Pengembangan Agroindustri pangan lokal mulai dari hulu hingga hilir menjadi kunci penentu peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pangan lokal, sehingga optimal dan layak dikembangkan secara luas.Jika melihat potensi pangan lokal, memang peluang pengembangan produk pangan, termasuk mie dan jenis kue dari bahan pangan lokal sangatlah besar. Misalnya pangan sagu, Indonesia mempunyai hutan sagu terbesar di dunia mencapai 5,5 juta hektar atau mendekati 85% populasi sagu dunia. Sayangnya potensi ini belumdikembangkan dengan baik. Begitu juga dengan sorghum merupakan sumber pangan lokal potensial lainnya. Tanaman sorghum sangat hemat air dan bisa tumbuh dengan baik di daerah kering berbatu sepertui di NTT. Demikian juga dengan ubi kayu, jagung serta berbagai tanaman lainnyaseperti hanjeli, garut, ganyong, talas, dan sukun. Pangan lokal itu dulunya pernah menjadi sumber pangan di sebagian masyarakat Indonesia. Namun kini nasibnya tergantikan oleh konsumsi beras dan terigu. Salah satu upaya untuk menekan semakin tingginya tingkat ketergantungan terhadap produk olahan terigu yaitu melalui penerapan inovasi. Dengan inovasi dapat mengangkat pangan lokal potensial agar mampu menjadi alternatif subtansi terigu.Berbagai teknologi pengolahan dengan memanfaatkan pangan lokal sebagai bahan baku pangan pokok ataupun kudapan sudah banyak dihasilkan. Beberapa teknologi tersebut diantaranya modifikasi tepung atau pati baik secara fisik, kimia, maupun biologis, penggunaan aditif, formulasi produk mampu menghasilkan tingkat substansi terigu. Diantaranya roti 10-20%, mie 10-30%, cake 50-100% dan kue kering serta cookies 100%. Hal ini memperlihatkan bahwa kita siap dengan teknologi. Untuk mempercepat hilirisasi inovasi pengolahan pangan lokal tersebut, Balitbangtan menggandeng pemerintah daerah sentra produksi ataupun sentra konsumsi pangan lokal membangun Model Agroindustri Pangan Lokal. Dalam pengembangan model Agroindustri Pangan Lokal tersebut, Balitbangtan menyiapkan line process pengolahan mulai dari bahan baku hingga menjadi tepung dan produk olahan seperti berasan, mie, dan produk turunan lainnya.