Potensi untuk pengembangan tanaman Holtikultura di kecamatan Mandiangin masih sangat luas,saah satunya adalah untuk pengembangan budidaya pisang barangan. Sentra pengembangan pisang barangan di Kecamatan Mandiangin terdapat di Desa Pemusiran tepatnya di Dusun Jamsiambang Desa Pemusiran Kecamatan Mandiangin kabupaten Sarolangun. Pisang merupakan tanaman yang tahan naungan dan udah dibudidayakan. Meski mudah dibudidayakan, untuk membudidayakan pisang di lahan hutan dibutuhkan persyaratan tertentu Tanaman pisang mudah tumbuh di berbagai tempat, penanaman yang dilakukan oleh petani belum teratur dan sering dicampur dengan tanaman lainnya. Selain itu pemeliharaan tanaman pisang belum dilakukan secara intensif, sehingga produksi dan mutu buah yang dihasilkan masih rendah. Tanaman pisang dapat tumbuh di daerah yang mempunyai jangka waktu musim kemarau antara 0 – 4,5 bulan dan bercurah hujan antara 650 -5.000 mm per tahun. Sedangkan suhu yang cocok untuk tanaman pisang adalah berkisar antara 21 -29,5 derajat C. Ketinggian daerah yang cocok untuk tanaman pisang adalah 0 s/d 1.000 m dpl. Namun untuk beberapa jenis pisang dapat tumbuh pada ketinggian 2.000 m dpl. Berkaitan dengan jenis tanah, pada tanh kurang subur pun pisang dapat tumbuh. Tempat tumbuh yang baik bagi pisang adalah tanah yang mengandung lempung dan diolah dengan baik, sedikit mengandung kerikil dan tanpa genangan air. Tanaman pisang bisa juga ditanan pada dataran rendah yang beriklim lembab dengan suhu udara antara 15 -35 derajat Celcius dan pH tanah adalah 4,5 -7,5. Tanaman pisang bisa ditanam di antara larikan pepohonan, dengan harus memenuhi persyaratan, antara lain: - Setiap rumpun paling banyak 2 – 3 pohon.• Kemiringan lahan maksimum 45 derajat, lahan harus diteras, tanaman sela dan penguat teras dipelihara dengan baik dan bahan mulsa (sisa dedaunan) dikumpulkan di bawah pohon pisang.Kalau kesuburan tanah rendah, perlu dilakukan pemupukan dengan pupuk kompos secukupnya atau dengan pupuk buatan. Ukuran pemupukan dengan menggunakan pupuk buatan adalah pupuk ZA 200 g/tanaman/tahun, pupuk TSP 100 g/tanaman/tahun, pupuk KCl 150g/ tanaman/tahun.Cara Tanam dan PemeliharaanPersiapan lahan:• Lahan harus bebas dari alang-alang.• Buat lubang tanaman dengan ukuran 60 x 60 x 50 cm.• Jarak antar lubang tanaman 3 – 4 m.• Setiap lubang diisi pupuk kandang atau kompos sebanyak 2 – 3 kaleng bekas minyak tanah.Penyediaan bibit dan penanaman:• Bibit yang digunakan berasal dari anakan-anakan tanaman pisang.• Bibit berupa tunas-tunas pada bonggol yang dibelah dan disebut ‘bit’.• Bibit didederkan pada media tanah campur pasir (1:1).• Setelah satu minggu bibit mulai berakardan d ipindahkan ke polybag.• Dua bulan kemudian bibit siap dipindahkan ke lubang tanaman di kebun (1 bibit per lubang).• Penanaman di kebun sebaiknya dilaksanakan awal musim penghujan.Pemupukan:• Sebulan setelah ditanam, dipupukdengan campuran 250 gr ZA, 100 gr DS dan 150 gr ZK per tanaman.• Pemupukan tersebutPemanenan• Pada bulan-bulan panas buah pisang sudah bisa dipanen setelah 80 hari sejak keluarnya jantung, dan pada bulan-bulan basah setelah 120 hari.• Ciri-ciri buah pisang yang sudah bisa dipanen antara lain: kulit buah menjadi lebih cerah, bentuk buah lebih membulat tidak bersiku.• Pada saat panen buah jangan sampai terjadi banyak luka pada kulit buah akibat benturan atau gesekan agar mutu dan penampakan buah tetap baik dan menarik.Saat petik:• Perbandingan antara daging buah (buah sudah membulat). • Mudah patah ujung bunga (kepala putik)Pemeraman pisang:• Meningkatkan suhu peram atau diberi bahan-bahan yang dapat menghasilkan gas ethylene atau zat perangsang kemasakan seperti daun gamal, daun pisang, karbit (dengan dosis 100 gr/100 kg pisang).Pengolahannya:• Buah pisang mentah hingga matang dapat diolah menjadi bentuk lain yang memungkinkan akan mempertinggi nilai tambah pisang itu sendiri.• Di samping rasanya enak, juga tahan lama (daya awet makin tinggi).• Salah satu teknologi pengolahan pisang adalah sari buah.PENULIS MUHAMMAD IRFANI,S.ST./ 197702202005011007/ PP MUDA