Loading...

PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA ULAT PADA TANAMAN KEDELAI

PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA ULAT PADA TANAMAN KEDELAI
Kebijakan nasional dalam pelindungan tanaman dengan program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yaitu dengan mengutamakan pemanfaatan agens pengendali hayati atau biopestisida termasuk pestisida nabati. Pengendalian OPT dengan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian yang aman dan ramah lingkungan. Pestisida nabati merupakan suatu pestisida yang bahan dasarnya dari tumbuhan berfungsi untuk mengendalikan OPT tanaman. Bahan dasar dalam pestisida nabati berupa senyawa aktif hasil metabolit sekunder dari tumbuhan yang berfungsi sebagai repelen, antifidan, atraktan, mencegah serangga meletakkan telur, penghambat pertumbuhan dan perkembangan serangga, sebagai racun syaraf, dan mengendalikian pertumbuhan jamur maupun bakteri. Hama pemakan daun yang berstatus penting atau agak penting ada empat jenis yakni kumbang daun (Phaedonia inclusa Stal.), penggulung daun (Lamprosema indicata F.), ulat iengkal (Chrysodeixis chalcites Curt,), dan ulat grayak (Spodoptera litura F.). Kerusakan daun akibat serangan hama pemakan daun mengganggu proses fotosintesis yang akhirnya mengakibatkan kehilangan hasil panen. Pengendalian hama ulat pada tanaman kedelai dengan pestisida nabati dapat dilakukan dengan ramuan berbahan dasar daun dan biji mimba, daun papaya, dan umbi gadung. Berikut ini beberapa bahan, cara pembuatan serta cara aplikasinya pada tanaman kedelai : Pesnab dari Mimba1. Ekstrak daun: 100gram daun mimba dicampur dengan 0,5 liter air, diblender kemudian disaring mengunakan kain kasa, larutan siap diaplikasikan.2. Ekstrak biji: biji ditumbuk kemudian dibungkus dengan kain, direndam dalam air dengan perbandingan 35 gr/liter air selama 12-24 jam. Larutan siap diapikasikan.3. Biji dan daun: biji dan daun mimba sejumlah 1 kg ditumbuk kemudian direbus dengan 15 liter air. Didinginkan selama 12 jam, larutan siap digunakan.4. Dengan campuran bahan lainBahan yang digunakan: mimba 12 kg, laos 8 kg, sere 8 kg.Cara membuat: ketiga bahan dirajang kemudia ditumbuk, dilakukan fermentasi dengan perendaman air ditambah alkohol 1% selama 2 malam. Larutan disaring dan siap digunakan.Cara mengunakan: larutan 200cc dicampur dengan 10 liter air, larutan dimasukkan ke dalam tangki semprot kemudian disemprotkan pada tanaman kedelai yang terserang ulat grayak. Pesnab dari Daun PepayaDaun pepaya mengandung bahan aktif “Papain”, sehingga efektif untuk mengendalikan “ulat dan hama penghisap”.Cara Pembuatannya:1 kg daun pepaya segar di Rajang, kemudian direndam dalam 10 liter air, tambah 2 sdm minyak tanah, dan 30 gr detergen, diamkan semalam. Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus. Larutan hasil saringan ini bias langsung disemprotkan pada tanaman kedelai yang terserang ulat penghisap/penggerek polong. Pesnab dari Umbi GadungUmbi gadung mengandung diosgenin, steroid saponin, alkohol dan fenol. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.Cara Pembuatan :Umbi gadung sebanyak 500 gr ditumbuk halus dan peras dengan kain halus, kemudian ditambah 10 liter air , aduk rata dan siap di semprotkanpada tanaman kedelai yang terserang ulat penggulung daun ke tanaman