Loading...

PHT Tanaman Jagung di Kec. Bantarujeg

PHT Tanaman Jagung di Kec. Bantarujeg
Permasalahan OPT yaitu Menurunkan kuantitas hasil, produk kurang berdaya saing pasar, terbawanya OPT pada produk pertanian, Adanya residu pestisida . I. HAMA : 1. Lalat bibit (Atherigona Exigua ) Larva merusak titik tumbuh, daun termuda layu / mengering, kepompong di dlm tanah.Inang lain : padi gogo dan gulma Cynodon, Panikum dan Paspalum Pengendalian : . Pergiliran tanaman, tanam serempak, pengumpulan larva dan dimusnahkan, enghalauan waktu pagi hari, aplikasi pestisida. 2. Ulat tanah ( Agrotis spp) Pengendalian : pergiliran tanaman, pengolahan tanah untuk mematikan larva, tanam serempa, pengendalian mekanis, aplikasi Insektisida efektif secara soil treatmen (perlakuan tanah sebelum dan sesudah tanam. 3. Ulat Grayak ( Mythimna sp dan Spodoptera sp) Pengendalian: - Melakukan pengaturan pola tanam yaitu pergiliran tanaman dgn bukan tanaman inang - Pemupukan dosis tinggi untuk mengurangi tanaman yang mati karena daya regenerasi bertambah - Mengumpulkan uret pada waktu pengolahan tanah kemudian dimusnahkan - Melakukan penangkapan kumbang pada penerbangan pertama II. PENYAKIT : 1. Bulai . ada 2 penyebab : * Infeksi cendawan Peronosclerospora maydis (Rac.) Bute. * Infeksi cendawan Peronoslerospora philippnensis Weston 2. Hawar Daun Utara (Northern Leaf Blight ) Penyebab : Infeksi cendawan Helminthosporium turcicum Pass3. Hawar Daun Selatan ( Southern Leaf Blight ) Penyebab : Infeksi cendawan Helminthosporium maydis Nisik & Miyake4. Karat ( Southern rust ) Penyebab : Infeksi cendawan Puccinia polysora underwBusuk Akar Busuk Tongkol, Penyakit Ustilago maydis, Penyakit Cercospora sp, Cercospora, Penyakit Virus PENERAPAN PENGENDALIAN OPT TANAMAN PANGAN- Berpedoman pada Pengendalian Hama Terpadu (PHT)- Tidak terpisah dari setiap budidaya tan pangan (varietas, bibit unggul, pemupukan, pengairan, dan teknik budidaya lainnya)- Tidak hanya berorientasi pada kuantitas produksi, tetapi juga kualitas meminimalkan residu pestisida PRINSIP-PRINSIP PENGENDALIAN HAMA TERPADU1. Budidaya tanaman sehat 2. Pelestarian dan pendayagunaan peranan musuh alami 3. Pemantauan ekosistem secara teratur 4. Petani sebagai ahli sebagai penentu keputusan pengendalian OPT PENDEKATAN PHT- Ekologi, mengubah lingkungan OPT sehingga populasi terhambat, dgn cara teknik bercocok tanam, sanitasi dan merangsang perkembangbiakan musuh alami - Ekonomi, adanya ambang ekonomi OPT, Bila faktor ekologi setempat tidak mampu menurunkan populasi, dilakukan tindakan Korektif pestisida secara bijaksana/ seminimal mungkin STRATEGI PENGENDALIN OPT- Pengamatan, pengendalian dini, efektif, effisien - Teknik Bercocok tanam, Pengolahan tanah, menghilangkan sisa tan. sakit, mematikan larva, pupa, penggunaan benih/bibit sehat, menghindari penularan penyakit/telur hama - Pemupukan berimbang, terpenuhinya nutrisi tanaman lebih tahan- Pengaturan Pola tana, pergiliran tanamanTanam/Panen Serempak - Sanitasi/eradikasi - Penggunaan Varietas Tahan - Pemanfaatan Musuh Alami - Pengunaan Pestisida secara Bijaksana- Aplikasi berdasar evaluasi lapangan - Pemilihan jenis, dosis, waktu - Aplikasi saat OPT peka Disusun Oleh : Evi Nina N, SP PP BPP Bantarujeg / Rudianto, PP BPP Bantarujeg