OLEH : KASMIRUS EGHO PENYULUH BP3K MOLLO TENGAH : KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN . Kandungan pupuk yang terkandung dalam pupuk kompos adalah: pupuk Nitrogen (N), pupuk Kaliun (K) dan pupuk Fhosfat (P) serta unsur-unsur mikro nutrient yang dibutuhkan tanaman. Kegunaan pupuk kompos: - Untuk menyuburkan tanaman: - Untuk menyuburkan tanah - Memperbanyak mikroorganisme dalam tanah - Mengikat air Bahan-bahan untuk membuat pupuk kompos: - Daun-daun tanaman legume: gamal, kaliandra, kacang-kacangan sebanyak 20 karung (200 kg) - Cirit hewan/pupuk kandang yang sudah matang (Cirit sapi, kerbau, ayam, kambing, babi) - Seresah kering: batang jagung, jerami padi dan rumput-rumputan kering (10 ikat) - Batang pisang : 2- 3 batang - Bagian-bagian kayu lapuk: 1 karung - Abu dapur : 2 ember - Tanah lapisan topsoil: secukupnya - Biostater F2: 10 liter - Potongan bambu. - Pelupu atau papan - Talia tau paku Alat-alat yang dibutuhkan: - Linggis atau cangkul - Parang - Martil/palu Cara membuat pupuk kompos. - Buatkan lubang dalam tanah dengan ukuran minimal 1 m x 1 m dengan kedalam 1 meter. Ukuran lubang disesuaikan dengan banyaknya kebutuhan kompos. Jika membutuhkan banyak, ukuran lubang/bak kompos dapat diperluas. Jika sulit membuat lubang dalam tanah (di areal berbatu, bak kompos dapat dibuat menggunakan bahan-bahan local seperti pelupu dari bambu atau pelepah pinang atau kelapa atau menggunakan papan). Ukurannya juga sama dengan ukuran bak dalam tanah. - Sebelum bahan-bahan disusun, pada bagian tengah bak, pancangkan sebatang bambo dengan panjang 1,5 – 2 meter yang sudah dilubangi pada tiap buku dan bagian tengahnya untuk memperlancar sirskusi udara dalam bak kompos. Fungsi bambu ini juga sebagai selang untuk untuk menyirami lapisan-lapisan bahan kompos bagian bawah bak.Susunlah bahan-bahan tersebut di atas ke dalam bak dengan susunan berturut-turut: seresah kering, daun-daun tanaman legume, pupuk kandang yang sudah matang, abu dapur dan lapisan tanah atas/top soil. Tiap-tiap lapisan disusun dengan ketebalan 25 cm – 30 cm. Sedangkan untuk abu dapur dan tanah lapisan atas, ditaburi secara merata agar menutupi lapisan bahan yang ada di bawahnya. - Setelah ditutupi tanah lapisan atas/top soil, siramlah lapisan dengan biostater F2 sedikit demi sedikit secara merata sebelum menyusun lapisan berikutnya.Susunan bahan-bahan tadi diulang lagi sampai bak penuh. Lapisan bahan-bahan itu minimal diulang sebanyak 3 kali. Langkah-Langkah Pembuatan Kompos - Tutuplah bak kompos jika sudah penuh. - Setelah 3 minggu, lapisan bahan-bahan itu di campur/dibalik agar proses pelapukan lebih cepat dan bahan-bahan dapat tercampur dengan merata sehingga kandungan jenis pupuk N,P dan K juga merata pada setiap bagian bak. - Pupuk kompos dapat digunakan setelah 1 – 2 bulan atau ketika bahan-bahan itu sudah matang tercampur secara merata. Cara mengenali bahwa bahan kompos yang dibuat sudah matang dan dapat dipakai sebagai pupuk yaitu: tampilan bahan-bahan yang disusun pada bak sudah tidak dapat dibedakan lagi satu dengan yang lain dan berwarna hitam kecoklatan. - Dosis atau takaran penggunaan pupuk kompos pada tanaman adalah: Untuk tanaman sayuran: taburkan 1 kg atau 5 gengaman tangan untuk bedengan seluas 1 meter persegi.Untuk sayuran yang ditanam dengan teknik oleh lubang, setiap lubang dibenamkan 1 genggam pupuk kompos.