Loading...

PETERNAK SIAP ANTISIPASI HADAPI GELOMBANG ELNINO

PETERNAK SIAP ANTISIPASI HADAPI GELOMBANG ELNINO
[JAKARTA] Pemenuhan pangan, termasuk pangan asal ternak mendorong Kementan untuk membangun program prioritas pertanian berbasis korporasi dan presisi, sehingga diharapkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan bahwa peternakan dunia saat ini dalam kondisi yang terpuruk akibat pakan ternak yang sulit karena tersapu banjir dan cuaca ekstrem. SYL mengatakan, hal itu terjadi di seluruh dunia yang berdampak langsung pada alur distribusi. "Produksi peternakan besok mungkin saja bisa terganggu akibat cuaca ekstrem yang berdampak pada pakan. Dan ini yang menyebabkan dunia mengalami inflasi tinggi. Tapi kita ada 273 juta orang yang makan daging. Ini harus kita pikirkan dan menjadi tanggung jawab kita," ujar Mentan SYL. Sementara itu menghadiri secara virtual agenda kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 25, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mengatakan bahwa sudah terbukti suatu negara akan runtuh, manakala pangan bermasalah. Yang namanya paceklik sudah terjadi sejak lama, yang namanya fenomena alam sering terjadi. Terkait El-Nino, ternyata para ahli menemukan titik kontrol ada disamudra pasifik dan dijadikan ukuran melihat iklim global termasuk iklim Indonesia”. ujar Dedi Nursyamsi. Lebih lanjut Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa El-Nino terjadi puncaknya di bulan agustus - september, musim kemarau ini kita harus hati-hati dan antisipasi dengan aksi adaptasi dan mitigasi. MSPP volume 25 yang bertemakan Program Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dalam Antisipasi El-Nino menghadirkan narasumber Makmun, selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ditjen PKH yang mengatakan dampak El-Nino dibidang peternakan antara lain berkurangnya sumber air, penurunan kuantitas dan kualitas pakan ternak, munculnya penyakit hewan. Pada bidang peternakan kami mengantisipasi strategi dengan mitigasi daerah terdampak utama, penyediaan air dan sumber air, penyediaan atau penyimpanan pakan dan sumber pakan dan manajemen keswan”. ujar Makmun. Lebih lanjut Makmun menjelaskan langkah strategi menghadapi El Nino diantaranya penyediaan dan revitalisasi sumber air, pemanfaatan tanaman toleran kekeringan, pemanfaatan biomassa pakan, bank pakan dan bimtek peternak. Untuk antisipasi kekeringan diperlukan penyediaan air dan sumber air dengan menggunakan embung dan sumber air untuk menampung cadangan air untuk kebutuhan musim kemarau pertanian dan peternakan”. imbuh Makmun.hvy