PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN KOPI ARABIKA Oleh :OSLIANA Penyuluh Pertanian Desa Raya Usang dan Desa Raya HuluanKecamatan Dolog Masagal I. PENDAHULUAN Tanaman Kopi merupakan tanaman yang sangat familiar di lahan penduduk pedesaan di Indonesia, mampu berproduksi hingga 20 tahun. Kopi arabika cocok ditanam di daerah dengan ketinggian diatas 800 meter dpl. Sedangkan untuk kopi robusta cocok ditanam pada ketinggian 400 – 800 meter dpl. Jika potensi dahsyat ini bisa kita manfaatkan tidaklah sulit untuk menjadikan komoditi ini menjadi andalan di sektor perkebunan. Hanya butuh sedikit sentuhan teknis budidaya yang tepat, niscaya harapan kita optimis menjadi kenyataan. II. PERSIAPAN LAHAN • Untuk tanah pegunungan/miring sebaiknya dibuat teras.• Keasaman tanah yang ideal untuk tanaman kopi arabika adalah pH 5 s.d 6,5.• Kurangi/tambah pohon pelindung yang cepat tumbuh kira-kira 1:4 hingga 1: 8 dari jumlah tanaman kopi.• Siapkan pupuk kandang matang sebanyak 25-50 kg, dan buat lobang tanam 60 x 60, atau 75 x 75 cm minimal 2 bulan sebelum tanam, dengan jarak tanam 3 x 3,5 m hingga 3 x 4 m. III. PEMBIBITAN • Siapkan biji yang berkualitas dari pohon yang telah diketahui produksinya biasanya dari penangkar benih terpercaya.• Buat kotak atau bumbunan tanah untuk persemaian dengan tebal lapisan pasir sekitar 5 cm.• Buat pelindung dengan pelepah atau paranet dengan pengurangan bertahap jika bibit telah tumbuh• Siram bibitan dengan rutin dengan melihat kebasahan tanah• Bibit akan berkecambah kurang lebih 1 bulan, pilih bibit yang sehat dan lakukan pemindahan ke polibag dengan hati2 agar akar tidak putus pada umur bibit 2 -3 bulan sejak awal pembibitan.• Tambahkan pupuk NPK sebagai pupuk dasar (lihat tabel) hingga umur 12 bulan• Setelah bibit berumur 7-9 bulan bibit siap ditanam. IV. PENANAMAN • Masukkan pupuk kandang dengan campuran tanah bagian atas saat penanaman bibit.• Usahakan saat tanam sudah memasuki musim hujan.• Lakukan penyiraman tanah setelah tanam• Hindarkan resiko kematian tanaman baru dari gangguan ternak. V. PENYULAMAN • Lakukan penyulaman segera jika tanaman mati atau gejala pertumbuhannya tidak normal.• Penyulaman dilakukan awal musim hujan VI. PENYIRAMAN Lakukan penyiraman jika tanah kering atau pada saat musim kemarau agar tanaman kopi tidak stress. VII. PEMUPUKAN o Pemupukan NPK diberikan dua kali setahun, yaitu awal dan akhir musim hujan.o Setelah pemupukan sebaiknya disiram. Catatan : Jenis dan Dosis pupuk sesuai dengan jenis tanah atau rekomendasi dinas pertaniam setempat. Cara pemupukan dibuat lubang kecil mengelilingi tanaman sejauh ¾ lebar tajuk, pupuk dimasukan dan ditutup tanah. VIII. PEMANGKASAN Lakukan pemangkasan rutin setelah berakhirnya masa panen (pangkas berat) untuk mengatur bentuk pertumbuhan, mengurangi cabang tunas air (wiwilan), mengurangi penguapan dan bertujuan agar terbentuk bunga, serta perbaikan bagian tanaman yang rusak.Pemangkasan pada awal atau akhir musim hujan setelah pemupukan. IX. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT A. H A M A 1. Bubuk buah kopi (Stephanoderes hampei) serangan di penyimpanan buah maupun saat masih di kebun.2. Penggerek cabang coklat dan hitam (Cylobarus morigerus dan Compactus ) menyerang ranting dan cabang. 3. Kutu dompolan (Pseudococcus citri) menyerang kuncup bunga, buah muda, ranting dan daun muda. B. PENYAKIT 1. Penyakit karat daun disebabkan oleh Hemileia vastatrix , preventif semprotkan Natural GLIO2. Penyakit Jamur Upas disebabkan oleh Corticium salmonicolor : Kurangi kelembaban , kerok dan preventif oleskan batang/ranting dengan Natural GLIO + POC NASA3. Penyakit akar hitam penyebab Rosellina bunodes dan R. arcuata. Ditandai dengan daun kuning, layu, menggantung dan gugur. preventif dengan Natural GLIO4. Penyakit akar coklat penyebabnya : Fomes lamaoensis atau Phellinus lamaoensis preventif dengan Natural GLIO5. Penyakit bercak coklat pada daun oleh Cercospora cafeicola Berk et Cooke pencegahan dengan Natural GLIO6. Penyakit mati ujung pada ranting.Penyebabnya Rhizoctonia .Preventif gunakan Natural GLIO. Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternatif terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata. X. P A N E N Kopi akan berproduksi mulai umur 2,5 tahun jika dirawat dengan baik dan buah telah menunjukkan warna merah yang meliputi sebagian besar tanaman, dan dilakukan bertahap sesuai dengan masa kemasakan buah. XI. PENGOLAHAN HASIL Agar dipersiapkan terlebih dahulu tempat penjemuran, pengupasan kulit dan juga penyimpanan hasil panen agar tidak rusak akibat hama pasca panen. Buah panenan harus segera diproses maksimal 20 jam setelah petik untuk mendapatkan hasil yang baik. Penyebab Kerusakan Kopi Gabah : 1. Biji keriput : asal buah masih muda2. Biji berlubang :kopi terserang bubuk3. Biji kemerahan : Kurang bersih mencucinya4. Biji pecah : mesin pengupas kurang sempurna, berasal dari buah yang terserang bubuk, pada saat pengupasan dengan mesin kopi terlalu kering. 5. Biji pecah diikuti oleh perubahan warna: mesin penguap dan pemisah kulit dengan biji kurang sempurna, fermentasi pada pengolahan basah kurang sempurna.6. Biji belang : pengeringan tidak sempurna, terlalu lama disimpan , suhu penyimpanan terlalu lembab.7. Biji Pucat : terlalu lama disimpan di tempat lembab8. Biji berkulit ari : Pengeringan tidak sempurna atau terlalu lama, pada pengeringan buatan suhu awal terlalu rendah.9. Biji berwarna kelabu hitam : pada pengeringan buatan suhunya terlalu tinggi.10. Noda-noda cokelat hitam : pada pengeringan buatan, kopi tidak sering diaduk/dibolak-balik. Demikian petunjuk teknis budidaya tanaman kopi arabika ini penulis sampaikan, dengan harapan dapat menambah pengetahuan kepada petani kopi di Nusantara, demi peningkatan pengetahuan keterampilan dan sikap petani demi peningkatan pendapatan petani kopi arabika. salam pertanian.