Loading...

PRA Desa Pajukungan Hilir Kecamatan Babirik Kab. HSU

PRA Desa Pajukungan Hilir Kecamatan Babirik Kab. HSU
Identifikasi Potensi Wilayah adalah kegiatan penggalian data dan informasi potensi wilayah yang dilakukan secara partisipatif. Pemahaman wilayah secara partisipatif (Partiscipatory Rural Appraisal, PRA) pada intinya merupakan cara untuk memahami masalah pembangunan di pedesaan secara partisipatif dari seluruh komponen masyarakat desa dan upaya antisipasi yang dibutuhkan, dengan memperhitungkan kendala dan seluruh potensi sumberdaya yang tersedia. Melalui pendekatan partisipatif tersebut, dapat dipahami apa masalah yang sebenarnya dihadapi masyarakat desa menurut versi petani, yangseringkali berbeda dengan versi peneliti. Kata partisipatif menunjukkan bahwa rekomendasi pembangunan tersebut merupakan gagasan atau kebutuhan yang diperlukan benar-benar dari masyarakat, bukan rekomendasi dari peneliti. Tujuan dilaksanakannya kegiatan PRA ini adalah : a. Hasil PRA yang dilakukan dari, dengan, dan oleh partisipasi masyarakat pedesaan tertutama petani digunakan untuk menyusun program pemberdayaan petani dan kelembagaannya agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik lokasi. b. Bagi penyuluh untuk merancang kegiatan-kegiatannya serta pihak-pihak lain untuk meraih peluang-peluang yang terkandung pada suatu wilayah tersebut. Tersedianya data dan informasi yang kelak diperlukan dalam proses pengambilan keputusan baik bagi pengembangan usahatani maupun perancangan kegiatan penyuluhan pertanian. Dari hasil pelaksanaan Partiscipatory Rural Appraisal, PRA secara umum berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang di harapkan. Hal ini dapat di lihat dari tergalinya permasalahan dan potensi yang ada di Desa Pajukungan Hilir, sebagai berikut : 1. Permasalahan Berdasarkan SKETSA DESA : a. Luas lahan fungsional hanya sebanyak 80 Hektar. b. Adanya serangan hama tikus mulai dari persemaian sampai menjelang panen. 2. Permasalahan Berdasarkan KALENDER MUSIM : a. Bibit padi susah didapat dan harga bibit cukup mahal b. Adanya hama tikus yang menyerang persemaian c. Adanya serangan hama tikus di pertanaman padi d. Banyak ikan mati dikeramba 3. Permasalahan Berdasarkan BAGAN KELEMBAGAAN : a. Kepengurusan Gapoktan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. b. Buku administrasi Gapoktan dan Poktan belum lengkap sebagaimana seharusnya. c. 3 (tiga) kelompok tani kepengurusannya tidak aktif dari 5 (lima) kelompok tani yang ada di Desa Pajukungan Hilir. 4. Potensi : a. Adanya luas lahan sawah fungsional 80 ha dan lahan sawah potensial sebanyak 125 ha, keberadaan penyuluh, serta adanya kelompok tani b. Adanya sungai untuk mengairi persawahan c. Petani cepat dalam merespon inovasi pertanian, khususnya tentang hama dan penyakit tanaman. d. Adanya Penyuluh Pertanian Lapangan, Penyuluh Perikanan Lapangan, Pengamat Hama, dan KUPT Kecamatan Babirik. e. Adanya kelompok tani. Penulis : Rachman Fitrianoor, SP