Loading...

Pupuk Hijau Krinyu

Pupuk Hijau Krinyu
Pupuk hijau adalah tanaman atau bagian-bagian tanaman yang masih muda atau hijau yang dibenamkan ke dalam tanah dengan maksud untuk menambah bahan organik dan unsur hara terutama unsur hara nitrogen. Menurut Hasibuan (2010) adapun persyaratan yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan pupuk hijau antara lain: kecepatan pertumbuhannya terutama pada waktu masih muda, dalamnya sistem perakaran, kekerasan batang, cepat dan banyak menghasilkan daun, mudah melapuk atau membusuk, tahan terhadap pangkasan, umur tanaman pupuk hijau, apakah menjadi sarang hama dan penyakit, apakah daunnya dapat diguanakan sebagai pakan ternak. Tanaman pupuk hijau merupakan sumber pupuk organik yang murah dan beroeran dalam pembagunan dan mempertahankan kandungan bahan organik dan kesuburan tanah. Jumlah residu organik yang dikembalikan ke dalam tanah oleh tanaman pupuk hijau perlu diperhitungkan. Tanaman Chromolaena odorata L atau krinyu selama ini hanyalah merupakan tanaman gulma yang banyak tumbuh di tepi atau di dalam kebun/pekarangan yang masih bera. Tanaman ini tergolong dari famili Asteraceae yang memiliki keunikan tanaman tersebut adalah dapat berkembang biak dengan cepat dan mudah sekali membentuk rumpun. Tanaman Chromolaena odorata L mampu tumbuh dilahan marginal dan kekurangan air. Oleh karena banyaknya keunggulan dari sifat yang survive tersebut membuat tanaman tersebut berpotensi menjadi pupuk hijau sebagai pengganti pupuk buatan (Jamilah, 2006). Chromolaena odorata L merupakan tanaman potensial untuk di manfaatkan sebagai sumber bahan organik karena produksi biomassanya tinggi. Pada umur 6 bulan Chromolaena odorata L menghasilkan biomassa sebesar 11,2 ton/ha dan setelah berumur 3 tahun mampu menghsilkan biomasa sebesar 277.7 ton/ha. Biomassa gulma ini mempunyai kandungan hara cukup tinggi (2,65% N, 0,53% P dan 1,9% K) (Suntoro et al, 2001). Chromolaena odorata L dahulu disebut sebagai Eupatorium odoratum, termasuk dalam family Eupatorieae, sub family Lactucoideae yang didalamnya tidak terdapat spesies dan bahkan banyak diantaranya yang menjadi gulma penting seperti Mikania scandens (L), Mikania micrata (scodent) dan Agerantum coyzoides (L) ( Olabode, Ogunyemi , Akanbi, Adesina, Babajide. 2007). Chromolaena odorata L adalah tumbuhan asli daerah tropis benua Amerika. Tumbuhan ini mampu tumbuh dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan kering sekalipun. Dapat bertahan hidup pada daerah terbuka, berkembang biak dengan cepat serta penyebarannya cepat meliputi daerah yang luas. Chromolaena odorata L adalah tanaman perdu tahunan yang mempunyai kemampuan tumbuh yang cepat sehingga mampu menghasilkan biomassa yang relatif banyak dan cepat menutupi lahan terbuka. Tingkat penutupan lahan kering terbuka biasanya dalam bentuk kolonisasi membentuk hamparan yang luasnya beragam. Kemampuan ini disebabkan karena tumbuhan ini menghasilkan organ reproduktif biji fertil dalam jumlah yang besar dan ukurannya kecil, sehingga mudah terdispersi oleh angin. Tumbuhan ini mempunyai kemampuan tumbuh yang luas, dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah yang miskin hara maupun yang subur. Chromolaena odorata L sangat berpotensi untuk dijadikan pupuk organik karena kandungan unsur hara dalam jaringannya yang tinggi. Biomassa Chromolaena odorata L memiliki kandungan hara N 2.65 %, P 0.53 % dan K 1.9 % sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik yang potensial untuk perbaikan kesuburan tanah (Chandrasekar dan Gajanana, 1996). Hasil kajian kandungan hara pada kirinyu adalah: a) pada batang kandungan N 1.00 %, P 0.23 %, K 1.73 %, Ca 0.37 %, Mg 0.18 %, Na 0.01. b) pada daun N 5.89 %, P 0.74%, K 3.13%, Ca 3.30 %, Mg 0.83 %, Na 0.01 %. Dengan demikian pemanfaatan biomassa gulma Chromolaena odorata L sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sumber pupuk organik khususnya pupuk hijau dalam perbaikan sifat fisik dan kimia tanah (Chandrasekar dan Gajanana, 1996).