Loading...

POTENSI BUAH JAMBU METE DI DESA TEGALREJO KECAMATAN WIROSARI

POTENSI BUAH JAMBU METE  DI DESA TEGALREJO KECAMATAN WIROSARI
Desa Tegalrejo merupakan salah satu desa di Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan Jawa Tengah yang menghasilkan panenan jambu mete terbesar di kecamatan ini. Lokasi desa tersebut berbatasan dengan Kabupaten Pati dan Blora yang mempunyai medan daerah pegunungan dan cenderung berhawa sejuk. Karena lokasi yang yang sangat mendukung, Desa Tegalrejo sangat berpotensi untuk dikembangkan tanaman perkebunan, khususnya komoditas jambu monyet atau jambu mete (Anacardium occidentale L. ). Hal ini karena tanaman jambu mete dapat ditanam di lahan kritis dan dapat berfungsi sebagai tanaman konservasi. Disamping itu tanaman jambu mete merupakan komoditas ekspor yang pangsa pasarnya cukup luas tidak hanya pasar lokal dan juga merupakan usaha pertanian yang melibatkan banyak tenaga kerja.Hasil utama yang diambil dari tanaman jambu mete adalah gelondong mete/biji mete dan buah semu mete yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri rumah tangga yang sampai saat ini belum termanfaatkan. Di desa Tegalrejo pemanfaatan buah semu jambu mete masih sangat terbatas, baik dalam jumlah maupun bentuk produksinya. Umumnya masih dikonsumsi dalam bentuk buah segar dan olahan tradisional semisal rujak dan kudapan kuliner berbahan buah semu mete seperti semur,oseng atau gulai.Dengan demikian buah semu jambu mete mempunyai potensi nilai ekonomi yang cukup tinggi, karena dapat diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman. Hampir semua bagian dari tanaman jambu mete dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hasil utama tanaman jambu mete adalah buahnya yang terdiri dari buah sejati (biji/metenya) dan buah semu yang mempunyai nilai gizi. Buah ini merupakan sumber vitamin C yang cukup tinggi, vitamin B1, B2 dan niasin serta kandungan mineral (P) yang cukup, juga karbohidrat sumber energi gula dan pektin dan bersifat juicy karena banyak mengandung air. Penangganan Pasca PanenKualitas buah mete sangat dipengaruhi oleh tingkat kemasakan buah, oleh karena itu pemetikan buah mete sangat dianjurkan pada saat buah sangat masak atau hampir gugur. Pemetikan buah mete tidak dapat dilakukan sekaligus karena buah mete tidak masak bersamaan. Pemetikan dilakukan tiap 3-5 hari selama 2-3 bulan, tergantung banyaknya buah dan diutamakan buah yang sudah masak. Adapun tanda buah yang sudah masak adalah warna buah tua optimal dan merata, cerah, mengkilat, aroma buah harum, warna kulit biji putih keabuan dan mengkilat. Biji MeteHasil utama tanaman jambu mete adalah buahnya yang terdiri dari buah sejati dan buah semu. Untuk buah sejati, untuk mendapatkan hasil dilakukan pengupasan kulit biji secara manual dan semi mekanis. Dari proses pengupasan inilah biji jambu mete mempunyai nilai ekonomis. Limbah kulit mete dapat diolah menjadi minyak CNSL seperti minyak rem, industri cat, pernis dan sebagainya. Buah SemuBuah semu jambu mete terdiri atas daging buah yang lunak dan mengandung air yang relatif banyak. Buah jambu mete sebenarnya merupakan tangkai yang mengembung. Kendala dalam pengolahan buah semu jambu mete disebabkan karena adanya : 1). Senyawa tanin yang menyebabkan rasa sepet hingga pahit; 2). Senyawa asam anakardat yang menimbulkan rasa gatal ditengorokan; serta 3). Senyawa polifenolat yang menyebabkan cairan hasil perasan buah jambu mete berwarna kebiruan. Oleh karena itu sebelum buah jambu mete diolah menjadi berbagai olahan harus dinetralkan dengan perendaman garam 2% selama 24 jam dan dikukus selama 20 menit. Pada kondisi suhu normal, buah jambu mete hanya dapat disimpan maksimal 2 hari. Supaya mempunyai nilai ekonomi tinggi, buah jambu mete diolah jadi olahan kuliner, sirup, abon, sari buah, jelly dan sebagainya. Dilihat dari kandungan gizi, buah semu jambu mete mempunyai peluang ekonomi, tetapi sampai sekarang di Desa Tegalrejo buah semu jambu mete masih belum dimanfaatkan secara komersial, sehingga sumbangan terhadap pendapatan petani masih sangat kecil. Sumber : http://bisnisukm.com/potensi metePenulis : Diah Wardhani W.H THL-TBPP Kecamatan Wirosari