Loading...

PINRANG DAPAT KUCURAN DANA Rp.27 MILIAR UNTUK PERBAIKAN JARINGAN IRIGASI PERTANIAN

PINRANG DAPAT KUCURAN DANA Rp.27 MILIAR UNTUK PERBAIKAN JARINGAN IRIGASI PERTANIAN
Bupati Pinrang H. Andi Aslam Patonangi, mengatakan, pencanangan perbaikan jaringan irigasi patut kita syukuri karena pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengalokasikan dana sebesar 27 Milyar pada tahun anggaran 2015. Dana serta perkejaannya dikelola langsung oleh kelompok tani, jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak memperbaiki dengan kualitas yang baik irigasi ini karena ini untuk para petani itu sendiri. Hal itu disamapaikan Bupati dalam sambutan pencanangan gerakan perbaikan jaringan irigasi di kabupaten Pinrang.Pencanangan perbaikan Irigasi yang serentak dilakukan di seluruh Indonesia dalam program Presiden Joko widodo ditindaklanjuti Bupati Pinrang Aslam Patonangi. Hal itu terlihat pada peletakan batu pertama yang dilakukan Bupati Pinrang Aslam Patonangi dalam gerakan pencanangan perbaikan irigasi dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas pertanian khususnya di Kabupaten Pinrang. Pencanangan perbaikan irigasi yang dilakukan pada kelompok tani Rahmatullah 1 Desa Padaidi kecamatan Mattiro bulu di hadiri Ir Hj. Farida kepala bidang pemasaran dan penyebaran informasi dinas pertanian Provinsi Sulsel, Dandim 1404 Letkol Manggiring Pangaribuan, Kajari Pinrang N Rahmat, Camat Mattiro Bulu Chandra Yasin dan beberapa petani dari kelompok tani Rahmatullah, Selasa (20/1).Lanjut Bupati Pinrang, Menteri Pertanian Ir Amran berjanji akan memberikan kucuran dana yang lebih besar lagi jika perbaikan irigasi ini bisa rampung dalam kurun waktu 3 bulan, olehnya itu, mari kita kerjakan amanah yang sudah di berikan oleh pemerintah kepada kita, kita berharap dengan perbaikan irigasi ini kualitas dan kuantitas beras kita bisa lebih baik dan bertambah, ajaknya. Ketua kelompok tani Rahmatullah 1, Abdullah mengatakan merasa sangat senang dengan bantuan pemerintah ini karena salah satu kunci sukses para petani adalah air, dengan perbaikan irigasi ini kami petani khususnya di Kecamatan Mattiro bulu ini bisa bernafas lega, pasalnya irigasi yang selama ini tidak maksimal dialiri air. Tambahnya, ia berharap, setelah pekerjaan irigasi ini untuk kita jaga bersama agar fungsi serta debet air yang mengairi areal persawahan tetap sesuai dengan harapan. (ASA)