Loading...

prospek budidaya jamur susu

prospek budidaya jamur susu
tanaman jamur mungkin sudah tidak asing bagi kita, tanaman ini telah banyak dikenal oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. hal itu, disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung dan lama hidupnya terbatas. sebagai contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk, serasah, maupun tumpukan jerami. namun, jamur ini segera mati ketika musim kemarau tiba. seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan, seperti jamur merang, jamur tiram, jamur kuping dan yang masih belum banyak dikembangkan adalah jamur susu(milky mushroom). budidaya jamur susu hampir mirip dengan budidaya jamur tiram. media untuk milky mushroom atau jamur susu tidak jauh berbeda dengan media pembuatan jamur tiram. perbedaan nya terletak pada pertumbuhan miselium yang tergolong lama. waktu yang diperlukan sampai miselium penuh bisa mencapai 2,5 - 3 bulan tergantung besar baglog yang dibuat.pertanyaan nya bagaimana cara menumbuhkan jamur susu? untuk menumbuhan jamur susu ada cara khusus yang dilakukan, walaupun pada akhirnya akan tumbuh juga.tetapi akan memakan waktu yang agak lama. untuk menumbuhkan jamur susu, maka perlu menambahkan casing berupa tanah organik pada permukaan baglog dengan ketebalan 2-3 cm. tujuan dari casing tanah tersebut adalah untuk melembabkan dan merangsang pertumbuhan jamur susu. satu-satunya petani yang melakukan budidaya jamur susu di kecamatan sidomulyo adalah bapak said yang bertempat tinggal di desa suak. merintis budidaya jamur susu merupakan hal yang baru dilakukan sejak tahun 2017, sedangkan untuk budidaya jamur tiram sendiri telah dilakukan sejak tahun 2007. menurutnya harga jamur susu di pasaran lumayan bagus yaitu mencapai rp 35.000- rp 40.0000 perkilo dan produksi satu buah jamur bisa mencapai berat 1,5 kg. saat ini yang menjadi kendala hanya pasar, karena belum banyak kosumen yang mengetahui produk jamur susu. (berliantara)