Selama ini produksi padi nasional masih mengandalkan sawah irigasi, namun ke depan bila hanya mengandalkan padi sawah irigasi akan menghadapi banyak kendala. Hal tersebut disebabkan banyaknya lahan sawah irigasi subur yang beralih fungsi ke penggunaan lahan non pertanian, tingginya biaya pencetakan sawah baru dan berkurangnya debit air. Dilain pihak lahan kering tersedia cukup luas dan pemanfaatannya untuk pertanaman padi gogo belum optimal, sehingga ke depan produksi padi gogo juga dapat dijadikan andalan produksi padi nasional. PTT padi merupakan suatu pendekatan inovatif dalam upaya peningkatan efisiensi usahatani padi dengan menggabungkan komponen teknologi yang memiliki efek sinergistik, artinya tiap komponen teknologi tersebut saling menunjang dan memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Komponen utama teknologi dari model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Gogo adalah : varietas unggul dengan sistem mozaik (3 – 4 varietas per petani), benih bermutu dan berlabel, sistem tanam jajar legowo atau tegel, pemupukan berimbang dan penambahan bahan organic, konservasi tanah dan air, pengelolaan Hama secara Terpadu, panen dan pasca panen. BUDIDAYA PADI GOGO DENGAN PENDEKATAN MODEL PTTPengolahan Tanah1. Pengolahan tanah dilakukan 2 kali, pengolahan tanah pertama dilakukan pada musim kemarau atau setelah turun hujan pertama, dan pengolahan kedua saat menjelang tanam, kemudian lahan dibiarkan atau dikelantang,2. Apabila sudah turun hujan terus menerus atau kontinyu yang memungkinkan untuk tanam, lahan diolah lagi untuk menghaluskan bongkahan sambil meratakan tanah sampai siap tanam,3. Apabila kondisi lahan berlereng sampai bergelombang, setelah pengolahan tanah pertama lakukan pembuatan teras gulud atau perbaikan teras yang rusak (konservasi lahan),4. Pada guludan atau bibir teras usahakan menanam tanaman penguat teras berupa rumput unggul dan dapat dikombinasikan dengan tanaman legume pohon, sehingga secara periodik dapat dipangkas untuk pakan ternak5. Pada lahan yang terbuka dan relatif datar perlu dibuat bedengan memanjang, dengan lebar bedengan sekitar 5 meter. Antara bedengan di buat saluran sedalam 20 cm yang berfungsi sebagai saluran drainase, Pembuatan drainase sangat diperlukan, karena bila terjadi hujan terus menerus pada beberapa akan terjadi genangan yang menyebabkan kelembaban tanah yang tinggi yang dapat merangsang munculnya jamur upas yang dapat menyerang padi gogo.Penanaman1. Di lahan kering, kegiatan tanam baru dapat dilakukan bila curah hujan sudah cukup stabil atau curah hujan mencapai 60 mm /dekade (10 hari), biasanya dicapai pada akhir bulan Oktober sampai akhir Nopember, 2. Penanaman benih padi gogo menggunakan alat bantu tugal,3. Benih ditanam dengan kedalaman sekitar 5 cm (cukup dalam untuk menghindari dari gangguan semut, dll), kemudian ditutup dengan tanah,4. Dianjurkan untuk menanam lebih dari 3 (tiga) varietas padi gogo dan setiap varietas ditanam pada bedengan yang berbeda (Sistem mozaik).5. Penanaman dengan sistem mozaik akan mengurangi terjadinya ledakan penyakit blas.6. Penanaman sebaiknya menggunakan sistem tanam7. jajar legowo (2:1 atau 4:1) dengan jarak tanam 30 x 20 x 10 cm,8. Untuk membuat larikan sistem legowo dapat dibantu dengan alat semacam caplak untuk padi sawah yang mempunyai 4 titik/mata berjarak 20 cm dan 30 cm, ditambah 2 titik paku berjarak 6-7 cm, dengan ketinggian tersebut pada saat operasional, alat akan membentuk 4 larikan dengan kedalaman 4-5 cm dan 2 garis paling pinggir sebagai panduan untuk operasional alat selanjutnya,9. Bila keadaan lahan tidak datar atau berlereng, sebaiknya pengaturan barisan tanaman harus memotong lerang, agar bila terjadi hujan yang relative tinggi dapat mengurangi terjadinya aliran permukaan yang menyebabkan erosi,10.Setelah terbentuk larikan dengan jarak tanam legowo, benih ditanam sebanyak 4-5 butir/lubang, kemudian ditutup dengan tanah. Pemupukan1. Pemberian pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah.2. Waktu pemupukan menunggu sampai kondisi lahan dalam keadaan lembab. Bila dilakukan dalam kondisi kering, maka kadar air tanah dan yang ada di jaringan3. tanaman juga akan terserap oleh pupuk yang diberikan. Bila hal itu terjadi dan berlangsung lama akan terjasi plasmolisis dan tanaman akan layu bahkan dapat mematikan tanaman.4. Kebutuhan N tanaman dapat diketahui dengan cara mengukur tingkat kehijauan warna daun padi dengan menggunakan bagan warna daun (BWD)5. Secara umum pupuk yang diperlukan untuk padi gogo adalah : 90 kg N/ha (200 kg Urea/ha), 36 kg P2O5/ha (100 kg SP36/ha), 60 kg K2)/ha (100 kg KCl/ha),6. Waktu pemupukan adalah; 10-15 hst dengan jenis dan takaran pupuk yang diberikan adalah 50 kg Urea, 100 kg SP 36, dan 100 kg KCl/ha,7. Pupuk urea susulan diberikan sesuai BWD. Pemeliharaan1. Untuk mengurangi kerugian akibat dari gangguan hama dan penyakit, perlu dilakukan strategi pengendalian yang terencana, dengan menerapkan konsep pengendalian hama secara terpadu (PHT),2. Monitoring secara terjadwal harus dilakukan agar keberadaan hama dan penyakit bisa diketahu sejak awal,3. Untuk mengurangi penyakit blas (penyakit utama pada padi gogo) gunakan varietas tahan penyakit,4. Pengendalian gulma pada pertanaman padi gogo sebaiknya dilakukan lebih awal, yaitu pada umur 10 - 15 hari setelah tanaman tumbuh atau menjelang pemupukan pertama. Penyiangan kedua dilakukan pada umur 30 - 45 hari atau menjelang pemupukan susulan pertama,5. Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan kored. Sebaiknya ada atau tidak ada gulma tanah tetap dikored, agar sedikit dapat memotong akar. Ditulis Oleh : Matius Nipa, S. ST. Penyuluh Pertanian BPP Sanggalangi Kab. Toraja Utara Sumber : BPTP Jawa Barat