitu pestisida kimiawi dan pestisida hayati/nabati. Pestisida adalah racun. Karena bersifat racun itulah maka pestisida dibuat, dijual, dan dipakai untuk meracuni OPT. Setiap penggunaan racun mengandung resiko (bahaya) oleh sebab itu petani diharapkan dapat mengelola resiko tersebut sehingga tidak membahayakan penggunanya, konsumen dan lingkungannya. Untuk menekan resiko penggunaan pestisida petani dapat menggunakan pestisida hayati/nabati yang terbuat dari bahan-bahan yang ada disekitar kita. Pestisida nabati/hayati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman/tumbuhan dan bahan organic lainya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Pestisida hayati/nabati digunakan untuk melakukan pencegahan terhadap timbulnya OPT sehingga prodak yang dihasilkan diharapkan lebih sehat, tidak membahayakan penggunanya, konsumen dan lingkungannya.Dengan menggunakan pestisida hayati musuh alami yang ada di lingkungan pertanaman tidak musnah/mati bahkan dapat berkembangbiak dengan baik sehingga ekosistem di lingkungan pertanaman dapat terjaga. Cara membuat pestisida hayati/nabati: 1. Wereng Coklat/HijauBahan:• Paitan/sambiroto 2-3 batang/tembakau satu genggam• Air 10 lt• Garam dapur 200 gr Cara membuatnya:• Seluruh bagian tanaman direndam dalam air 10 lt selama 2 minggu sampai busuk Cara menggunakannya:• Air disaring dalam ember dengan mengunakan kain. Setelah itu taburka garam (200 gr) dalam ember aduk hingga rata lalu masukan dalam tangki semprot. Tidak perlu diencerkan. 2. Wereng Coklat/HijauBahan:• Daun sirsak 100 lembar• Rimpang jeringau 1 genggam• Bawang putih 20 siung• Deterjen/sabun colek 20 gr• Air 20 lt Cara membuatnya• Daun sirsak, rimpang jeringau, bawang putih ditumbuk halus lalu masukan kedalam ember setelah itu diberi air, aduk hingga tercampur rata. Setelah rata masukan deterjen/sabun colek. Aduk lagi hingga rata.• Rendam selama 2 hari, setelah itu dapat digunakan. Cara menggunakan:• Saring air rendaman dengan kain. Gunakan dosis 1 lt pestisida hayati/tangki/15 lt air. 3. Walang Sangit, Penggerak Batang, Ulat Wereng, Kutu Daun, dan TripsBahan:• Daun mimba/mindi/srikaya (buah dan daun) ; 8 Kg• Lengkuas 6 Kg• Sereh 6 kg• Sabun colek/deterjen 20 gr• Air biasa 20 lt Cara membuatnya:• Daun mimba/mindi/srikaya, lengkuas,sereh ditumbuk hingga halus lalu masukan kedalam ember berisi 20 lt air . tambahkan sabun colek/deterjen, lalu campur hingga rata.• Diamkan selama 2 hari, setelah itu dapat digunakan. Cara menggunakanya:• Saring ramuan dengan menggunakan kain, lalu encerkan dengan dosis 5 lt/tangki/15 lt air. 4. Penyakit Bercak Coklat dan BlastBahan:• Urin sapi Cara membuatnya:• Urin sapi diendapkan dalam bak terbuka selama 2 minggu, sesekali diaduk aduk dan dijemur dibawah sinar matahari sampai pukul 12.00 dan tambahkan MOL/EM4. Cara aplikasi:• 1 lt urin sapi diencerkan dengan 6 lt air atau satu tangki di beri 2,5 lt urin sai 5. Hama Keong Mas/Siput MurbaiBahan• Buah Jambe 5 kg• Air 20 lt Cara membuatnya• Buah jambe ditumbuk halus lalu rendam kedala air dalam ember selama 5 hari Cara aplikasi• Saring rendaman dan semprotkan kedalam petak sawah, tutup aliran pembuangan air dipetak sawah. Tidak perlu diencerkan. 6. Pestisida Nabati “Daun Pepaya”Daun pepaya mengandung bahan aktif “Papain”, sehingga efektif untuk mengendalikan “ulat dan hama penghisap”.Cara Pembuatannya:- 1 kg daun pepaya segar di rajang- Hasil rajangan di rendam dalam 10 liter air, 2 sendok makan minyak tanah, 30 gr detergen, diamkan semalam.- Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus.- Semprotkan larutan hasil saringan ke tanaman. 7. Pestisida Nabati “Biji Jarak”Biji Jarak mengandung “Reisin dan Alkaloit” , efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap (dalam bentuk larutan ), Juga efektif untuk mengendalikan nematoda/cacing (dalam bentuk serbuk).Cara Pembuatannya:- Tumbuk 1 biji jarak dan panaskan selama 10 menit dalam air 2 liter, tambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 50 gr deterjen lalu diaduk.- Saring larutan hasil perendaman, tambahkan air kembali 10 liter.- Siap dipergunakan dengan cara di semprot kan ke tanaman. 8. Pestisida Nabati ” Daun Sirsak “Daun sirsak mengandung bahan aktif “Annonain dan Resin “. Efektif untuk mengendalikan hama ” Trip “Cara Pembuatan :- Tumbuk halus 50 – 100 lembar daun sirsak.- Rendam dalam 5 liter air, + 15 gr detergen, aduk rata dan diamkan semalam.- Saring dengan kain halus- Dicairkan kembali 1 liter larutan pestisida dengan 10 – 15 liter air- Siap disemprotkan ke tanaman. 9. Pestisida Nabati ” Daun Sirsak dan Jeringau “Rimpang jeringau mengandung ” Arosone, Kalomenol, Kalomen, Kalomeone, Metil eugenol, Eugenol “.Efektif untuk mengendalikan ” hama wereng coklat “.Cara Pembuatan:- Tumbuk halus segenggam daun sirsak , segenggam rimpang jeringau, 20 siung bawang putih.- Rendam dalam air sebanyak 20 liter, di + 20 gr sabun colek, aduk rata dan di biarkan semalam.- Saring dengan kain halus.- Encer kan 1liter pestisida dengan 50 -60 liter air- siap di semprotkan ke tanaman. 10. Pestisida Nabati ” Pacar Cina “Pacar Cina mengandung minyak atsiri, alkaloid, saponin, flavonoin, dan tanin. Efektif untuk mengendalikan ” Hama ulat “.Cara Pembuatan:- Tumbuk 50 -100 gr ranting atau kulit batang pacar cina, tambah 1 liter air, tambah 1 gr detergen kemudian direbus selama 45-75 menit dan diaduk agar menjadi larutan. - saring dengan kain halus. - siap disemprotkan ke tanaman. 11. Pestisida Nabati ” Rendaman Daun Tembakau “Daun tembakau mengandung nikotin. Efektif untuk mengendalikan hama penghisap.Cara Pembuatan :- Rajang 250 gr ( sekitar 4 daun ) tembakau dan direndam dalam 8 liter air selama semalam.- Tambahkan 2 sendok detergen, aduk merata kemudian disaring.- Siap disemprotkan ke tanaman. 12. Pestisida Nabati ” Daun Sirih Hutan “Daun sirih hutan mengandung ” fenol dan kavokol “. Efektif untuk hama penghisap.Cara Pembuatan:- Tumbuk halus 1 kg daun sirih hutan segar, 3 siung bawang merah, 5 batang serai.- Tambahkan air 8 – 10 liter air, 50 gr deterjen dan diaduk rata.- Saring dengan kain halus- Siap disemprotkan ke tanaman. 13. Pestisida Nabati ” Umbi Gadung “Umbi gadung mengandung diosgenin, steroid saponin, alkohol dan fenol. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.Cara Pembuatan :- Tumbuk halus 500 gr umbi gadung dan peras dengan batuan katong kain halus.- Tambahkan 10 liter air , aduk rata dan siap di semprotkan ke tanaman. 14. Pestisida Nabati ” Daun Mimba “Daun mimba mengandung Azadirachtin, salanin, nimbinen dan meliantriol. Efektif mengendalikan ulat, hama penghisap, jamur, bakteri, nematoda dll.Cara pembuatana. Dengan ” Biji Mimba “ - Tumbuk halus 200 -300 gr biji mimba - rendam dalam 10 liter air semalam - Aduk rata dan saring, siap disemprotkan ketanaman. b. Dengan ” Daun Mimba “ - Tumbuk halus 1 kg daun mimba kering bisa juga dengan daun segar. - Rendam dalam 10 liter air semalam, aduk rata , saring dan siap untuk disemprotkan ke tanaman. c. Untuk mengendalikan ” nematoda puru akar ” pada tanaman tembakau lakukan 15 -30 gr daun mimba kering atau 5 -10 gr biji mimba ditumbuk halus, kemudian diberikan untuk setiap lubang tanaman tembakau. d. Untuk mengendalikan ” Jamur Fusarium dan Sclerotium “. sebanyak 2 -6 gr biji mimba ditumbuk lalu rendam selama 3 hari dengan air 1 liter. Lalu disaring dan siap di semprotkan ke tanaman. 15. Pestisida Nabati ” Srikaya dan Nona Seberang “Srikaya dan nona seberang mengandung annonain dan resin. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama pengisap.Cara Pembuatan- Tumbuk hingga halus 15 -25 gr biji srikaya/nona seberang- Rendam dalam 1 liter air, 1gr deterjen , aduk rata dan biarkan 1 malam, kemudian saring dan siap disemprotkan ketanaman. 16. Pestisida Nabati “ Daun Gamal “Daun gamal mengandung Tanin. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. Daun gamal bila ditambah dengan minyak tanah dan detergen akan dapat dipakai sebagai insektisida. Penggunaan nya harus hati2 karena dengan adanya minyak tanah mengakibatkan tanaman terbakar dan bau bila mendekati panen. 17. Pestisida Nabati ” Daun Mimba dan Umbi Gadung “. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.Cara Pembuatan- Tumbuk halus 1kg daun mimba dan 2 buah umbi gadung racun, ditambah 20 liter air, 10 gr detergen dan aduk rata kemudian diamkan semalam, saring dan siap untuk di semprotkan ke tanaman. 18. Pestisida Nabati “Serbuk Bunga Piretrum “ Serbuk bunga piretrum mengandung bahan “Piretrin “. Efektif untuk mengendalikan ulat. Cara Pembuatan - Rendan serbuk bunga piretrum sebanyak 25 gr dalam 10 liter air - tambah 10 gr detergen, aduk rata dan biarkan semalam kemudian disaring dan siap disemprotkan ke tanaman.